Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
  • visibility 348
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Balai Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Kenduri Desa Damai bertajuk “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” pada Rabu (21/6/2023).

Ketua Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Kenduri Desa Damai adalah program mandatori nasional yang diselenggarakan oleh BNPT melalui FKPT yang dalam teknisnya melekat pada Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah.

Dalam laporannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif mengatakan bahwa acara tersebut merupakan acara keren karena menjadi alternatif dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Jawa Tengah. “Ini merupakan bukti kepedulian terhadap kemajemukan di NKRI,” katanya.

Pihaknya mengatakan bahwa kenduri merupakan rekayasa sosial yang sangat strategis karena di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, yang merupakan warisan para leluhur, dan Walisongo. 

“Kenduri, itu bermakna ritual meminta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam kenduri biasanya ada tumpeng,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa tumpeng itu berasal dari akronim metu dalan kang lempeng atau berjalanlah di jalan yang lurus, dan nek metu kudu mempeng.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Akibat tidak kenal lingkungan sekitar, maka kita tidak sadar dengan mudah disusupi faham-faham terorisme dan radikalisme,” imbuhnya.

Para pelaku, katanya, teror biasanya mengatasnamakan agama. Padahal agama yang kita anut pasti tidak membiarkan kita merusak. “Awal dari terorisme itu radikal dulu, intoleran dulu. Bahkan ini sudah masuk anak tingkat SD,” tandas dia.

Dikatannya, bahwa tujuan kegiatan tersebut dilaksanakan agar keguyuban di desa-desa bukan di kota di provinsi agar anak-anak di desa ketika ke kota ini punya bekal agar tidak mudah terpapar faham radikal.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus Muhammad Fitriyanto yang mewakili Bupati Kudus mengatakan bahwa Kenduri yang berarti Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri harus kita mulai dari diri kita dan lingkungan kita sendiri. “Jika di wilayah Anda ada potensi radikalisme, ekstremisme, maka segera laporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perangkat desa atau seluruh unsur yang paling dekat,” katanya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjut kegiatan diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda dengan narasumber Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro, Mentor Cendekia Baznas Ma’had Aly TBS Kudus Rosidi, dan akademisi dan praktisi film Dyah Kusumawati. Hadir peserta dari unsur Kepala Desa se Kecamatan Jati, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Muslimat NU, Aisyiyah, Karang Taruna, dan jurnalis.(*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

    Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Di zaman yang modern ini, dampak kemajuan teknologi pada kemampuan anak semakin terlihat. Semua dapat dilihat dari seberapa sering anak bermain gadget. Jika ini terus berjalan tanpa adanya kontrol orangtua, maka besar kemungkinan perkembangan otak anak akan terhambat karena cenderung asik dengan dunia online (game). Anak yang kecanduan gadget akan cenderung malas […]

  • PCNU PATI. Ketua MWC NU Gembong, K. Sholikhin menyerahkan kenang-kenangan kepada ketua takmir Masjid Jami'atul Husna, Dukuh Godangmulyo, Gembong

    Safari Ramadhan, MWC-NU Gembong Beberkan Peran Lazisnu kepada Warga

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gembong kembali memgadakan safari Ramadhan tarawih kelilih setelah dua tahun libur. Kegiatan yang menjadi salah satu agenda rutin dalam dua periode K. Sholikhin tersebut kembali digelar di lima tempat. Hal tersebut disampaikan oleh sekretaris MWC, KH. Nur Hasyim. “Setiap tahun kami pusatkan di lima desa, tahun ini […]

  • Photo by fotoblend

    Perseteruan Menjelang Pernikahan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, […]

  • Ini Pesan Habib Luthfi Saat Haul Kayen

    Ini Pesan Habib Luthfi Saat Haul Kayen

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    KAYEN-Haul Syeh Abu Hasan Ali Assadzily Kayen berlangsung meriah. Segenap unsur umaro’ dan ulama hadir dalam rangkaian acara yang digelar Selasa (30/7). Unsur-unsur muspida hingga Pengurus Cabang NU Pati turut serta dalam peringatan haul tersebut. Habib Luthfi Bin Yahya menyapa jama’ah pada saat Haul Syekh Abu Hasan Ali Assadzily di Kayen (30/7) Namun ada yang […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ngaji Cloud Vs Ibadah Real Life

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.700
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Saya adalah di antara banyak orang yang percaya dan meyakini bahwa ngaji (belajar) itu bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa termasuk melalui sistem maya, digital, atau dalam awam (cloud). Hal ini juga sesuai pesan Ki Hajar Dewantara (1889-1959) yang menegaskan bahwa “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” […]

  • Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19 GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini.  Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan […]

expand_less