Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Berkembang, Orang Tua Harus Cemerlang

Anak Berkembang, Orang Tua Harus Cemerlang

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
  • visibility 470
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Saya berusaha menuntut diri untuk menulis tentang anak-anak secara rutin. Lambat laun menjadi sebuah kesukaan. Bagi saya anak-anak adalah makhluk kecil yang istimewa. Namun seringkali keberadaannya seringkali disepelekan dan dianggap sebagai pelengkap keluarga saja. Bahkan dengan kehadirannya tersebut terkadang membuat kita bertindak sangat dominan atas dirinya dan pilihannya. Meski saat ia belum lahir, kita selalu mengusahakan kehadirannya disisi kita.

Anak-anak hanyalah titipan dari Sang Esa. Bagaimanapun bentuk fisik dan kepribadiannya adalah sesuatu yang istimewa. Kita lupa bahwa seorang anak adalah turunan dari orang tuanya. Sikap dan kepribadiannya pun tak jauh berbeda dengan mereka. Namun terkadang kita tak menyadari. Kita berusaha menjadikannya sebagai seseorang yang membanggakan untuk kita. Tapi usaha tersebut seringkali membuat kita memaksa dan menuntut dirinya.

Terbukti saat mereka menginginkan sesuatu sedangkan dalam pandangan kita hal itu adalah sesuatu yang salah, lantas kita memarahinya. Kita bertindak sangat agresif. Kita lupa bahwa mereka juga punya hak menentukan apa yang mereka suka meski usianya masih kecil. Bahkan kita menuntut mereka agar bertindak sesuai dengan yang kita mau, bukan yang mereka mau.

Seharusnya kita menyadari bahwa kehidupan ini terus berkembang. Begitu juga dengan pola asuh kita. Jika kita memakai pola asuh yang diterapkan orang tua kita terdahulu terhadap anak generasi sekarang tentu sangat tak relevan. Jika dahulu menggunakan pola asuh dengan keras agar anak patuh itu berhasil, sebaliknya pola asuh sekarang yang tepat adalah menjadi teman anak-anak tetapi tak lantas membiarkan mereka begitu saja.

Saya ada cerita dari seorang laki-laki yang telah menjadi seorang ayah. Ketika pagi saat anak sulungnya hendak berangkat sekolah, terlihat beradu argumen dengan ibunya. Usut punya usut si anak meminta jatah uang jajan yang sedikit lebih banyak dari biasanya. Si anak meminta lima ribu rupiah, tetapi ibunya tak memberikannya dengan alasan setiap hari uang sakunya hanya empat ribu rupiah. Si anak dan ibu saling kuat mempertahankan pendapatnya masing-masing. Hingga si anak memutuskan untuk tak berangkat sekolah jika tak dikasih uang saku yang ia inginkan.

Saya mencoba menganalisis mengapa sang ibu tetap teguh pada pilihannya. Barangkali ia tak mau anaknya jadi seorang pemboros nantinya. Niat ini sangat bagus namun menjadi tak bagus karena memaksakan si anak tanpa ada toleransi atau pilihan lainnya. Untung saja ayahnya punya cara untuk membujuk si anak agar tetap mau berangkat sekolah dan keinginan ibunya juga terpenuhi. Ayahnya memberi uang lima ribu tetapi dengan syarat yang seribu harus dibawa pulang untuk ditabung. Tak disangka jurus ini berhasil.

Dari kejadian ini semestinya kita bisa mengambil pelajaran bahwa dalam mengasuh anak diperlukan sebuah cara agar tak menyinggung kemauan sang anak dan keinginan kita sebagai orang tua tetap terpenuhi. Akan sangat bahaya jika sang anak tetap dipaksa untuk mengikuti kemauan orang tua. Tak perlu dengan berkata keras atau memarahi anak, cukup dengan lembut dan ditambah trik. Ibarat seorang pesulap yang memakai trik untuk mengelabui penontonnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

    MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.902
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Banyaknya kasus keracunan yang mencapai angka lima ribu lebih menjadikan program ini menunai kritik pedas. Wali murid dan publik sangat menyayangkan kasus keracunan ini. Analisis banyak kalangan menyatakan bahwa anggaran besar MBG yang mencapai 335 triyun ini jika tidak diawasi dengan ketat dan disiplin […]

  • Ruqyah Massal Dilaksanakan Sehari, Masyarakat Minta Tambah

    Ruqyah Massal Dilaksanakan Sehari, Masyarakat Minta Tambah

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pelaksanaan ruqyah massal di Kecamatan Gembong yang diselenggarakan oleh Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) berjalan lancar. Namun demikian, banyak masyarakat merasa kecewa dengan agenda ini, sebab hanya dilaksanakan sehari saja. “Saya mendapatkan laporan bahwa banyak masyarakat yang kecewa karena kegiatan ini hanya dilakukan sehari saja.” Tutur K. Sholikhin, Ketua MWC NU Gembong sambil berkelakar. Peserta ruqyah […]

  • Kemah Wisata Gedong Songo Perkuat Edukasi Lingkungan Peserta

    Kemah Wisata Gedong Songo Perkuat Edukasi Lingkungan Peserta

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.728
    • 0Komentar

      Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah juga diisi dengan kegiatan kemah wisata ke kawasan Candi Gedong Songo, Bandungan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) sebagai bagian dari pembelajaran luar ruang bagi para peserta. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti jelajah kawasan wisata sejarah tersebut. Selain mengenal situs cagar budaya, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan Produktif Berliterasi

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.279
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Pada Kolom Ramadan 2024, saya telah menulis di Pcnupati.or.id sebuah tulisan sederhana berjudul Ramadan: Bulan Literasi dan Numerasi” pada 30 Maret 2024. Pada 5 Maret 2025, saya menulis Puasa dan Produktivitas Kerja. Pada 19 Maret 2025, saya menulis kolom berjudul Ramadan itu Bulan Produktif!. Selama Ramadan 2025 kemarin, saya menginisiasi GLM Ramadan […]

  • Melatih Mental Santri  Tabligh

    Melatih Mental Santri Tabligh

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Pati. Darul Hadlanah YKMNU Pati mengadakan tabligh yang merupakan salah satu kegiatan setiap dua bulan satu kali di bawah tanggung jawab seksi pendidikan kepengurusan santriwati Darul Hadlanah. Senin, 13/11 kemarin.             “Tujuan di adakannya kegiatan tersebut yaitu bertujuan untuk melatih santri agar terbiasa tampil di depan khalayak ramai. Selain itu juga untuk menyalurkan bakat-bakat yang […]

  • PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU ) Dukuhseti gelar acara buka bersama dan Musyawarah Pra Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu (8/4/2023). Kegiatan ini berlangsung di Gedung MWC NU Dukuhseti. Hadir dalam kesempatan itu, Pembina IPNU dan Ketua PC IPNU Kabupaten Pati. Ketua PAC […]

expand_less