Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berdakwah Dengan Penuh Kelembutan

Berdakwah Dengan Penuh Kelembutan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Pati. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta Banom-banomnya dan Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Se-Kab Pati mengadakan acara Halal Bi Halal dan Festival Hadrah di Komplek Pendopo Kabupaten Pati, 30/7 kemarin. 
KH M Aniq Muhammadun menyampaikan tausiyahnya pada acara tersebut, mengajak kepada umat Islam untuk meniru dakwah Nabi Muhammad SAW yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Hal ini sesuai firman Allah SWT “Fabima rahmatin minallahi linta lahum, walau kunta fadldlan ghalidhal qalbi lanfadldluu min haulika, fa’fu anhum wastaghfirlahum wasyaawirhum fil amr, faidza ‘azamta fatawakkal alalllahi, innallaha yubibbul mutawakkiliin” (Qs Ali Imran 159), sebab kasih sayang Allah, kamu (Muhammad) mampu bersikap lemah lembut kepada kaum (masyarakat arab), jika kamu kasar dan keras hati maka mereka akan lari dari sekelilingmu, maka ampuni kesalahan mereka, mohonkan ampunan dosa-dosa mereka, dan ajak mereka bermusyawarah, maka jika kamu punya membulatkan tekad, maka berserah dirilah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berserah diri.
            Aniq melanjutkan supaya bisa berdakwah dengan penuh kelembutan, ada beberapa cara; Pertama, pahami Islam secara kontekstual. Dalam hal ini harus dibedakan konteks Arab dan Indonesia, khususnya Jawa. Sabda Nabi ittaqun naara walau bisyiqqi tamratin, jauhi neraka walau dengan sepotong kurma. Di Arab, sepotong kurma sudah berharga, tapi di Indonesia harus diartikan berkat (nasi dan ikan).
Kedua, jangan mudah menuduh orang lain dengan stigma negatif, seperti bid’ah, kafir, dan sesat. Dalam konteks bid’ah, hadis kullu bid’atin dlalalah, semua bid’ah adalah sesat, ditakhsis cakupan umumnya dengan hadis man sanna fil Islam sunnatan hasanatan falahu ajruha waajruman amila biha ba’dahu min ghairi anyanqusha min ujuurihim syaian, waman sanna fil Islami sunnatan sayyiatan, falahu wizruha wa wizru man amila biha ba’dahu min ghairi an yanqusha min auzaarihim syaian (HR Muslim). (barang siapa membuat tradisi baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala mereka, dan barang siapa membuat tradisi jelek dalam Islam, maka baginya dosa dan dosa orang yamg mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka).
Jadi, hadis kullu bid’atin dlalalah ditakhsis menjdi kullu bid’atin sayyiatin dlalalah, semua bid’ah yang jelek itu sesat. Jika bid’ahnya baik, maka tidak sesat, justru pahalanya berlipat-lipat.
Ketiga, melestarikan budaya leluhur yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dalam Islam hal ini terjadi. Misalnya sa’i dari shawa menuju marwa yang sudah dilakukan pra Islam kemudian al-Quran melestarikannya (ada dalam al Quran, fala junaha alaihi an yaththawwafa bihima). Tradisi yg bertentangan dgn syariat Islam, seperti zina, minum-minuman keras, tentu harus dihilangkan secara bertahap.
Tradisi Halal Bi Halal merupakan tradisi baik leluhur yang harus dilestarikan, bahkan inisiator utamanya adalah Rais Am Syuriyah PBNU KH Abdul Wahab Hazbullah.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Photo by sam sul on Unsplash.

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan. Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren […]

  • Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

    Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.768
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, beserta badan otonom (banom) menggelar pengajian umum dan gema selawat, Jumat (24/10/2025) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW serta Hari Santri 2025. Meski sempat hujan deras, namun jemaah tetap antusias hadiri kegiatan yang digelar di sebelah barat […]

  • Pelatihan Dai Milenial, LDNU : Dakwah Bukan Cuma Lewat Mimbar

    Pelatihan Dai Milenial, LDNU : Dakwah Bukan Cuma Lewat Mimbar

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Para peserta pelatihan dai milenial oleh PC LDNU Pati yang dilangsungkan di Gedung MWCNU Wedarijaksa, Jumat (15/10) lalu. WEDARIJAKSA – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama  (LDNU) Kabupaten Pati mengadakan pelatihan da’i milenial, Jumat (15/10) di Gedung MWC NU Wedarijaksa. Kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun.  “Ini kali ke delapan, dan menjadikan NU Wedarijaksa sebagai tuan […]

  • PCNU-PATI

    Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 3/12/2023,- Ketika memilih ruang puisi, sepenuhnya ia sadar bahwa dirinya telah masuk ke dalam ruang yang begitu sunyi. “Puisi yang telah saya pilih, yang telah anda pilih, yang telah teman-teman semua pilih, yang telah kita semua pilih, adalah sebuah keniscayaan dari hati paling sepi, langkah paling sunyi dan kata tanpa suara paling […]

  • IPMAFA Bersholawat: Habib Bidin Ajak Para Jamaah Cinta Rasul

    IPMAFA Bersholawat: Habib Bidin Ajak Para Jamaah Cinta Rasul

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    “Monggo, sholawat sing banter. Ojo nonton sholawat, tapi sareng-sareng nderek maos sholawat sing banter. Insya Allah sing paling banter, utange ndang lunas (Mari berselawat yang keras. Jangan menonton selawat, tapi bersama-samalah membaca selawat yang keras. Insya Allah yang paling keras bacaannya, hutangnya segera lunas).” Demikian disampaikan Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf sesaat sebelum […]

  • PCNU - PATI

    Sayangkan Wacana Kebijakan Peremajaan Usia

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ketua PAC IPNU Dukuhseti M. Lailun Najih tak mempermasalahkan, jika IPNU IPPNU fokus mengembangkan kaderisasi di sekolah. Namun, ia menyayangkan terkait wacana kebijakan peremajaan usia. Sehingga, membuat kader yang berusia mahasiswa kehilangan ruang di IPNU IPPNU, akibat kebijakan pemangkasan usia tersebut. “Saya sangat menyayangkan isu tersebut, sekarang lihat saja kader-kader senior yang sudah […]

expand_less