Iklan
Berita

INISNU Perkuat Kerjasama Internasional dengan Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Malaysia

 

Malaysia – Dalam rangkaian Pancadharma Internasional, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan MoU, MoA, riset, PkM, dan lawatan silaturahmi pada Rabu (27/8/2025) di Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Selangor, Malaysia yang sering disebut MTAVB tepatnya di Kampung Seri Aman Luar, 47100 Puchong, Selangor.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh pimpinan Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Selangor, Malaysia Mohd Asri Bin Yunus dan ratusan santri di Maahad utama.

Iklan

Rektor INISNU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi mengatakan bahwa pengalaman luar biasa apa yang dilakukan oleh Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Selangor, Malaysia bisa kita bisa contoh yang baik untuk diterapkan di Indonesia.

“Semoga apa yang kita dapatkan dari sini bisa kita contoh pada masing-masing lembaga kita di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, pimpinan Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Selangor, Malaysia Mohd Asri Bin Yunus mengatakan bahwa Maahad yang dipimpinnya didirikan sejak tahun 1998 dan sangat langka ditemukan di Malaysia karena fokus pada vokasional.

“Tahun 1998 selepas saya membentangkan kertas kecil pendidikan bersama menteri besar Kelantan, maka berdirilah Maahad ini. Selepas 1998, dia meminta saya untuk satu Maahad Tahfiz yang memiliki vokasi di bidang kemahiran,” katanya.

Motto pesantren yang ia pimpin adalah membentuk generasi Al-Quran berteknologi. “Banyak rekanan kami di Indonesia yang bergerak di bidang enggeenering, programming, technology, dah lainnya,” ujar dia.

Secara resmi, Maahad ini fokus pada Membangunkan Huffaz Berkemahiran, Berteknologi dan Berjiwa Usahawan. MTVAB memfokuskan penguasaan 30 juz Al-Quran, pembelajaran akademik dan persiapan untuk memasuki alam pekerjaan atau memulakan perniagaan sendiri dengan ilmu Latihan Teknikal dan Pendidikan Vokasional (TVET).

Banyak juga kemitraan yang sudah dijalani seperti dari Yaman, Norwegi, Sisilia, dan lainnya.

Pihaknya mengatakan, bahwa Maahad yang dipimpin memiliki 4 cabang dengan menawarkan 22 kemahiran.

“Saya ingin mencetak programing yang beriman, tukang masak yang beriman, teknolog yang dekat dengan Alquran, bukan yang dekat dengan ketidaktuhanan,” tegas dia.

Ketua Panitia Pancadharma Internasional Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan selama sepekan di tiga negara yaitu Singapura, Malaysia dan Thailand.

Setelah kegiatan penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU, MoA, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan studi tiru oleh tim dari INISNU Temanggung, dan beberapa lembaga mitra yang ikut seperti IAI An Nawawi Purworejo, STAINU Purworejo, STAI Al Anwar Sarang, STAI Al Kamal Sarang, Ma’had Aly KH. Maimun Zubair, PAUD ELPIST, MI ELPIST, dan lainnya. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Back to top button