Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
  • visibility 510
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, moral (etika), karakter, dan kemandirian kepada santri. Oleh karena itu, pesantren sangat penting dalam membentuk tumbuh-kembangnya santri kelak terjun di masyarakat.

Adapun dalam perjalanan sejarahnya, pesantren terus melakukan inovasi dan konsesi tertentu untuk menemukan pola yang dinilai cukup tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan yang kian cepat berdampak luas di dunia pesantren. Sehingga pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relewan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan).

Sebagai lembaga yang tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga pesantren mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Yakni pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat di lingkungannya. Dengan kata lain, pesantren mempunyai keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan dengan komunitas lingkungannya.

Karena adanya keterkaitan erat dengan komunitas lingkungannya, pesantren bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu mengembangkan diri dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia secara keseluruhan. Sehingga pesantren mampu mencetak generasi muda bangsa yang mampu memberikan warna tersendiri terhadap perubahan sosial di lingkungan masyarakat.

Ekspansi Pesantren

Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren, yang semula rural based institution menjadi juga lembaga pendidikan urban yang menyebar luas ke Nusantara dan bahkan sampai ke mancanegara. Dengan kata lain pesantren mengalami perubahan yang pesat dan diminati para calon orangtua santri untuk menyekolahkan dan memondokkan anaknya dalam pesantren.

Eksistensi pesantren di masyarakat tidak bisa dianggap biasa, justru mereka memiliki reputasi cukup baik dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan bangsa serta lingkungan masyarakat. Salah satu kontribusi pesantren terhadap lingkungan sekitar antara lain yaitu.

Pertama, banyak alumni atau santri yang tersebar di pelosok desa di lingkungan masyarakat sekitar. Dari banyaknya alumni yang tinggal di desa rata-rata menjadi tokoh masyarakat (orang yang ditokohkan masyarakat) dalam bidang ilmu agama. Misalnya menjadi imam musala, masjid, dan menjadi rujukan hukum agama di lingkungan masyarakat. Sehingga dari situ masyarakat tidak bingung ketika mencari referensi masalah persoalan agama.

Kedua, khidmah di masyarakat. Rasa khidmah yang dimiliki santri sudah terbentuk dan tertanam di pesatren. Maka tak ayal apabila santri tinggal di lingkungan masyarakat memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Sehingga modal khidmah yang dimiliki oleh santri akan mempermudah santri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, modal khidmah dan rasa optimis harus ditanamkan dalam benak santri agar ketika santri di masyarakat tidak minder justru santri bisa mewarnai di lingkungan masyarakat melalui segudang ilmu yang diperoleh santri selama di pesantren bisa diaplikasikan.

Ketiga, pesantren selalu menanamkan sifat optimis dalam menatap masa depan. Optimis ini dimulai dari niat awal untuk menuntut ilmu, menggapai ridha Allah, menghilangkan kebodohan, bukan mencari dunia, popularitas, jabatan, melainkan hanya untuk thalabul ilmi.Setelah itu rajin melakukan riyadlah (tirakat), baik itu puasa, mengurangi tidur, dan memperbanyak membaca wirid atau zikir (ijazah dari kiai), dan lain sebagainya. Baru setelah menguasai ilmu, kembali ke tengah masyarakat dengan optimisme tinggi, berwirausaha untuk menggapai kemandirian ekonomi dan mendidik masyarakat untuk mengamalkan ilmunya.   

Keempat, pesantren melatih santri untuk melek organisasi sebagai media untuk memperjuangkan agama. Organisasi mempunyai peran penting untuk membentuk mental dan kepribadian yang toleran, demokratis, dan pluraris. Sehingga organisasi mendorong santri untuk aktif mengembangkan keilmuan dan waasan masa depan. Ineteraksi dan relasi sosial yang luas menuntut santri untuk beradaptasi agar tidak ketinggalan dan lebih dari itu berusaha menjadi pemimpin yang memandu perubahan dari hiruk-pikuk perkembangan zaman.

Kelima, pesantren mengokohkan visi sosialnya kepada santri secara efektif. Karena visi sosial adalah pandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan.

Dengan demikian dari kelima komponen di atas sangat jelas, bahwa pesantren dalam menanamkan nilai-nilai mulia kepada santri untuk senantiasa ikhlas, tulus dalam thalabul ilmi bukan karena dunia, melainkan karena Allah. Dengan begitu, santri akan dimudahkan dalam belajar untuk menggapai cita-citanya. Dan tentunya dari sini pesantren tidak kesulitan dalam mencetak kader bangsa untuk melakukan sebuah perubahan sosial. Dengan kata lain pesantren merupakan agen of development. Dari pesantren untuk negeri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Zakat sebagai Alternatif Pemberdayaan Umat

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagain dari hasil usahamu yang baik-baik dan Sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan mengalihkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha […]

  • PCNU Pati Hadiri Public Hearing Raperda Pesantren yang Digelar DPRD

    PCNU Pati Hadiri Public Hearing Raperda Pesantren yang Digelar DPRD

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menggelar public hearing, Jumat (11/11/2022) siang, di Ruang Paripurna. Kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren, yang tengah digodok oleh Komisi D DPRD Pati. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, KH Yusuf Hasyim memyampaikan terimakasih kepada Dewan Pati karena sudah […]

  • 712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

    712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Menumbuhkan sikap peduli dan peka terhadap kesehatan masyarakat, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melaksanakan donor darah. Hal tersebut ditunjukkan para siswa dan guru yang berada di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen yang meliputi MA, SMK dan MTs Salafiyah. Mereka tampak antusias sebagai pendonor dalam kegiatan  yang di selenggarakan oleh Palang Merah Remaja […]

  • Harsosnas ala PC Muslimat NU Pati

    HARSOSNAS ala PC Muslimat NU Pati

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Harsosnas ala PC Muslimat NU Pati Pcnupati.or.id. Pimpinan Cabang Muslimat NU mengadakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Rangka Hari Sosial Nasionla Muslimat NU (Harsosnas) Ahad, 6 Oktober 2024 bertempat halaman Gedung Muslimat NU (depan Joyo Kusumo) “Dalam acara ini tidak hanya hanya Korda sekaresdanan Pati sekaligus peringatan maulid Nabi dan Harsosnas, biar efektif […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

  • PCNU-PATI

    Ini Pesan Ro’is Syuriyah PCNU Pati Jelang Tahun Politik

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Rapat koordinasi PCNU Pati yang dilaksanakan hari ini, Ahad (18/12) siang dihadiri oleh puluhan tokoh NU. Mereka adalah para pengurus harian PCNU Pati, pengurus lembaga dan juga ketua MWC-NU dari penjuru Kabupaten Pati.  Dalam agenda bertajuk Rapat Koordinasi menyambut 1 Abad NU dan Sosialisasi AD/ART NU tersebut, KH. Aniq Muhammadun, Ro’is Syuriyah PCNU […]

expand_less