Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Celeng, Babi, dan Anjir

Celeng, Babi, dan Anjir

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 25 Jul 2023
  • visibility 283
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Tiga bentuk umpatan di atas sengaja saya jadikan judul pada artikel ini. Mengingat, ragam bahasa yang digunakan anak-anak dan remaja kita, sekarang ini memprihatinkan. Di semua level. Entah pra sekolah, SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Di kota dan desa sama. Meski bentuk umpatannya berbeda.

Umpatan ditinjau dari bentuknya pun beragam. Pertama, nama binatang seperti asu, babi, celeng, kerbau, dan lainnya. Kedua, kondisi kejiwaan seperti gila, stres, tidak waras, eror, dan lainnya. Ketiga, nama anggota tubuh, seperti matamu, dengkulmu, untumu, dan lainnya. Keempat, umpatan bahasa slang dan bahasa lokal seperti anjir (bentuk lain dari anjing), jancuk/dancuk, sikak, thelo, jidor, puki/pukimai, fuck, matamen picek, bajingan, dan lainnya.

Bentuk umpatan di atas bisa dilihat dari perspektif beragam. Namun umpatan yang diungkapkan tidak sesuai konteks, bukan ekspresi budaya, melainkan dijadikan alat marah-marah, maka hal itu termasuk kerusakan bahasa. Bahkan memang tidak diperbolehkan karena bahasa mengandung kekuatan magis.

*Kerusakan Bahasa Anak*

Secara konseptual, kerusakan bahasa pada anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan. Beberapa bentuk kerusakan bahasa memang beragam. Pertama, penggunaan bahasa kasar, kotor, atau ragam umpatan.

Kedua, gangguan bicara. Anak mengalami kesulitan dalam mengucapkan suara atau kata-kata dengan jelas. Ini bisa meliputi penggantian, penghilangan, atau distorsi bunyi tertentu. Contohnya, anak mungkin mengucapkan “pintu” sebagai “intu” atau “masak” sebagai “matak”.

Kedua, gangguan pemahaman bahasa. Anak mungkin memiliki kesulitan dalam memahami arti kata-kata, kalimat, atau instruksi yang diberikan kepada mereka. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengikuti arah, mengenali objek atau menghubungkan kata-kata dengan maknanya.

Ketiga, kelambatan perkembangan bahasa. Anak mengalami keterlambatan dalam mengembangkan kemampuan bahasa secara umum. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam memahami kata-kata, mengucapkan suara-suara atau kata-kata dengan benar, atau menggabungkan kata-kata menjadi kalimat yang lengkap.

Keempat, gangguan kecerdasan verbal. Anak mungkin memiliki tingkat kecerdasan verbal yang rendah, yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami, menggunakan, dan memproduksi bahasa secara efektif.

Kelima, gangguan keterampilan membaca dan menulis. Anak mungkin mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Mereka mungkin memiliki masalah dalam mengenali huruf, memahami bunyi huruf, memahami teks yang dibaca, atau mengekspresikan diri secara tertulis.

Penyebab kerusakan bahasa pada anak bisa bervariasi. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak termasuk faktor genetik, gangguan pendengaran, gangguan perkembangan, kelainan perkembangan otak, kurangnya rangsangan bahasa yang memadai, atau lingkungan yang tidak mendukung perkembangan bahasa.

Jika Anda mengkhawatirkan perkembangan bahasa anak, penting untuk berkonsultasi dengan seorang profesional seperti ahli bicara atau logopedi. Mereka dapat melakukan penilaian terperinci dan memberikan intervensi yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak. Semakin dini intervensi dimulai, semakin baik peluang pemulihan bahasa anak.

*Perkembangan Bahasa Anak*

Perkembangan bahasa anak merupakan proses di mana seorang anak belajar dan menguasai bahasa dalam berbagai aspek, termasuk kemampuan berbicara, memahami, membaca, dan menulis. Terdapat beberapa perkembangan bahasa anak yang umum terjadi.

Pertama, pada tahap awal kehidupan, anak mulai mengeluarkan suara-suara sebagai bentuk komunikasi. Mereka akan merespons suara-suara yang mereka dengar di sekitar mereka, mulai dari suara ibu, ayah, atau orang lain. Anak-anak juga mulai mengenali suara-suara dasar dalam bahasa mereka sendiri.

Kedua, tahap suara awal. Anak-anak kemudian mulai mengucapkan suara-suaranya sendiri, seperti “mama” atau “dada.” Pada tahap ini, artikulasi belum sempurna, dan anak sering kali mengucapkan suara yang masih belum jelas.

Ketiga, tahap kata tunggal. Pada tahap ini, anak mulai menggunakan kata-kata tunggal untuk menyampaikan makna. Misalnya, mereka mungkin mengatakan “air” ketika mereka ingin minum atau “main” ketika mereka ingin bermain. Anak juga dapat menggabungkan kata-kata untuk membentuk frasa sederhana.

Keempat, tahap kalimat dua kata. Anak-anak kemudian mulai menggunakan dua kata dalam satu kalimat untuk menyampaikan pesan yang lebih lengkap. Misalnya, mereka bisa mengatakan “mama pulang” atau “main bola.”

Kelima, tahap kalimat kompleks. Anak-anak kemudian mulai menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan mengembangkan kosakata mereka. Mereka mampu menggabungkan kata-kata dengan konjungsi seperti “dan,” “atau,” atau “karena” untuk menghubungkan gagasan.

Keenam, kemampuan berbicara yang lebih lanjut. Seiring dengan bertambahnya usia, anak-anak mengembangkan kemampuan berbicara yang lebih lanjut. Mereka bisa mengungkapkan ide-ide kompleks, menggunakan kalimat yang lebih panjang, dan memahami bahasa yang lebih abstrak.

Ketujuh, membaca dan menulis. Pada tahap ini, anak-anak mulai mempelajari membaca dan menulis. Mereka mengenali huruf, menghubungkannya dengan bunyi, dan menggabungkannya menjadi kata-kata. Selain itu, mereka juga mulai belajar menulis huruf, kata, dan kalimat.

*Perlu Pengawalan*

Ketika sudah mengetahui konsep kerusakan bahasa anak dan perkembangan bahasa anak, orang tua harus mengawal mereka. Bagi saya, umpatan itu sah-sah saja karena merupakan bagian dari kehidupan manusia dan bagian dari ragam bahasa di Indonesia.

Banyak kearifan lokal di Indonesia berupa umpatan yang beragam bahasanya. Namun, pengucapannya harus tahu konteks, karena salah satu temuan riset saya, umpatan itu untuk penanda keakraban, kedekatan, dan sapaan, serta ekspresi budaya seorang. “Piye kabarmu, Cuk?” Bagi orang Jawa Timur, ini bukan marah-marah dan kata-kata jelek, namun penanda keakraban. Jika tidak kenal dan akrab, tidak mungkin berani mengucapkan “cuk”.

Maka orang tua dan guru perlu mengawal perkembangan bahasa anak. Sebab, perkembangan bahasa anak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk lingkungan di sekitarnya, interaksi dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya, serta kegiatan pembelajaran yang mereka alami. 

Penting bagi orang tua dan guru untuk memberikan dukungan yang tepat dan memfasilitasi perkembangan bahasa anak dengan membaca bersama, berbicara dengan mereka, dan memberi mereka kesempatan untuk berinteraksi secara verbal dalam berbagai situasi.

Tulisan ini merupakan pandangan saya terhadap beragam varian umpatan yang diucapkan anak-anak. Bisa salah bisa benar. Semua bergantung cara pandang. Bukankah begitu, Cuk?

_-Penulis adalah dosen mata kuliah Bahasa dan Sastra MI/SD Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung._

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Photo by sam sul on Unsplash.

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan. Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren […]

  • PCNU-PATI

    Dosen Inisnu Sebar Artikel Jurnal Scopus, 75 Persen Menggunakan Aplikasi

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Bertempat di gedung Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung menggelar Diskusi Bareng Ramadan & Buka Bersama dengan tema “Membuat Analisis dan Visualisasi Data Kualitatif dengan Open Knowledge Maps, Mendeley, VOSviewer, NVIVO, dan ATLAS.ti” pada Kamis […]

  • Ponpes Al Akrom, Tuan Rumah Pelantikan MWC NU Margorejo

    Ponpes Al Akrom, Tuan Rumah Pelantikan MWC NU Margorejo

    • calendar_month Ming, 29 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id– MARGOREJO – Majis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Margorejo baru saja menggelar Pelantikan. Kegiatan tersebut dihelat di Ponpes Al Akrom, Banyuurip pada Ahad (29/1). Ro’is Syuriyah sekaligus pengasuh Ponpes Al Akrom, KH. Imam Al Mukromin menegaskan bahwa pondoknya memang sudah sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama. Sementara, Ketua Tanfidziyah, Kiai Mahfid menjelaskan dipilihnya […]

  • Pengurus 17 Lembaga PCNU Pati Resmi Lantik

    Pengurus 17 Lembaga PCNU Pati Resmi Lantik

    • calendar_month Rab, 25 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, melantik para pengurus dari 17 lembaga di bawah naungannya. Pelantikan itu digelar dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 1 di Aula Institut Pesantren Matholi’ul Falah (Ipmafa), Margoyoso, Rabu (25/12/2024). Adapun lembaga-lembaga itu antara lain LDNU, LP Ma’arif NU, Lakpesdam NU, RMI NU, Lesbumi NU, LTN NU, LF […]

  • PCNU - PATI

    KH. Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Buku ini menyajikan informasi tentang pemikiran dan perjuangan Kyai Haji Hasyim Asy’ari, termasuk informasi yang selama ini hanya diketahui dan dipahami oleh kalangan santri. Diharapkan pengabdian Kyai Haji Hasyim Asy’ari untuk negeri itu dapat dijadikan teladan dan menginspirasi generasi muda kita untuk lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Wakil Ketua PCNU Jelaskan Dua Syarat Mutlak Suksenya Program NU

    Wakil Ketua PCNU Jelaskan Dua Syarat Mutlak Suksenya Program NU

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.016
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – IPNU dan IPPNU Wonokerto, Pasucen, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati menggelar sarasehan ilmiah, pada Kamis (29/1) malam. Para pelajar ini menggandeng Madrasah Diniyah Ma’arif Wonokerto untuk menyelenggarakan agenda dalam rangka peringatan satu abad NU tersebut. Kegiatan yang berlangsung di gedung NU Wonokerto itu menghadirkan beberapa tokoh ulama, di antaranya KH. Jamal Makmur Asmani […]

expand_less