Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Gemukkan GLM Ramadan

Gemukkan GLM Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
  • visibility 653
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan 1446 H di delapan titik di Jawa Tengah, yaitu Blora, Pati, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Sukoharjo. GLM Ramadan 1446 H mengusung tema “Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN).”

GLM Ramadan diselenggarakan di delapan titik strategis di Jawa Tengah, yaitu Blora, Pati, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Sukoharjo. Program ini bertujuan untuk membangun ekosistem literasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU serta membekali peserta dengan keterampilan menulis, desain, dan manajemen redaksi. Tema inovatif GLM Ramadan “Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN)” mencerminkan komitmen LP Ma’arif NU dalam mendorong siswa dan santri untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka selama bulan suci Ramadan. Kok bisa?

Strategi Menggemukkan

Ramadan sebagai bulan penuh berkah yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, refleksi diri, dan menumbuhkan kebiasaan positif. Dalam konteks pendidikan, bulan suci ini bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas murid dalam menulis melalui GEMUKKAN. Gerakan ini bertujuan untuk membangun budaya literasi di kalangan murid Ma’arif NU dengan pendekatan yang kreatif dan inspiratif. Namun, bagaimana strategi yang efektif untuk mewujudkan gerakan ini?

Pertama, menanamkan motivasi dan kesadaran literasi Langkah pertama dalam mengimplementasikan GEMUKKAN adalah membangun kesadaran dan motivasi murid tentang pentingnya menulis. Guru dan pengelola sekolah perlu memberikan pemahaman bahwa menulis bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga sarana ekspresi, dakwah, dan dokumentasi perjalanan spiritual selama Ramadan. Diskusi inspiratif, kisah sukses penulis muda, dan pengalaman menulis dari tokoh literasi dapat menjadi pemantik semangat.

Kedua, menentukan tema yang relevan dan inspiratif Agar murid lebih tertarik dalam menulis, tema-tema yang ditawarkan dalam GEMUKKAN harus relevan dengan Ramadan dan kehidupan sehari-hari mereka. Ketiga, membuat program menulis yang terstruktur. Gerakan ini akan lebih efektif jika memiliki program yang terencana dan berkelanjutan.

Keempat, menyediakan bimbingan dan pendampingan. Agar murid, guru, dan tenaga kependidikan semakin berkembang, mereka perlu mendapatkan bimbingan dari guru atau mentor literasi. Kegiatan seperti workshop menulis, bedah tulisan, dan sesi diskusi akan membantu murid meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, melibatkan alumni atau tokoh literasi dalam proses pembimbingan juga dapat memberikan inspirasi tambahan.

Kelima, memanfaatkan media digital dan publikasi. Di era digital, tulisan murid bisa lebih mudah dipublikasikan melalui media sosial, blog sekolah, atau website resmi Ma’arif NU. Dengan memanfaatkan platform digital, karya-karya mereka tidak hanya terbatas dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Selain itu, publikasi ini dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya murid serta menumbuhkan semangat untuk terus berkarya.

Keenam, memberikan apresiasi dan penghargaan. Agar GEMUKKAN tetap berkelanjutan, apresiasi terhadap murid yang berpartisipasi sangat penting. Bentuk penghargaan bisa berupa sertifikat, hadiah buku, atau publikasi karya mereka di media resmi. Apresiasi ini tidak hanya akan memotivasi peserta yang sudah bergabung, tetapi juga menarik minat murid lain untuk ikut serta.

GEMUKKAN bukan sekadar program menulis, tetapi sebuah gerakan literasi yang bertujuan membentuk budaya menulis di kalangan murid Ma’arif NU. Dengan strategi yang tepat, seperti membangun motivasi, menetapkan tema menarik, menyediakan program terstruktur, memberikan pendampingan, memanfaatkan media digital, dan memberikan apresiasi, gerakan ini dapat berjalan dengan sukses dan berkelanjutan. Ramadan menjadi momen terbaik untuk menanamkan kebiasaan menulis yang tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual murid, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan dakwah melalui tulisan kreatif mereka.

 

Meningkatkan Budaya Literasi di Kalangan Murid Ma’arif

Kegiatan GLM Ramadan bertujuan untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dan madrasah yang bernaung di bawah LP Ma’arif NU. Selama program ini berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan tentang berbagai teknik menulis, mulai dari menulis kreatif, berita, esai, hingga refleksi Ramadan. Menulis adalah bagian dari peradaban. Jika kita ingin maju, maka kita harus mendorong generasi muda untuk menulis.

Pelaksanaan GLM Ramadan di delapan kabupaten menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan program ini. Di Pati, misalnya, para peserta diajak untuk menulis tentang pengalaman spiritual Ramadan. Sementara itu, di Wonosobo, peserta aktif dalam membuat jurnal reflektif harian.

Para peserta selama kegiatan hemat saya mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini. Menulis selama Ramadan membuat kami lebih peka terhadap makna ibadah yang dijalani.

Keberhasilan GLM Ramadan 1446 H tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pengurus LP Ma’arif NU, para pendidik, hingga tokoh literasi yang turut berkontribusi dalam pelatihan menulis. Selain itu, media lokal dan nasional juga ikut berperan dalam mempublikasikan hasil karya peserta, sehingga semangat literasi semakin meluas.

Dengan berakhirnya GLM Ramadan 1446 H, diharapkan gerakan literasi ini terus berlanjut dan menjadi budaya di lingkungan pendidikan Ma’arif NU. LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah berencana untuk menjadikan program ini sebagai agenda tahunan yang semakin diperluas cakupannya.

GLM Ramadan 1446 H telah menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di kalangan murid Ma’arif NU. Dengan semangat GEMUKKAN, masa depan literasi di lingkungan Ma’arif NU semakin cerah dan menjanjikan.

Semoga semangat GEMUKKAN ini tidak hanya berhenti di Ramadan, tetapi terus menjadi kebiasaan bagi para murid Ma’arif untuk menulis dan berkarya sepanjang tahun.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu Pati Salurkan Bantuan untuk Keluarga Fitri

    Lazisnu Pati Salurkan Bantuan untuk Keluarga Fitri

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Penyaluran donasi Lazisnu Pati kepada keluarga Fitri PATI – PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada Fitri, warga desa Randu kuning Pati, Jumat (15/10) siang tadi. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi yang terkumpul dari para donatur.  Fitri adalah seorang janda yang telah memiliki dua orang Puteri. Ia saat ini tinggal bersama ayahnya, Karmin di kampung […]

  • Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal  di Perpustakaan Mutamakkin

    Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Dalam rangka menggali pemikiran dan memperdalam keilmuan Almaghfurlah KH Sahal Mahfudh atau akrab dipnggil Mbah Sahal, pengurus Perpustakaan Mutamakkin menggadakan bedah buku  karya Dr. Jamal makmur, MA “Elaborasi Lima Ciri Pokok Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh”, kemarin. Menurut Jamal Makmur selaku narasumber dan penulis kebesaran KH MA Sahal Mahfudh tidak diragukan lagi di kalangan Nahdlatul […]

  • Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

    Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.456
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Dosen IPMAFA Ulama adalah inspirasi utama para santri dan warga Nahdlatul Ulama. Para santri dan warga NU harus termotivasi untuk meneladani para ulama sebagai lentera kehidupan dunia akhirat. Ada dua contoh ulama yang penuh inspirasi keteladanan. Dua contoh tersebut adalah KH. Abdul Karim, perintis pondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, dan […]

  • MTs Manahijul Huda Ngagel Adakan Kompetisi Bulu Tangkis untuk Cetak Atlet Muda Berbakat

    MTs Manahijul Huda Ngagel Adakan Kompetisi Bulu Tangkis untuk Cetak Atlet Muda Berbakat

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.372
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manahijul Huda Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, mengadakan kompetisi bulu tangkis kategori tunggal putra dan tunggal putri tingkat SD/MI Se-kabupaten Pati. Sebanyak 83 siswa mengikuti kompetisi yang berlangsung pada tanggal 22 hingga 25 Oktober 2025 di area GOR MTs Manahijul Huda dan GOR Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati ini. Ketua […]

  • Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.779
    • 0Komentar

    Pati, Sabtu, 18 Juli 2026 – MTs-MA Manbaul Ulum sukses mengakhiri rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Kampanye Anti Bullying yang dikemas melalui kegiatan Jalan Sehat sejauh kurang lebih 1,5 kilometer. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid baru dengan pendampingan bapak dan ibu guru. Sepanjang rute yang dilalui, para […]

  • PCNU-PATI

    Imam Sumali Duduki Kursi GP Ansor 1 Kecamatan Gembong 

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    GEMBONG – Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Gembong telah usai. Kegiatan yang dilakukan di Gedung MWC NU Gembong pada Jumat (30/9) tersebut berjalan relatif singkat.  Sedikitnya, ada sembilan Ranting yang memberikan Rekomendasi kepada Imam Sumali. Secara singkat, pria asal Klakahkasian itu pun terpilih sebagai ketua PAC GP Ansor Kecmatan Gembong masa khidmat 2022-2024.  “Saya mengajak […]

expand_less