Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
  • visibility 464
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Kemarin malam saat sedang menikmati secangkir teh, sebagai pengantar istirahat malam saya mendapatkan pesan di Whatsapp dari orang yang saya sayangi. Singkat padat dan terkendali.

“Mas kejadian tadi buat tulisan buat hari Rabu ya,”

Saya langsung mengiyakan saja permintaanya; sedangkan tulisan dengan judul Dari Rumah Ke Rumah akan saya publish pada Rabu mendatang.

Ceritanya begini, pada suatu kala, maksudnya pada sore hari, ketika saya denganya makan sore untuk pengawalan makan malam. Sebab saya lagi menjalani program diet yang seharusnya berhenti makan setelah matahari terbenam di ufuk barat. Meski berat akan tetapi akan dan di paksa harus dilakukan, seperti halnya Nobita saat membuktikan cintanya pada Shizuka.

Di tempat langganan, saya memesan pecel lele sedangkan teman saya memesan cumi cumi goreng. Kami bertiga, makanan yang kami pesan sudah di iyakan, minuman sudah ditanyakan. Saya kira cepat, akan tetapi penjualnya masih sibuk bungkus sana bungkus sini, lirik ke sana, lirik kemari. Sedangkan kami yang duduk dengan tekun, menunggu hidangan yang telah kami pesan dengan penuh khidmat. Lama. Seakan di cuekin saja. Selain itu, ketika ada orang yang dating, memesan dan membungkus selalu di iyakan. Tanpa memperdulikan apakah orang yang pesan dan makan di tempat sudah terlayani belum? Bisa jadi penjualnya berfikiran yang penting  banyak yang pesan terlebih dahulu, soal lainya bisa di pikir belakangan.

Dari menit saat saya pesan hingga hidangan tersajikan satu jam lebih, itu pun amburadul. Cumi cumi goreng dingin dan pecel lelenya tak seperti biasanya, sambalnya pun sampai dobel dobel. Bahkan kami bertiga yang di hidangkan hanya dua. Benar apa yang dikatakan orang tua dulu, terkadang saat kita memburu omset banyak kita telah melupakan pelayanan yang maksimal.

Ada peribahasa terbaru menjelaskan Dinosaurus di Samudra nampak jelas sedangkan Kutu di pupil mata tak nampak. Melalui peribahasa tersebut bisa menggambarkan kondisi saya saat itu, perut lapar, menunggu hindangan tak kelar kelar. Malahan si penjualnya lebih mendahulukan yang bungkus sedangkan yang makan di tempat di tunda tunda, apakah ini adil? atau ini adalah sebuah ujian kesabaran, saya kira soal ini bukan kesabaran akan tetapi seharusnya dilontarkan. Bukankah, newongke wong itu perlu, dan tentu kita semua paham pembeli adalah raja.

Saya hanya mengerundel, meskipun terkadang dalam hati sumpah serapah dan jampi jampi mau dikeluarkan, dan alhamdullah tak jadi. Dan pada akhirnya saya dan teman saya memputuskam dengan seksama dalam tempo se singkat singkatnya, tak akan kembali lagi. Cukup sekali tersakiti setelah itu menyembarkan informasi tentang pelayanan, tentang kondisi yang sedang saya alami.

Dalam menjalankan usaha terutama restoran, rumah makan bahkan penyetan di pinggir jalan, yang terpenting yaitu pelayanan, kenyamanan kepada pembeli yang datang. Dengan begitu pembeli yang datang akan bercerita pada teman, saudara bahkan kolega. Jika makan disana itu enak, pelayanannya maksimal dan lain seterusnya.

Berbeda lagi apabila mengesampingkan pembeli yang datang dan lebih mementingkan yang orderan. Maka yang terjadi adalah waktu berbicara, kapan rumah makan dan penyetan di pinggir jalan tersebut selesai beroperasional, sebab sumpah serapah akan terus bermunculan ketika ada yang di kecewakan.

Bisa jadi senja kemarin saya dengan teman saya yang tersakiti, setidaknya bisa menahan diri. Belum tentu besok  hari, jika orang lain yang mengalami  akan melakukan hal yang sama menahan diri, bisa jadi orang lain akan mempublikasikan tentang hal hal yang tak mengenakan ke media sosial. Pada akhirnya kelar sudah.

Dengan kejadian yang saya alami tersebut saya ada tips apabila mengalami  kejadian sama seperti saya; pertama, ganti tempat, kedua bayar apa yang kita pesen dan suruh penjualnya yang makan, ketiga doakan semoga tak ada lagi korban yang sama. Sebuah tips sederhana bisa dipraktikkan, tentu semua itu harus melalui pertimbangan yang dalam dan masak sesuai dengan kadar kewajaran dan kesabaran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Senin (2/9). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam rakor tersebut. Diantaranya adalah koordinasi Selametan Bumi Pesantenan, Pembaretan seribu Banser, istighotsah kubro dan khotmil qur’an bil ghoib sebanyak seratus khataman. “Banyak program kerja yang harus kita selesaikan. Ada proker jangka pendek dan jangka panjang. Dan […]

  • Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.804
    • 0Komentar

    Pati, Sabtu, 18 Juli 2026 – MTs-MA Manbaul Ulum sukses mengakhiri rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Kampanye Anti Bullying yang dikemas melalui kegiatan Jalan Sehat sejauh kurang lebih 1,5 kilometer. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid baru dengan pendampingan bapak dan ibu guru. Sepanjang rute yang dilalui, para […]

  • PCNU-PATI

    Ketok Palu! Kiai Mustofa dan Kiai Marzuki Pimpin NU Tambakromo

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 748
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Setelah jabatan pengurus MWC-NU Tambakromo periode 2018-2023 berakhir pada Ahad (7/8) lewat konferensi MWC, kini NU Tambakromo memiliki ketua baru.  Kiai Marzuki Abbas sukses naik takhta setelah melewati dua nama yang direstui Syuriyah. Ke duanya adalah KH. Suwarno dan K. Edy Supriyanto. Sementara, untuk Ro’is MWC NU Tambakromo masa khidmat 2023-2028 dijabat oleh Kiai […]

  • Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.658
    • 0Komentar

      Dialog kebangsaan menjadi bagian penting dalam Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui agenda temu tokoh. Kegiatan ini menghadirkan Wakil DPRD Jawa Tengah Mohamad Soleh, ST, M.En, Syarif Abdullah, serta artis ibu kota Vicky Prasetyo. Temu tokoh yang digelar di Buper Candrabirawa, Ungaran, tersebut diikuti ratusan peserta dengan antusias. Para […]

  • Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 725
    • 0Komentar

    GAZA-Bukan hanya warga NU dan Indonesia, sosok Mbah Maimun Zubair ternyata juga sangat digandrungi oleh bangsa lain. Sebut saja orang-orang arab yang sangat terlihat penghormatannya saat Mbah Moen berpulang (6/8) lalu. Salah satu potongan video yang memperlihatkan proses sholat ghaib yang diadakan oleh Warga Palestina untuk almarhum Mbah Moen Akhir-akhir ini beredar video yang merekam […]

  • Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    PATI – PC Lazisnu Pati menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 kepada PCNU Pati pada Jumat (29/4) di Gedung NU, Pati. Laporan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Lazisnu Pati, Muhammad Niam Sutaman dan diterima secara langsing juga oleh Ketua PCNU Pati, Kyai Yusuf Hasyim. “Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 baru saja kami serahkan kepada […]

expand_less