Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ke (IRI) an

Ke (IRI) an

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
  • visibility 296
  • comment 0 komentar

Sepulang dari bekerja. Perjalanan pulang dengan santai. Sebab kemarin saat saya berusaha pulang lebih cepat, pada akhirnya saya terjatuh dengan kaki lecet dan tangan masih terasa linu linu hingga saat ini; bahkan saat saya menulis parodi ini, kaki, tangan dan badan masih terasa pegel linu bahkan sedikit meriang.

Setelah melakukan aktifitas rutinan, saya mendapatkan pesan dari seseorang yang intinya dia bercerita perihal pekerjaanya di kantor. Perihal tangung jawab yang harus dia emban, perihal pekerjaan rutinan harian dan bahkan soal akhir bulannya. Sering mumet ria membuat laporan bulanan. Makluam pekerjaan kantoran adalah pekerjaan pikiran, berbeda dengan pekerjaan lapangan yang banyak mengunakan ke okolan jadi tak bisa di sama ratakan. Dan apabila ada yang menyamakan berarti ada ke iri an.

Dari cerita teman saya tersebut, panjang dan lebar; bahwa di kantornya ada yang iri, perihal gaji, perihal fasilitas dan apa saja. Yang lebih aneh lagi yang iri tersebut adalah orang yang pekerjaannya tanpa menggunakan akal. Kalau dalam bahasa saya khayawanun natiq tapi nategnya hilang. Jadi bisa di simpulkan sendiri.

Setelah mendapatkan cerita. Lebih tepatnya adalah curhatan. Saya terus googling, mencari informasi, telik sandi saya pergunakan, setelit Nasa saya manfaatkan, bahkan baling baling bambu, kantong ajaibnya Doraemon tak luput untuk saya pergunakanki9. Hanya untuk mengetahui orang tersebut seperti apa? Bagaimna dia bersosial bermasyarakat dan berukurun tetangga, berrukun warga lain sebagainya.

Setiap usaha akan membuahkan hasil. Proses tak mungkin menghianati hasil. Semua komponen informasi saya kumpulkan; saya pilah dan pilih katagorei a saya bedakan dengan kelompok s dan hasilnya u pun saya sendirikan. Ketika selesai menyeleksi semua infomasi yang masuk dan memetakannya, pada akhirnya saya mendapatkan ingklusi yaitu pertama, orang tersebut dimana pun ia bertempat selalu bikin masalah, mulutnya bijaksana akan tetapi tingkah dan polahnya tak sama. Bahkan pernah kejadian untuk memenangkan alibinya ia menginjak rekan kerjanya.

Kelanjutan dari data a terkait lingkunganya dan infomasi s perihal teman dan kolega, serta data u terkait ungkapan ungkapan yang keluar dari mulut manisnya. Kedua, rasa ingin tahunya tinggi akan tetapi dipergunakan untuk mengibuli. Bukan ranahnya di ambil, bahkan selalu mencari celah untuk menambah pendapatan secara finansial. Ketiga dimana pun orang tersebut bersosialisasi dengan orang lain selalu tertolak, di hindari karena apa yang di pituahkan tak sesuai dengan apa yang di polahkan.

Setelah saya mendengarkan dan menganalisis curhatan teman saya tersebut, meskipun saya sempat emosi sesaat. Saya dan Anda harus hati hati ketika bertemu dengan orang seperti itu, baik bertemunya di dunia nyata atau pun di dunia lain. Saya dan Anda tak usah mengatakan saya baik, saya bijaksana, penuh empati, kalau keseharian kita bergaul dengan siapa saja tanpa mengatakan itu, orang lain akan menilai. Seperti halnya Chitah tak perlu menunjukan dia jago berlari pada anjing.

Terakhir saya harus mengingatkan pada diri sendiri apabila orang seperti itu tak baik, meskipun bisa jadi sudah di naas dari Tuhan, atau bisa jadi waktu pembuatan nya dari tanah sengketa, kita sebagai manusia hanya mengira ngira. Padahal yang lebih penting adalah saya harus bisa mengelola emosi diri sendiri. (Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan itu Bulan Macul Langit

    Ramadan itu Bulan Macul Langit

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pacul itu cangkul. Tapi dalam bahasa Jawa, macul  berarti mencangkul. Lalu, bagaimana jika macul langit? Langit kok dipacul.   Sebenarnya, macul itu bermakna luas. Dalam bulan Ramadan, ibaratnya kita “banjir” pahala karena Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan peluang bagi setiap hamba untuk […]

  • PCNU - PATI

    Santri Piouner dan Memiliki Kecerdasan Mileneal

    • calendar_month Sab, 6 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Oleh : Fikrul Umam Ms* Memperingati Hari Santri 2022, Pesantren memiliki corak pandang dan gagasan intelektual. Santri dituntut kemandirian dan memiliki kompetensi (Prof. Dr. KH. Yudian Wahyudi, 2021). Santri Indonesia memiliki kekhasan dan keimanan dalam bidang tertentu; yakni Santri harus manut dengan Kiai, Santri dididik untuk memiliki kemandirian, santri dituntut untuk berilmu pengetahuan. Kemungkinan yang […]

  • PCNU-PATI

    Kitab Alamat KH. Hasyim Asyari

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar
  • PCNU-PATI

    Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Dia seorang muslimah yang taat. Tubuhnya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar. Hampir semua waktunya dihabiskan untuk sholat, baca al-qur’an dan berdzikir. Dia memilih hidup yang sufistik yang demi ghirah kezuhudannya kerap dia hanya mengkonsumsi roti ala kadarnya di sebuah pesantren mahasiswa. Cita-citanya hanya satu : untuk menjadi muslimah yang beragama secara kaffah.

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Tadarus Data dan Filter Bubble

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.093
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Kadang, saat judeg ketika nguji tesis atau skripsi mahasiswa, mereka puyeng tak bisa jawab, saya sering iseng tanya dengan pertanyaan receh. Apa yang Anda maksud dengan data? Atau data itu apa? Karena mungkin grogi, atau sudah pening, mahasiswa itu jawab ke mana-mana. Padahal jawabannya simpel, data itu ya informasi. Ya, data itu […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Relasi NU, Agama, dan Negara

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dua bidang kajian yang masih senantiasa bertengger pada podium kajian keislaman di ambang milenium ketiga ini adalah tentang agama (religion) dan relasinya dengan sebuah bangsa (nation) yang saat ini telah terwadahi dalam bentuk entitas negara (state). Situasi dilematis yang dihadapi oleh keduanya kini tak lagi bisa dilihat hanya sebatas problem kasuistik, melainkan […]

expand_less