Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Gemukkan GLM Ramadan

Gemukkan GLM Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
  • visibility 768
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan 1446 H di delapan titik di Jawa Tengah, yaitu Blora, Pati, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Sukoharjo. GLM Ramadan 1446 H mengusung tema “Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN).”

GLM Ramadan diselenggarakan di delapan titik strategis di Jawa Tengah, yaitu Blora, Pati, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Sukoharjo. Program ini bertujuan untuk membangun ekosistem literasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU serta membekali peserta dengan keterampilan menulis, desain, dan manajemen redaksi. Tema inovatif GLM Ramadan “Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN)” mencerminkan komitmen LP Ma’arif NU dalam mendorong siswa dan santri untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka selama bulan suci Ramadan. Kok bisa?

Strategi Menggemukkan

Ramadan sebagai bulan penuh berkah yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, refleksi diri, dan menumbuhkan kebiasaan positif. Dalam konteks pendidikan, bulan suci ini bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas murid dalam menulis melalui GEMUKKAN. Gerakan ini bertujuan untuk membangun budaya literasi di kalangan murid Ma’arif NU dengan pendekatan yang kreatif dan inspiratif. Namun, bagaimana strategi yang efektif untuk mewujudkan gerakan ini?

Pertama, menanamkan motivasi dan kesadaran literasi Langkah pertama dalam mengimplementasikan GEMUKKAN adalah membangun kesadaran dan motivasi murid tentang pentingnya menulis. Guru dan pengelola sekolah perlu memberikan pemahaman bahwa menulis bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga sarana ekspresi, dakwah, dan dokumentasi perjalanan spiritual selama Ramadan. Diskusi inspiratif, kisah sukses penulis muda, dan pengalaman menulis dari tokoh literasi dapat menjadi pemantik semangat.

Kedua, menentukan tema yang relevan dan inspiratif Agar murid lebih tertarik dalam menulis, tema-tema yang ditawarkan dalam GEMUKKAN harus relevan dengan Ramadan dan kehidupan sehari-hari mereka. Ketiga, membuat program menulis yang terstruktur. Gerakan ini akan lebih efektif jika memiliki program yang terencana dan berkelanjutan.

Keempat, menyediakan bimbingan dan pendampingan. Agar murid, guru, dan tenaga kependidikan semakin berkembang, mereka perlu mendapatkan bimbingan dari guru atau mentor literasi. Kegiatan seperti workshop menulis, bedah tulisan, dan sesi diskusi akan membantu murid meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, melibatkan alumni atau tokoh literasi dalam proses pembimbingan juga dapat memberikan inspirasi tambahan.

Kelima, memanfaatkan media digital dan publikasi. Di era digital, tulisan murid bisa lebih mudah dipublikasikan melalui media sosial, blog sekolah, atau website resmi Ma’arif NU. Dengan memanfaatkan platform digital, karya-karya mereka tidak hanya terbatas dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Selain itu, publikasi ini dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya murid serta menumbuhkan semangat untuk terus berkarya.

Keenam, memberikan apresiasi dan penghargaan. Agar GEMUKKAN tetap berkelanjutan, apresiasi terhadap murid yang berpartisipasi sangat penting. Bentuk penghargaan bisa berupa sertifikat, hadiah buku, atau publikasi karya mereka di media resmi. Apresiasi ini tidak hanya akan memotivasi peserta yang sudah bergabung, tetapi juga menarik minat murid lain untuk ikut serta.

GEMUKKAN bukan sekadar program menulis, tetapi sebuah gerakan literasi yang bertujuan membentuk budaya menulis di kalangan murid Ma’arif NU. Dengan strategi yang tepat, seperti membangun motivasi, menetapkan tema menarik, menyediakan program terstruktur, memberikan pendampingan, memanfaatkan media digital, dan memberikan apresiasi, gerakan ini dapat berjalan dengan sukses dan berkelanjutan. Ramadan menjadi momen terbaik untuk menanamkan kebiasaan menulis yang tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual murid, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan dakwah melalui tulisan kreatif mereka.

 

Meningkatkan Budaya Literasi di Kalangan Murid Ma’arif

Kegiatan GLM Ramadan bertujuan untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dan madrasah yang bernaung di bawah LP Ma’arif NU. Selama program ini berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan tentang berbagai teknik menulis, mulai dari menulis kreatif, berita, esai, hingga refleksi Ramadan. Menulis adalah bagian dari peradaban. Jika kita ingin maju, maka kita harus mendorong generasi muda untuk menulis.

Pelaksanaan GLM Ramadan di delapan kabupaten menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan program ini. Di Pati, misalnya, para peserta diajak untuk menulis tentang pengalaman spiritual Ramadan. Sementara itu, di Wonosobo, peserta aktif dalam membuat jurnal reflektif harian.

Para peserta selama kegiatan hemat saya mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini. Menulis selama Ramadan membuat kami lebih peka terhadap makna ibadah yang dijalani.

Keberhasilan GLM Ramadan 1446 H tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pengurus LP Ma’arif NU, para pendidik, hingga tokoh literasi yang turut berkontribusi dalam pelatihan menulis. Selain itu, media lokal dan nasional juga ikut berperan dalam mempublikasikan hasil karya peserta, sehingga semangat literasi semakin meluas.

Dengan berakhirnya GLM Ramadan 1446 H, diharapkan gerakan literasi ini terus berlanjut dan menjadi budaya di lingkungan pendidikan Ma’arif NU. LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah berencana untuk menjadikan program ini sebagai agenda tahunan yang semakin diperluas cakupannya.

GLM Ramadan 1446 H telah menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di kalangan murid Ma’arif NU. Dengan semangat GEMUKKAN, masa depan literasi di lingkungan Ma’arif NU semakin cerah dan menjanjikan.

Semoga semangat GEMUKKAN ini tidak hanya berhenti di Ramadan, tetapi terus menjadi kebiasaan bagi para murid Ma’arif untuk menulis dan berkarya sepanjang tahun.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Baru Dilantik: Semangat Membara MWC NU Trangkil

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Pengurus MWC-NU Kecamatan Trangkil yang telah dipilih beberapa waktu lalu, kini resmi dilantik. Pelantik yang digelar di Kantor MWC NU Trangkil, Jalan Juwana-Tayu Km. 8 tersebut dilangsungkan Jumat (30/9) kemarin.  Perwakilan PCNU Pati yang hadir dalam acara tersebut pun cukup banyak, di antaranya, KH. Minhajus Sidat, KH. Abdul Majid, KH. Jamal Makmur, Maskan […]

  • Porsema NU Jateng Berbasis Aplikasi untuk Jaga Mutu dan Sportiviatas

    Porsema NU Jateng Berbasis Aplikasi untuk Jaga Mutu dan Sportiviatas

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di aula Monumen PKK Jawa Tengah, Jl. Letjend Suprapto, Ungaran, Genuk, Unggaran, Kabupaten Semarang, Panitia Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi yang mengundang semua koordinator juri seni dan olahraga, Kamis sore (9/2/2023). Ketua Panitia Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Abdullah Muchib mengatakan […]

  • Jelang Porsema, Kolaborasi Ma’arif dan Pagar Nusa Perkuat Kejurda

    Jelang Porsema, Kolaborasi Ma’arif dan Pagar Nusa Perkuat Kejurda

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Batang – Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah Arief Rohman mengatakan bahwa Pagar Nusa di setiap acara PORSEMA selalu memberi masukan dan mengingatkan perlunya sinergi sejak awal perencanaan. Di antara yang perlu disinergikan adalah penyusunan petunjuk teknis lomba olahgara khususnya pencak silat. Pagar Nusa, ujar Arief, selalu siap membantu penyelenggaraan […]

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

  • PCNU-PATI

    Mendarat di Tebuireng,  Habib Umar bin Hafidz Singgung LGBT

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Tour Habib Umar bib Hafidz Yaman telah sampai ke Jawa Timur. Ponpes Tebu Ireng Jombang menjadi destinasi pertama setelah terbang dari Jakarta.  Dalam acara Multaqo’ Ulama bersama Habib Umar bin Hafidz, Selasa (22/8), Ulama asal Tarim itu menyinggung banyak hal. Dengan diterjemahkan oleh santrinya, Habib Jindan, Habib Umar bahkan berbicara soal karma yang menimpa […]

  • PCNU-PATI

    Fundrising Koin NU Pelan Tapi Pasti

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id– Manager Fundrising PC Lazisnu Pati kembali melaksanakan tugasnya mengambil kotak koin NU di empat titik, senin (24/01). Kegiatan ini ia lakukan rutin setiap satu bulan sekali. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan Fundrising koin NU agar semakin baik.  “Pengambilan kotak hari ini ada di 4 titik, ada di kantor Satpol PP, Kantor Yamaha Mataram […]

expand_less