Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 231
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Indonesia berduka, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Salah satu putra terbaiknya menghadap Sang Khaliq. Beliau adalah Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, istri Rais ‘Am Syuriyah PBNU, KH. MA. Sahal Mahfudh. Warga NU dan bangsa Indonesia sangat berduka karena kehilangan sosok ulama perempuan yang memberikan kontribusi besar dalam membangun bangsa, baik di jalur pendidikan maupun politik kebangsaan. 

Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Badi’iyyah (Pesilba) Kajen Margoyoso Pati, pengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen dan juru dakwah (da’iyah) di berbagai forum pengajian keagamaan dan kebangsaan. Kiprah politik Ibu Nyai Nafisah juga sangat komplit. Selain menjadi Ketua Muslimat NU Cabang Pati dan Ketua Muslimat NU Jawa Tengah, beliau juga adalah anggota Dewan Kabupaten Pati dan menjadi anggota DPD RI.

Ada banyak keteladanan Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal yang patut kita teladani:

Pertama, semangat belajar tanpa henti

 Membaca buku ‘Kiai Sahal & Nyai Nafisah’, Beriringan, Saling Mendukung dan Saling Menguatkan, karya Hj. Tutik Nurul Janah, menantu Ibu Nyai Nafisah, terlihat jelas bagaimana Ibu Nyai Nafisah bergumul dengan ilmu sepanjang hayat. Sejak kecil diasuh dan dididik oleh kedua orangtua, kakeknya di Denanyar, para Kiai-Ibu Nyai di Tambak beras, dan kemudian melanjutkan studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di Yogyakarta, beliau juga belajar kepada KH. Ali Ma’shum, Rais ‘Am Syuriyah PBNU. Setelah tinggal di Kajen, aktivitas keilmuan terus menjadi pergumulan utama Ibu Nyai Nafisah Sahal. Long life education benar-benar diterapkan Ibu Nyai Nafisah Sahal dalam perjalanan hidupnya. 

Kedua, semangat mendidik anak bangsa

Pendidikan, formal dan nonformal adalah kunci menggapai kemajuan bangsa. Ibu Nyai Nafisah sebagai pengasuh pondok pesantren bergumul aktif setiap hari untuk mengasuh para santri. Kakeknya dari jalur Ibu, yaitu KH. Bisri Syansuri dikenal sebagai perintis pertama pesantren putri di Denanyar Jombang. Ibu Nyai Nafisah meneruskan cita-cita agung kakeknya ini dengan merintis pesantren putri di Kajen atas restu dari Sang Suami, KH. MA. Sahal Mahfudh.

Ketiga, mencerahkan publik

 Salah satu aktivitas Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah sebagai juru dakwah (da’iyah) yang memberikan pencerahan kepada umat di berbagai daerah. Hal ini menjadikan Ibu Nyai Nafisah mempunyai kedekatan dengan masyarakat dari berbagai lapisan.  

Keempat, peduli kepada anak yatim

 Salah satu perjuangan Ibu Nyai Nafisah Sahal adalah kepedulian beliau yang sangat tinggi kepada nasib anak yatim. Beliau aktif mendirikan dan mengembangkan Panti Asuhan Darul Hadlonah yang mendidik dan membekali skills kepada anak yatim supaya mereka menjadi kader-kader berkualitas kompetitif di masa yang akan datang.

Kelima, partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh

 Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh menjadi pendamping dan partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh. Di balik orang hebat, pasti ada istri hebat. Kehebatan KH. MA. Sahal Mahfudh tidak lepas dari kehebatan Ibu Nyai Nafisah Sahal yang mampu men-support KH. MA. Sahal Mahfudh dalam perjuangan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

 Membaca buku karya Hj. Tutik Nurul Janah, tergambar jelas bagaimana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal saling mendukung, menguatkan, dan menyukseskan satu dengan yang lain. Penulis pernah menyaksikan saat peresmian Gedung Haji Pati di mana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal datang bersama-sama. KH. MA. Sahal Mahfudh meresmikan Gedung Haji tersebut dan Ibu Nyai Nafisah memotong pita sebagai simbol peresmian.

 KH. MA. Sahal Mahfudh dalam buku ‘Pesantren Mencari Makna’ (Pustaka Ciganjur, 1999: h. 32-36) menjelaskan lima fungsi perempuan. Pertama, sebagai istri. Kedua, sebagai ibu rumah tangga. Ketiga, sebagai pendidik. Keempat, sebagai juru dakwah (da’iyah). Kelima, sebagai penggerak sosial.

 Kelima fungsi perempuan yang dijelaskan KH. MA. Sahal Mahfudh benar-benar dipraktekkan secara nyata oleh Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh. Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah ulama perempuan progresif yang mendarmabaktikan hidupnya untuk memajukan bangsa, baik dalam aspek pendidikan, kemasyarakatan, dan kebangsaan secara komprehensif.

 Semoga kita para santri mampu meneladani dedikasi dan perjuangan sampai akhir hayat dari Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh, Ulama Perempuan Progresif yang dimiliki Nahdlatul Ulama dan Bangsa Indonesia, Amiin.

 * Santri Nahdlatul Ulama

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAPIMWIL IPNU JATENG: Aturan Kongres Perlu Tinjauan Ulang

    RAPIMWIL IPNU JATENG: Aturan Kongres Perlu Tinjauan Ulang

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

      Pemalang – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dengan agenda persiapan menjelang Kongres IPNU yang bertempat di Gedung DPRD Kab. Pemalang (19/03). Forum ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU Se-Jawa Tengah. Forum ini menghasilkan beberapa ide dan gagasan yang akan diusung oleh kader-kader […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    FOMO Ramadan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.583
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan sering melahirkan nafsu konsumtif berlebihan. Mbuh kenapa. Saya juga nggak paham. Seolah, ada dorongan kuat untuk beli, beli, beli, check out di Shoope, Lazada, Tokopedia, dan jalan-jalan ke pasar, mall, atau swalayan untuk beli, dan beli. Bahkan ada teman berkata “Wes, rasah nunggu paketan ning Shoope, marakke mumet, soale suwe […]

  • Menyoal Corona, PCNU : Jangan Sebar Hoax

    Menyoal Corona, PCNU : Jangan Sebar Hoax

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati PATI-Merebaknya Virus Corona atau Covid 19, membuat sebagaian warga panik. Kepanikan ini terjadi akibat beredarnya berita-berita hoax atau bohong di sekeliling masyarakat. Dengan adanya respon masyarakat yang berlebih, PCNU Pati merasa perlu melakukan tindakan. Bagaimanapun mayoritas masyarakat Kabupaten Pati beragama islam dan sebagian besar lagi berhaluan NU. “Kami […]

  • PCNU PATI - Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Maulid an-Nuronniyyah Posono, Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan antimainstream. Setelah bulan lalu meramaikan tempat wisata Bukit Kayangan, Sabtu (6/8) kemarin, majelis dibawah bimbingan Gus Mahmud Al A’shom Muhammad ini kembali membikin geger. Belokasi di tempat wisata Waduk Poncodan, Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Majelis an Nuronniyyah lagi-lagi menggelar maulid dibawah langit Waduk […]

  • Jemaah Haji Pati Tahun 2026 Tembus 1.387 Porsi

    Jemaah Haji Pati Tahun 2026 Tembus 1.387 Porsi

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.760
    • 0Komentar

      Pati – Jumlah jemaah haji Kabupaten Pati tahun 2026 diprediksi tembus 1.387 porsi. Saat ini, mereka tengah membuat paspor dan melakukan pelunasan biaya haji. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Pati Umi Istianah mengaku tidak ada kuota jemaah haji tingkat kabupaten/kota. Kuota jemaah haji terfokus di tingkat provinsi. Kuota jemaah haji reguler […]

  • K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (kanan), ketua PCNU Pati memberikan sambutan dalam acara Konferensi MWC NU Gabus, Jumat (18/3) kemarin. GABUS – Sah! MWC NU Kecamatan Gabus resmi ganti pemimpin setelah melakukan konferensi pada Jumat (18/3) kemarin. MWC NU Gabus di bawah kepemimpinan KH. Syaifullah, telah berakhir tahun ini. KH. Moh. Shofii yang menjadi penerus perjuangan pengurus […]

expand_less