Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Khutbah » Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2015
  • visibility 440
  • comment 0 komentar

الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله الله إلى العالم كله بشيراً ونذيراً. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد صلاةً وسلام اً دائمين متلازمين إلى يوم الدين، وأوصيكم أيها المسلمون ونفسي المذنبة بتقوى الله تعالى. أما بعد:
  Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
                Prinsip dakwah adalah penuh hikmah dan mau’idloh hasanah. Dakwah merupakan salah satu syi’ar agama Islam yang harus senantiasa berlanjut. Bahkan hukumnya adalah wajib dan termasuk bagian penting dari beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab muslimin.
Namun wajib disini bisa memiliki dua sisi pandangan antara fardlu kifayah dan fardlu ‘ain. Kedua sisi hukum tersebut disesuaikan dengan kondisi personal muslim. Ketika para muslim semuanya dalam keadaan taqwa kepada Allah Ta’ala, keilmuannya lebih dominan daripada kejahilan, keadaan iman serta islam berjalan dengan baik, maka kewajiban da’wah kepada Allah masuk dalam kategori wajib kifayah.
                Adapun ketika manusia dalam keadaan jauh dari nilai agama, banyak dari kalangan muslimin yang telah mengabaikan agamanya, baik dalam lingkup personal ataupun sosial, maka dakwah untuk kembali kepada Gusti Allah Ta’ala menjadi Fardlu ‘Ain bagi setiap insan muslim. Kembali bersama-sama mengajak kembali kepada Gusti Allah sesuai dengan batas-batas kewajiban yang seyogyanya dipenuhi. Sebab setiap muslim memiliki batasan aturan main yang harus dipatuhi. Disitulah peran dakwah. Fardlu ‘ain baginya agar aturan main tersebut terlaksana dengan baik, untuk diri sendiri ataupun keluarga.
                Ibadallah…
                Barangkali saat ini kita berada di keadaan yang kedua. Kejahilan, jauhnya pemahaman agama disetiap persoalan, lebih dominan. Daripada itu, dakwah kembali kepada Allah Ta’ala tidak lagi dihukumi fardlu kifayah, melainkan sudah menjadi fardlu ‘ain bagi setiap insan.
                Sebagaimana ketika ada kejadian kebakaran disuatu tempat, kelompok pemadam kebakaran sangatlah sedikit, atau dalam keadaan dimana tidak ada yang memperhatikan bahayanya kebakaran tersebut, maka sudah pasti bahwa bangkit untuk memadamkan api kebakaran tersebut adalah wajib hukumnya. Lantaran berhubungan dengan keamanan manusia. Sekalipun kelompok tersebut sangatlah sedikit, semampu mungkin wajib baginya untuk memadamkan api. Begitupula membaranya api kejahilan yang tampak serta jauhnya manusia dari agama lebih membahayakan daripada membaranya api, sehingga wajib untuk dipadamkan dengan melalui jalan dakwah.
                Akan tetapi perlu diwaspadai bahwa dakwah menuju Allah Azza wa Jalla juga memiliki cobaan wahai hamba Allah… wajib bagi setiap muslim ketika ingin untuk bangkit walau sekedar untuk menggugurkan kewajiban dakwah, baik kepada sekeliling keluarga atau masyarakat yang lebih luas, wajib baginya untuk hati-hati atas afat tersebut.
                Adapun cobaan yang dihadapi oleh seorang da’i cukuplah banyak, yang tidak memungkinkan untuk dibahas disini. Namun yang perlu diperhatikan saat ini diantara afat terbesar yang sering menjangkit para da’i sehingga wajib baginya untuk terlebih dahulu mengobati dari afat ini sebelum masuk dalam medan dakwah; yaitu banyaknya para da’i yang memandang masyarakat sedang terjangkit penyakit sangat parah rusaknya, sehingga dirinya (sebagai dokter) terlebih dahulu putus asa untuk membenahi dan mengembalikan keadaan menjadi baik (sehat) semula. Dirinya memandang masyarakat dengan pandangan putus asa, sehingga dalam mengobati hanya fokus kepada orang yang menginginkan saja, bahkan dia pun tidak memiliki harapan akan hasil dari apa yang dikerjakannya. Melainkan ia memandang rusaknya masyarakat bagaikan orang sakit yang telah dekat dengan kematian. Sehingga tidak ada harapan lagi untuk kembali sehat, berbagai obat dalam pandangannya tidak akan membantu untuk memulihkan kembali. Cobaan itulah yang sering menjangkiti para da’i saat ini, banyak diantara mereka yang memandang keadaan manusia persis dengan pandangan tersebut.
                Padahal, pandangan da’i yang seperti itu sangatlah tidak dapat dibenarkan. Seorang da’i ketika memandang hamba-hamba Allah dalam keadaan apapun, disetiap masa yang ia jumpai dari masa-masa sebelum dan sesudahnya, ketika memandang masyarakat dengan pandangan seperti di atas, maka ia telah bertentangan dengan perintah Rosulullah shollallahu alaihi wasallam. Ia telah bertentangan dengan syari’at Allah Ta’ala, bertentangan dengan apa yang telah digariskanNya dalam KitabNya.
                Ibadallah…
                Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa yang berkata: -keadaaan- manusia telah rusak, maka dialah orang pertamakali yang rusak”. Dalam arti siapa yang memandang kerusakan semua manusia lantaran jauh dari agamaNya, maka orang tersebut yang menempati posisi pertamakali dari apa yang telah nilai. “dialah orang pertamakali yang rusak”.
                Diriwayatkan dari Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam bahwa beliau telah bersabda: “Perumpamaan ummatku seperti air hujan, tidak diketahui apakah awalnya ataukah akhirnya yang baik”. Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam mengatakan tersebut seolah ingin agar seorang muslim -secara umum- atau seorang da’i -khususnya- tetap khusnudlon untuk tidak sampai memandang ummat, dari satu masa ke masa lainnya kecuali memandang dengan penuh harapan, bahwa diantara ummat terdapat kebaikan. Harus senantiasa optimis bahwa diantara mereka masih terdapat orang yang berharap adanya kebaikan. Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk macam tarbiyyah anNabawiyyah yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam kepada kita.
                Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam juga telah bersabda: “Tidak henti-hentinya sekelompok dari ummatku berada di atas kebenaran. Hingga datang keputusan Allah, sedangkan mereka masih tetap seperti demikian”. Dan Allah Ta’ala tidaklah memerintahkan berdakwah kecuali telah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa menaruh harapan, menyertainya dengan keoptimisan, tetap memahami bahwa keadaan tidak terlepas dengan takdir, serta menanamkan dalam diri dan berharap orang yang diajak kelak akan menjadi lebih baik daripada yang mengajak.
                Ibadallah…
                Diantara yang perlu diperhatikan oleh seorang da’i adalah makna yang terkandung dalam firman Allah Ta’ala:
 }فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ}
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah”.
                Dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut lah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam berdakwah kepada orang kafir jahiliyyah, sekalipun mereka adalah orang-orang yang menampakkan kedzaliman dan menyembah berhala. Karena Allah Ta’ala telah memenuhi hati Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam dengan kasih sayang, serta memenuhi hatinya dengan harapan penuh kepada mereka dan mendo’akan mereka, hal tersebut menjadikan para kafir jahiliyyah menerima dakwah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam.
                Kasih sayang, harapan dan do’a itulah rahasia kesuksesan dakwah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam. Kalaulah sedari awal Kanjeng Nabi shollallahu alaih wasallam terlebih dahulu putus asa, putus harapan dan bersikap keras kepada ummat, maka dakwah pun tidak akan menuai kesuksesan dan ajaran Islam tidak akan pernah sampai kepada kita. Inilah makna dari “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.
                Ibadallah…
               Daripada itu, seorang muslim tidaklah boleh berputus asa dalam menghadapi keadaan, barangsiapa yang terlebih dahulu berputus asa akan keadaan manusia, maka seyogyanya dia berputus asa atas dirinya sendiri terlebih dahulu. Sebab siapa yang mengatakan manusia telah dalam keadaan rusak, maka dirinya lah orang pertamakali orang yang rusak. Dan orang yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang kafir dan fasiq.
أسألُ اللهَ عزَّ وجلَّ أن يرزقَنا حسنَ الظّنِّ بعباده، وأن يرزقَنا معَ ذلكَ الغيرةَ على دينه، حتّى يجتمعَ لنا من هذا وذاكَ خيرُ مزيجٍ يسوقُنا إلى السّبيلِ الذي يرضي الله، نأمُرُ وندعوا من خلالِ الغيرةِ على دينِ الله، ونحسِّنُ الظّنَّ بعبادِ اللهِ عزَّ وجلّ ، ونتصوّرُ أنَّ بينهم وبينَ الهدايةِ التفاتةٌ يسيرةٌ واحدة، وما أيسرَ أن تتحقَّقَ هذهِ الالتفاتة. أقولُ قولي هذا وأستغفرُ اللهَ العظيم
                Khutbah ke 2:
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma`arif NU Jateng – Kemenaker RI Gelar Seleksi Magang Kerja Ke Jepang

    LP Ma`arif NU Jateng – Kemenaker RI Gelar Seleksi Magang Kerja Ke Jepang

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Kudus. Senin, 11 Nopember 2024 Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI – IM Japan menggelar seleksi Nasional Pemagangan Jepang di SMK Ma`arif NU Kudus. Kegiatan diikuti oleh 243 Peserta didik Ma`arif dari Jawa Tengah dan juga beberapa peserta dari luar Jawa yang diikutkan dalam seleksi oleh Kemanaker RI. Tim […]

  • PCNU-PATI

    Tim Riset MA Salafiyah Kajen Pati Masuk Final Madrasah Young Researchers Super Camp 2023

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Tim riset Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, menjadi salah satu Finalis Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) 2023 bidang Ilmu Keagamaan Islam. Perlombaan itu diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian RI yang diumumkan beberapa waktu lalu.  Tim MA Salafiyah Kajen beranggotakan dua […]

  • PCNU - PATI Photo by Pexels

    Perayaan Ulang Tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Dikalangan masyarakat umum (awam), bila bertetapan dengan hari kelahirannya, biasanya diadakan perayaan hari ulang tahun, acaranya pun digelar semeriah mungkin, mulai acara potong tumpeng, ucapan selamat, musik-musikan dan lain-lain. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya merayakan hari ulang tahun sebagaimana yang terjadi selama ini ? Jawaban : Hukumnya bid’ah hasanah, apabila terdapat umûrun hasanatun. Referensi : Mukhtashor […]

  • Strategi Penegakkan Perda No 8 Tahun 2013

    Strategi Penegakkan Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Kabar NU. Selasa 18 Agustus 2015. Bertempat di Kantor PCNU Lantai 1, ada diskusi terbatas yang membahas tentang Strategi Penegakkan Perda No 8 Tahun 2013 dalam Perspektis yuridis dan Sosiologis.”Dan di hadiri oleh PD Muhammadiyah, Ansor, Kabag Hukum Pati dan LBH NU Pati serta Lakpesdam NU Pati. “Disamping penegakan hukum juga harus penegakan sosial, dan […]

  • Pagar Nusa Gabus Adakan Ujian Kenaikan

    Pagar Nusa Gabus Adakan Ujian Kenaikan

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Bertempat di Madrasah Abadiyah dan  SMP NU Karaban Pagar Nusa melakukan ujian tingkat. Pada Senin (15/2/2016) hal tersebut dilakukan agar bisa mengetahui prestasi sejauh mana kemampuan para siswa yang belajar di Pencak silat Pagar Nusa.             Pada kesempatan itu, Ketua PAC  Pagar Nusa Ust. Ahmad Qusyairi membuka secara resmi dan sedikit menjelaskan perihal apa itu […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

expand_less