Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BP4 Pati Adakan Praktek Ubudiyah Santri Putri

BP4 Pati Adakan Praktek Ubudiyah Santri Putri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Nov 2017
  • visibility 554
  • comment 0 komentar

Pati, RMI, Badan Pelayanan Pondok Pesantren Putri (BP4) Pati mengadakan pelatihan bimbingan ubudiyah. Bertempat di aula Madrasah Stanawiyah/Aliyah Al-Hikmah, Kajen, hadir puluhan santri putri utusan dari berbagai pesanten di kecamatan Margoyoso dan sekitarnya. Tampak sebagai narasumber Ibu Nyai Umdah El-Baroroh (pengasuh Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Cebolek) dan Ibu Nyai Royyanach Ahal (pengasuh Pondok Pesantren Permata Al Hikmah, Kajen). (27/10)
BP4 ini merupakan departemen yang ada dalam Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama Pati. Dalam pelatihan kali ini tak hanya mendapatkan pemahaman materi dari pemateri tapi sekaligus mempraktekkannya. Harapan dari panitia santri putri ini mampu mengajarkan kembali materi pada teman-temannya di pesantren.
Terdapat dua sesi dalam pelatihan kali ini, sesi pertama pembahasan mengenai bersuci (thaharah); kajian tentang najis dan jenis-jenisnya berikut cara mensucikannya. Ibu Nyai Umdah El-Baroroh menjelaskan dengan berbagai macam pemahaman fikih yang diajarkan di pesantren-pesantren salaf pada umumnya. Sedangkan, Ibu Nyai Royyanach Ahal menyampaikan tatacara berwudhu dengan baik dan benar, tayammun dan cara mandi besar.
“Alhamdulillah saya bersyukur dan senang sekali melihat antusiasme peserta mengikuti pelatihan ini, padahal itu diadakan hampir seharian, mulai pagi hingga petang, waktu bisa maksimal digunakan, istirahat hanya makan dan Dzuhur saja,” terang neng Yana (sapaan akrab Ibu Nyai Royyanach Ahal) yang juga aktif di Gerakan Ayo Mondok Nasional.
Tak hanya diajari tentang ubudiyah, kegiatan ini juga mempererat silaturrahim santri putri antar pesantren. Peserta merasakan pelatihan ini penting bagi mereka, bahkan peserta justru mengharapkan pelatihan praktek ubudiyah ini dapat sering diadakan.
Pada sesi terakhir, peserta diminta membuat resume kelompok dari keseluruhan materi. Selanjutnya, mempresentasikan resume tersebut didepan forum. Kesan dari peserta kegiatan ini bisa diduplikasi dan menjadi acara rutin BP4, mengingat materi ini merupakan materi sehari-hari yang selalu dipraktekkan.(n)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

    Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

      Nama Abdul Wahab di Indonesia tentu banyak sekali kita temukan di berbagai daerah. Sebuah nama yang kerap dipakai baik dari kalangan priyayi, pemimpin, dan bahkan orang awam. Akan tetapi, kalau saja disebut dengan menambahi nama Kiai Wahab, maka hampir bisa dipastikan yang dimaksud adalah  KH. Abdul Wahab Hasbullah yang dikenal luas semua kalangan masyarakat […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren dan Madrasah Diberi Pelatihan Kewirausahaan oleh BRI Kanca Pati

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kemandirian melalui pengembangan kewirausahaan terus digalakkan di madrasah dan pondok pesantren. Sebab, lembaga pendidikan keagamaan tersebut mulai mengembangkan produk unggulannya agar bisa mendukung perekonomian sehingga menjadi lebih mandiri.  Demi mendukung kemandirian dan berkembangnya wirausaha di madrasah dan pesantren di wilayah Kabupeten Pati, BRI Kantor Cabang Pati mengadakan program Digitalisasi Pendidikan dan Kemandirian 1000 Madrasah […]

  • UPZIS MWC Dukuhseti Terima Predikat A dalam Monitoring ke-5

    UPZIS MWC Dukuhseti Terima Predikat A dalam Monitoring ke-5

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

      Pcnupari.or.id – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Dukuhseti, mendapatkan predikat A (sangat memuaskan) dalam monitoring ke-5 yang dilakukan oleh LAZISNU PCNU Pati, Jumat (18/7/2025). Adapun monitoring ini dilakukan dalam rangka mewujudkan LAZISNU menuju lembaga filantropi terkemuka di Kabupaten Pati. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto, menyampaikan […]

  • Mojo Bersholawat dalam Rangka Sedekah Bumi

    Mojo Bersholawat dalam Rangka Sedekah Bumi

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Pati. Perangkat Desa Mojo berkerjasama dengan Pengurus NU Ranting Mojo Cluwak Pati, Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat dan Pemuda Dermo Wongsho mengadakan Sholawat bersama yang bertempat di Balai Desa Mojo,  19/8 kemarin.             “Acara sholawatan bersama di daerah kami memang belum populer akan tetapi kami akan terus berusaha mengadakannya sedikit demi sedikit, ini adalah kali pertama […]

  • ‘Tetangga’ Lucurkan Web,  NU Pati Ikut Bangga

    ‘Tetangga’ Lucurkan Web, NU Pati Ikut Bangga

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PATI-NU sebagai organisasi berbasis sosial keagamaan yang terus mengedepankan nasionalisme harus bertahan ditengah fitnah-fitnah kaum radikal. Media sosial dan internet menjadi sarang bagi penebar kebencian untuk melancarkan serangan kepada NU beserta amaliahnya. Proses peluncuran web PCNU Kudus di @Hom Hotel. Sumber gambar : nu online Namun tak dipungkiri, serangan-serangan ini justru membuat warga nahdliyyin mulai […]

  • Gus Rozin: Hanya 8 Persen Generasi Milenial Mengakui NU, Kita Harus Waspada

    Gus Rozin: Hanya 8 Persen Generasi Milenial Mengakui NU, Kita Harus Waspada

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.di-Semarang – Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya pengakuan generasi milenial terhadap Nahdlatul Ulama (NU). “Dari data yang kami terima, hanya sekitar 8 persen generasi milenial yang mengakui dan merasa memiliki NU. Ini tentu […]

expand_less