Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Inilah Sembilan Tren Tema Artikel yang Laku di Jurnal Scopus

Inilah Sembilan Tren Tema Artikel yang Laku di Jurnal Scopus

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
  • visibility 438
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Tuban – Dalam rangka menguatkan keterampilan dosen dalam menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, LPPM Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban menggelar Workshop Academic Writing bertajuk “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Bereputasi” bertempat di Aula Lt.3 Gedung A Kampus Universitas Al Hikmah Indonesia (UAI) Tuban.

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Al Hikmah Indonesia (UAI) Tuban Dr. Laily Hidayati, M.Psi., Psikolog. Pihaknya berharap, semua peserta bisa menulis dengan benar, baik, dan berkualitas untuk disubmit di jurnal internasional terindeks Scopus. Menurutnya, menulis artikel ilmiah menjadi keniscayaan bagi akademisi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Hikmah KH. Muhammad Husnan Dimyati berpesan agar semua dosen mulai bersemangat lagi an bekerja lebih keras lagi setelah alih bentuk dari IAI Al-Hikmah menjadi Universitas Al-Hikmah Indonesia. “Saya sebagai ketua Yayasan berharap, Universitas Al-Hikmah Indonesia ini semakin maju dan unggul tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di Nusantara. Maka saya sangat senang dengan kegiatan peningkatan mutu dosen seperti ini,” harapnya.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, yaitu Sabtu (28/9/2024) dan Ahad (29/9/2024) dengan menghadirkan narasumber dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd. Dalam paparannya, Ibda yang juga reviewer pada 25 jurnal internasional terindeks Scopus ini menjelaskan sedikitnya terdapat sembilan tren isu pendidikan secara global yang bisa dijadikan tema riset. “Berdasarkan hasil studi saya, setidaknya ada sembilan tema atau topik mengacu tren global yang layak kita jual di jurnal Scopus,” kata Ibda.

Pertama, pendidikan berbasis teknologi (technology-based education). Topik ini berkaitan dengan penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran, seperti e-learning, virtual reality, dan AI. “Tren global dalam digitalisasi pendidikan, terutama pasca-pandemi, mendukung adopsi teknologi dalam pembelajaran yang masih dibutuhkan oleh jurnal internasional terindeks Scopus,” kata Ibda.

Kedua, pendidikan untuk keberlanjutan (sustainability education). Hal ini berkaitan dengan integrasi konsep keberlanjutan dalam kurikulum pendidikan, materi pembelajaran, model pembelajaran, strategi pembelajaran, metode dan media pembelajaran, sampai dengan penilaian pembelajaran. Agenda global terkait perubahan era dan keberlanjutan mendorong peningkatan pendidikan keberlanjutan di kalangan generasi muda.

Ketiga, inklusivitas dan kesetaraan dalam pendidikan (inclusivity and equality in education). Topik ini berkaitan dengan pendidikan bagi kelompok marjinal seperti penyandang disabilitas, masyarakat miskin, atau minoritas. “Ini juga saya kembangkan dalam riset pendidikan inklusi berbasis gender equity, disability, and social inclusion atau GEDSI yang intinya mengarusutamakan keadilan gender, disbabilitas, dan inklusi sosial yang relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” lanjut wisudawan terbaik doktor S3 Pendidikan Dasar UNY tersebut.

Keempat, pembelajaran berbasis keterampilan (skill-based learning). Topik beririsan denga pergeseran dari pendekatan pembelajaran berbasis konten ke keterampilan seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah yang menjawab kebutuhan industri terhadap lulusan yang siap kerja dan memiliki keterampilan abad digital dan semua diarahkan ke AI saat ini.

Kelima, pendidikan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Integrasi seni dalam pendidikan STEM untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. “Tema ini menarik karena dorongan global untuk pendidikan yang holistik dan inovatif guna menghadapi tantangan masa depan,” beber dia.

Keenam, pembelajaran sosial dan emosional (social-emotional learning). Pengembangan keterampilan emosional dan sosial siswa sebagai bagian penting dari pendidikan. “Ditinjau dari tren global, terjadi peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan siswa di seluruh dunia,” kata Ibda.

Ketujuh, literasi digital dalam pendidikan (digital literacy in education). Topik ini menarik diangkat, kemampuan siswa dan guru dalam menggunakan teknologi digital secara efektif dan etis sangat dibutuhkan saat ini. Jika ditinjau dari tren global dalam jurnal internasional terindeks Scopus, teknologi digital menjadi komponen utama dalam pendidikan modern, memerlukan pengembangan literasi teknologi. “Disertasi saya kemarin juga mengangkat ini, dan dua artikel saya terbukti sudah diterbitkan di jurnal Scopus Q3,” beber dia.

Kedelapan, desain kurikulum adaptif (adaptive curriculum design). Kurikulum yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan individu dan perubahan sosial. Kebutuhan untuk menciptakan kurikulum yang mampu menyesuaikan dengan perubahan cepat dalam masyarakat dan teknologi.

Kesembilan, pendidikan berbasis data (data-driven education). Penggunaan big data dan analitik untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Teknologi data semakin penting dalam menganalisis kinerja siswa dan merancang intervensi yang lebih efektif.

Selain tren global tersebut, Ibda juga menjelaskan beberapa aspek dalam penentuan tema atau topik riset dan penulisan artikel mengacu 13 Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028, focus riset dan grup riset di BRIN mulai dari religious service, religious movement, religious education, indigenous religions, dan extremism and terrorism. “Selain itu, perlu juga semua tulisan dan riset panjenengan disesuaikan dengan paradigma keilmuan UAI, dan body of knowledge Prodi, atau roadmap penelitian di Prodi masing-masing,” papar dia.

Selain workshop, kegiatan tersebut berangkat dari tindaklanjut MoU dan MoA antara Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pesan Ketua FKPT: Jangan Terperdaya dengan Pergantian Bungkus Kelompok Radikal

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Semarang – Perubahan bungkus atau gerakan yang dilakukan kelompok radikal perlu diwaspadai setiap saat. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Dr Syamsul Ma’arif dalam kegiatan rapat pengurus, silaturahim dan kunjungan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Irfan Idris, MA., di Delman Resto Semarang, Selasa (11/4/2023). “Beberapa […]

  • Bersama KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Sosialisasikan Pendirian Komisariat

    Bersama KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Sosialisasikan Pendirian Komisariat

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Para Pengurus Anak Cabang IPNU dan IPPNU Dukuhseti berpose bersama mahasiswa KKN IAIN Kudus DUKUHSETI – Bekerjasama dengan tim KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Dukuhseti akan melakukan sosialisasi terkait pendirian komisariat di MTs dan MA se-Kecamatan Dukuhseti. Untuk menyiapkan segala sesuatunya, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti dan tim KKN IAIN Kudus mengadakan rapat terkait […]

  • Mahasiswa Polines Pamit Dari Lazisnu Usai Magang

    Mahasiswa Polines Pamit Dari Lazisnu Usai Magang

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pati- Dua orang Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang pamit usai melaksanakan magang selama satu bulan di kantor PC Lazisnu Pati, senin (10/02). Syaiful Huda selaku perwakilan dari pengurus dan tim manajerial PC Lazisnu Pati menyampaikan permohonan maaf jika terdapat keterbatasan dalam pemberian pendampingan kepada para mahasiswa tersebut. “Kami minta maaf jika selama melaksanakan magang […]

  • Rutin Santuni 10 Ribu Yatim, Sukun Gandeng NU dan Muhammadiyah

    Rutin Santuni 10 Ribu Yatim, Sukun Gandeng NU dan Muhammadiyah

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    PATI – Perusahaan Rokok (PR) Sukun kembali menggelar kegiatan santunan 10 ribu anak yatim pada Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan asal Kudus tersebut. Agenda tersebut dilaksanakan di 10 kota di Jawa Tengah, salah satunya Pati. “Tahun ini merupakan tahun ke lima bagi kami dalam menjalankan program ini,” ungkap Koordinator Bidang […]

  • MWC NU Margoyoso Kirim 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pati

    MWC NU Margoyoso Kirim 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pati

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.664
    • 0Komentar

      ​PATI — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Margoyoso menyalurkan bantuan 35 tangki air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pati. Hingga tahap kedua, bantuan ini didistribusikan ke tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih. ​Program bertajuk Penyaluran Donasi Bantuan Air Bersih ini menyasar tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Gabus […]

  • PCNU-PATI Photo by Ferhat Deniz Fors

    Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Oleh :  Muhammad Rofiq Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara […]

expand_less