Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
  • visibility 232
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Balai Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Kenduri Desa Damai bertajuk “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” pada Rabu (21/6/2023).

Ketua Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Kenduri Desa Damai adalah program mandatori nasional yang diselenggarakan oleh BNPT melalui FKPT yang dalam teknisnya melekat pada Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah.

Dalam laporannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif mengatakan bahwa acara tersebut merupakan acara keren karena menjadi alternatif dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Jawa Tengah. “Ini merupakan bukti kepedulian terhadap kemajemukan di NKRI,” katanya.

Pihaknya mengatakan bahwa kenduri merupakan rekayasa sosial yang sangat strategis karena di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, yang merupakan warisan para leluhur, dan Walisongo. 

“Kenduri, itu bermakna ritual meminta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam kenduri biasanya ada tumpeng,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa tumpeng itu berasal dari akronim metu dalan kang lempeng atau berjalanlah di jalan yang lurus, dan nek metu kudu mempeng.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Akibat tidak kenal lingkungan sekitar, maka kita tidak sadar dengan mudah disusupi faham-faham terorisme dan radikalisme,” imbuhnya.

Para pelaku, katanya, teror biasanya mengatasnamakan agama. Padahal agama yang kita anut pasti tidak membiarkan kita merusak. “Awal dari terorisme itu radikal dulu, intoleran dulu. Bahkan ini sudah masuk anak tingkat SD,” tandas dia.

Dikatannya, bahwa tujuan kegiatan tersebut dilaksanakan agar keguyuban di desa-desa bukan di kota di provinsi agar anak-anak di desa ketika ke kota ini punya bekal agar tidak mudah terpapar faham radikal.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus Muhammad Fitriyanto yang mewakili Bupati Kudus mengatakan bahwa Kenduri yang berarti Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri harus kita mulai dari diri kita dan lingkungan kita sendiri. “Jika di wilayah Anda ada potensi radikalisme, ekstremisme, maka segera laporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perangkat desa atau seluruh unsur yang paling dekat,” katanya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjut kegiatan diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda dengan narasumber Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro, Mentor Cendekia Baznas Ma’had Aly TBS Kudus Rosidi, dan akademisi dan praktisi film Dyah Kusumawati. Hadir peserta dari unsur Kepala Desa se Kecamatan Jati, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Muslimat NU, Aisyiyah, Karang Taruna, dan jurnalis.(*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ASWAJA NAHDLIYAH

    PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ASWAJA NAHDLIYAH

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Karakteristik komunitas NU adalah menjadikan Ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) sebagai paham keagamaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Secara simplistik, aswaja mempunyai tiga dimensti, yaitu dalam aqidah mengikuti salah satu dari Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi, dalam syari’ah mengikuti salah satu dari empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, dalam […]

  • Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Beberapa minggu yang lalu, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Peduli Penyelamatan Pati melakukan unjuk rasa di depan kantor Bank Jateng Cabang Pati dan dilanjutkan di Pengadilan Negeri. Mereka menuntut  kepada pihak Bank Jateng untuk mengembalikan sertifikat tanah MWC.NU Wedarijaksa yang dijadikan agunan hutang oleh Sdr. Romli. Sebagaimana keterangan dari pengurus MWC.NU Wedarijaksa bahwa pada […]

  • Ramadhan Berbagi, MAN 1 Pati Serahkan Donasi Rp 15 juta untuk Warga Palestina

    Ramadhan Berbagi, MAN 1 Pati Serahkan Donasi Rp 15 juta untuk Warga Palestina

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Bertepatan dengan momen Bulan Ramadhan 1446 Hijriyah, keluarga besar MAN 1 Pati menyalurkan donasi untuk saudara-saudara Palestina pada Jumat, (14/3/2025). Donasi yang terkumpul sejumlah Rp. 15 juta diserahkan secara langsung melalui Yayasan Padepokan Fatwa Kehidupan (PDFK) Cabang Kudus. Dalam kegiatan penyerahan yang berlangsung di Ruang Kepala Madrasah (Kamad) MAN 1 Pati tersebut, […]

  • PCNU-PATI Photo by NEOM

    Puisi-Puisi Puji Pistols

    • calendar_month Ming, 28 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Boneka Perca – Marina Tsvetaeva Di Elabuga kutemukan ia kepalanya pecah berdarah dekat karangan bunga ada tanda merah Musim dingan hanya angin tandang dan pulang Siapa mencipta suara senapan di tepian hutan? Di Elabuga pesona matamu dibekukan buku karam – bersalju – Rumah Tikar Hujan ’Februari 2013 Cerita Tentang “Cien Sonetos De Amor” – Kepada: […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri. Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung […]

  • PCNU PATI

    Nikmat yang Terlupakan

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Siang ini, suasana rumah sakit mulai ramai, berbeda dengan pagi tadi. Saya sedang menemani anak saya yang bungsu, yang kini terbaring lemah di tempat tidur. Tidak ada yang lebih berat bagi seorang orang tua selain melihat anaknya sakit. Saya duduk di sampingnya, memperhatikan wajahnya yang tampak pucat, berharap ia segera […]

expand_less