Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Gemukkan GLM Ramadan

Gemukkan GLM Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
  • visibility 785
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan 1446 H di delapan titik di Jawa Tengah, yaitu Blora, Pati, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Sukoharjo. GLM Ramadan 1446 H mengusung tema “Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN).”

GLM Ramadan diselenggarakan di delapan titik strategis di Jawa Tengah, yaitu Blora, Pati, Pemalang, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Sukoharjo. Program ini bertujuan untuk membangun ekosistem literasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU serta membekali peserta dengan keterampilan menulis, desain, dan manajemen redaksi. Tema inovatif GLM Ramadan “Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN)” mencerminkan komitmen LP Ma’arif NU dalam mendorong siswa dan santri untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka selama bulan suci Ramadan. Kok bisa?

Strategi Menggemukkan

Ramadan sebagai bulan penuh berkah yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, refleksi diri, dan menumbuhkan kebiasaan positif. Dalam konteks pendidikan, bulan suci ini bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas murid dalam menulis melalui GEMUKKAN. Gerakan ini bertujuan untuk membangun budaya literasi di kalangan murid Ma’arif NU dengan pendekatan yang kreatif dan inspiratif. Namun, bagaimana strategi yang efektif untuk mewujudkan gerakan ini?

Pertama, menanamkan motivasi dan kesadaran literasi Langkah pertama dalam mengimplementasikan GEMUKKAN adalah membangun kesadaran dan motivasi murid tentang pentingnya menulis. Guru dan pengelola sekolah perlu memberikan pemahaman bahwa menulis bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga sarana ekspresi, dakwah, dan dokumentasi perjalanan spiritual selama Ramadan. Diskusi inspiratif, kisah sukses penulis muda, dan pengalaman menulis dari tokoh literasi dapat menjadi pemantik semangat.

Kedua, menentukan tema yang relevan dan inspiratif Agar murid lebih tertarik dalam menulis, tema-tema yang ditawarkan dalam GEMUKKAN harus relevan dengan Ramadan dan kehidupan sehari-hari mereka. Ketiga, membuat program menulis yang terstruktur. Gerakan ini akan lebih efektif jika memiliki program yang terencana dan berkelanjutan.

Keempat, menyediakan bimbingan dan pendampingan. Agar murid, guru, dan tenaga kependidikan semakin berkembang, mereka perlu mendapatkan bimbingan dari guru atau mentor literasi. Kegiatan seperti workshop menulis, bedah tulisan, dan sesi diskusi akan membantu murid meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, melibatkan alumni atau tokoh literasi dalam proses pembimbingan juga dapat memberikan inspirasi tambahan.

Kelima, memanfaatkan media digital dan publikasi. Di era digital, tulisan murid bisa lebih mudah dipublikasikan melalui media sosial, blog sekolah, atau website resmi Ma’arif NU. Dengan memanfaatkan platform digital, karya-karya mereka tidak hanya terbatas dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Selain itu, publikasi ini dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya murid serta menumbuhkan semangat untuk terus berkarya.

Keenam, memberikan apresiasi dan penghargaan. Agar GEMUKKAN tetap berkelanjutan, apresiasi terhadap murid yang berpartisipasi sangat penting. Bentuk penghargaan bisa berupa sertifikat, hadiah buku, atau publikasi karya mereka di media resmi. Apresiasi ini tidak hanya akan memotivasi peserta yang sudah bergabung, tetapi juga menarik minat murid lain untuk ikut serta.

GEMUKKAN bukan sekadar program menulis, tetapi sebuah gerakan literasi yang bertujuan membentuk budaya menulis di kalangan murid Ma’arif NU. Dengan strategi yang tepat, seperti membangun motivasi, menetapkan tema menarik, menyediakan program terstruktur, memberikan pendampingan, memanfaatkan media digital, dan memberikan apresiasi, gerakan ini dapat berjalan dengan sukses dan berkelanjutan. Ramadan menjadi momen terbaik untuk menanamkan kebiasaan menulis yang tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual murid, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan dakwah melalui tulisan kreatif mereka.

 

Meningkatkan Budaya Literasi di Kalangan Murid Ma’arif

Kegiatan GLM Ramadan bertujuan untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dan madrasah yang bernaung di bawah LP Ma’arif NU. Selama program ini berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan tentang berbagai teknik menulis, mulai dari menulis kreatif, berita, esai, hingga refleksi Ramadan. Menulis adalah bagian dari peradaban. Jika kita ingin maju, maka kita harus mendorong generasi muda untuk menulis.

Pelaksanaan GLM Ramadan di delapan kabupaten menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan program ini. Di Pati, misalnya, para peserta diajak untuk menulis tentang pengalaman spiritual Ramadan. Sementara itu, di Wonosobo, peserta aktif dalam membuat jurnal reflektif harian.

Para peserta selama kegiatan hemat saya mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini. Menulis selama Ramadan membuat kami lebih peka terhadap makna ibadah yang dijalani.

Keberhasilan GLM Ramadan 1446 H tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pengurus LP Ma’arif NU, para pendidik, hingga tokoh literasi yang turut berkontribusi dalam pelatihan menulis. Selain itu, media lokal dan nasional juga ikut berperan dalam mempublikasikan hasil karya peserta, sehingga semangat literasi semakin meluas.

Dengan berakhirnya GLM Ramadan 1446 H, diharapkan gerakan literasi ini terus berlanjut dan menjadi budaya di lingkungan pendidikan Ma’arif NU. LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah berencana untuk menjadikan program ini sebagai agenda tahunan yang semakin diperluas cakupannya.

GLM Ramadan 1446 H telah menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di kalangan murid Ma’arif NU. Dengan semangat GEMUKKAN, masa depan literasi di lingkungan Ma’arif NU semakin cerah dan menjanjikan.

Semoga semangat GEMUKKAN ini tidak hanya berhenti di Ramadan, tetapi terus menjadi kebiasaan bagi para murid Ma’arif untuk menulis dan berkarya sepanjang tahun.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rakorcab dan Peringatan Harlah

    PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rakorcab dan Peringatan Harlah

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 827
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) sekaligus Peringatan Harlah IPNU IPPNU, Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Masjid Agung Baitunnur Pati, dan dihadiri oleh 200-an peserta dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten […]

  • PCNU-PATI

    Rumi

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Oleh: M Iqbal Dawami Mungkin ada yang belum tahu Jalaluddin Rumi. Ia adalah sufi cum penyair yang terkenal. Ia berasal dari Balkh, Afghanistan. ia belajar tasawuf kepada beberapa guru, tapi yang paling mempengaruhinya adalah Syamsuddin al-Tabrizi atau Syamsi Tabriz. Sebelum tampil menjadi ahli tasawuf Rumi adalah seorang guru yang memiliki banyak murid. Sekian lama mengajar, […]

  • 50 Paket Sembako untuk Peringati HUT Fatayat

    50 Paket Sembako untuk Peringati HUT Fatayat

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO – Dalam rangka memperingati 72 tahun lahirnya organisasi sayap pemudi NU, Fatayat NU, Pimpinan Fatayat NU Pati menggelar acara bhakti sosial. Kali ini PAC Fatayat NU Tambakromo menjadi tuan rumah peringatan HUT Fatayat NU. Berlangsung Minggu (24/4) pagi tadi, acara dilaksanakan di Gedung MWC NU Tambakromo, PC Fatayat NU Pati menyerahkan 50 paket sembako […]

  • PCNU-PATI

    LKNU bekerjasama dengan Optik Mitra Aulia Puncel, adakan Pemeriksaan Mata Gratis

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2022 beberapa waktu lalu, Lembaga Kesehatan Nahdaltul Ulama Kabupaten Pati bekerjsama dengan Optik Mitra Aulia mengadakan kegiatan kegiatan  pemeriksaan mata secara gratis serta pemberian kaca mata secara  gratis, 14/10 kemarin. “ Kegiatan ini di sponsori oleh NFG dan Essilor Group merupakan produksen kaca mata yang […]

  • Rois Syuriyah MWCNU Dukuhseti: Santri Modern Harus Kuasai Agama dan Teknologi

    Rois Syuriyah MWCNU Dukuhseti: Santri Modern Harus Kuasai Agama dan Teknologi

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.548
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id — Peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menyisakan pesan mendalam bagi generasi muda Islam. Rois Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dukuhseti, Kiai Muhammad Muslim Assalamy, menegaskan pentingnya peran santri di era modern yang serba digital. ​Usai mengikuti rangkaian kegiatan Kirab Hari Santri pada Kamis sore (22/10/2026), Kiai Muslim […]

  • Ratusan Peserta PD-PKPNU Sukses Tuntaskan Kaderisasi

    Ratusan Peserta PD-PKPNU Sukses Tuntaskan Kaderisasi

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Kumandang Selawat Badar dan Mars Syubbanul Wathan menggema di tengah dinginnya malam Lapangan MA Silahul Ulum, Asempapan, Trangkil pada Ahad (5/6). Pasalnya, malam itu dilakukan pembaiatan atas 107 Kader Pemggerak NU yang telah menuntaskan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Pengggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan IX 2026. Sekretaris PCNU, Maskan menyebut, dari 107 peserta tersebut, […]

expand_less