Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
  • visibility 318
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Di era digital yang begitu pesat perkembanganya, menuntut manusia tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga berkarakter. Sebab karakter merupakan sebagai bentuk kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak untuk membedakan dengan individu lain. Adapun terbentuknya suatu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan proses yang relative lama dan terus-menerus.

Karena karakter seseorang dibentuk salah satunya melalui pendidikan karakter baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dan pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah di lingkungan kelaurga. Karena pada dasarnya dalam lingkungan kelaurga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya kemudian.

Model perilaku orangtua secara langsung maupun tidak langsung akan dipelajari dan ditiru oleh anak. Orangtua sebagai lingkungan terdekat yang selalu membimbing, mengasuh dan sekaligus sebagai figur idola anak yang paling terdekat. Bila anak melihat kebiasaan baik dari orangtuanya, maka dengan cepat anak akan mencotohnya, demikian juga sebaliknya bila orangtua berperilaku buruk, maka akan ditiru pula perilakunya oleh anak-anak.

Maka dari sini sangat jelas, anak meniru bagaimana orangtua bersikap, bertutur kata, mengekspresikan harapan, tuntunan, dan kritikan satu sama lain. Sehingga dari semua Tindakan dan ucapan baik dari orangtua akan membawa dampak positif bagi perkembangan anak,demikian juga sebaliknya.

Adapun dalam hal ini, menurut Hurlock menjelaskan,bahwa perlakukan orangtua terhadap anak akan mempengaruhi sikap anak dan perilakunya. Karena sikap orangtua sangat menentukan hubungan keluargayang harmonis dan demokratis.

Oleh karena itu, apabila ditarik lebih dalam, terkait konsep demokratis dalam pola asuh keluarga. Maka halitu,akan diawali dengan kondisi rumah tangga yang harmonis. Sedangkan Ketika kondisi kelaurga tidak harmonis, tentunya konsep pola asuh demokrasi tidak berjalan dengan semestinya atau bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali.

Konsep Demokrasi dalam Keluarga

Pertama, tidak ada diskriminasi. Kelurga harmonis merupakan sebagai tampilan dari keluarga demokratis. Karena dalam keluarga demokratis tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Dan semua anggota di dalam rumah diperlakukan sama. Inilah cerminan dari poal asuh demokratis di dalamlingkungan keluarga. Maka, istilah diskriminasi, kekerasa, dan sifat otoriter tidak diperkenankan dalam hal melakukan pola asuh.

 Kedua, semua anggota rumah tangga bebas menentukan keinginan. Rumah tangga yang demokratis akanmemberikan kebebasan kepada anggota keluarganyauntukmenentukan sikap. Seorang ayah yang demokrat tentu tidak memaksakan kehendak pada anaknya dalam menentukan pilihan. Adapun dalam hal ini,tanda yang dapat dilihat adanya komunikasi yang sehat antara anak dan orangtua untuk menetapkan suatu pilihan.

Ketiga, tidak ada kekerasan. Ciri lain dari pola asuh demokratis adalah tidak memperlakukan Tindakan kekerasan dalam proses mendidik dan membina anggota keluarga, dengan alasan kewibawaan orangtua tidak selalu berawal dari sikap yang keras. Seorang ayah yang demokrat senantiasa memberikan pilihan terbaik bagi anak-anaknya, serta tidak bertindak semena-mena.

Oleh karena itu, konsep demokrasi bisa berjalan dalam lingkungan keluarga, apabila dari orangtua memberikan contoh, melakukan pembinaan, melakukan kontroling terhadap anak, dan penanaman disiplin dalam lingkungan keluarga, maka perilaku yang demokratis akan melahirkan perilaku yang berbudaya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Susan Wilkinson

    Mr. Bunglon

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Lalu apa rencanamu, Bu Dokter?” Tanya Faris datar. Wajah Najiya kembali mendung. Pandangannya menyapu lantai. Sepasang matanya berkabut. Ia menghela napas sambil menata hati. Ia harus segera mengambil keputusan. Kemana kedua kaki itu akan melangkah selanjutnya. Tak mungkin ia menumpang hidup terus di panti. Kembali ke rumah? Ah, dia belum siap […]

  • PCNU-PATI

    Peringati Maulid Nabi, Pramuka Mathaliul Falah Kajen Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, kembali melaksanakan kegiatan pramuka setelah sempat terhenti selama dua tahun sejak pandemi. Kegiatan kepramukaan itu dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung pada Kamis (06/10/2022) di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan itu diikuti 1.633 peserta yang terdiri […]

  • Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kabar duka kembali menyelimuti NU. Setelah kepergian KH. Maimun Zubair (mustasyar PBNU), datang lagi berita meninggalnya salah satu Ketua PBNU. H. Sulton Fatoni berpulang ke hadirat Allah pada Kamis (8/8) pukul 00.03 WIB dini hari tadi. H. Sulton Fatoni (foto : NU Online) Kepulangannya diiringi tangis pilu keluarga dan kesedihan mendalam bagi NU. Pasalnya belum […]

  • Follow Up Makesta, IPNU IPPNU Jetak Ziarahi Makam Tokoh Desa

    Follow Up Makesta, IPNU IPPNU Jetak Ziarahi Makam Tokoh Desa

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

      Para kader IPNU IPPNU Jetak berpose usai berziarah di salah satu makam tokoh desa  WEDARIJAKSA – Dalam rangka follow up Makesta ke 3, PR IPNU IPPNU Desa Jetak menggelar ziarah ke sejumlah makam tokoh desa, Jum’at (1/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh peserta Makesta IPNU IPPNU Desa Jetak. Selain itu Ketua PAC IPNU IPPNU […]

  • KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

    KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen, Pati, Jawa Tengah dipanggil Yang Maha Kuasa. Menurut keluarga, beliau wafat di Turki pada hari ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H/19 Februari 2017. KH A. Nafi’ Abdillah adalah putra KH. Abdullah Zein Salam bin KH Abdussalam. Kakeknya KH Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal […]

  • PCNU - PATI Photo by Manas Taneja

    Hukum Minum Air Yang Berada di Masjid

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

          Ada seorang melakukan perjalanan pada saat dia berpuasa.Ketika waktu maghrib tiba,dia mampir ke masjid untuk melakukan solat.karena seharian berpuasa,dia haus,maka dia sekalian minum air dari kulah masjid. Pertanyan: Bagaimana hukum minum air yang berada di masjid? Jawaban : Boleh apabila dilokasi tersebut  tidak ada larangan tertentu Referensi : Al Fatawiy Al Fiqhiyyah Al Kubro […]

expand_less