Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » PMII Melek Gender Untuk Mencapai SDGs

PMII Melek Gender Untuk Mencapai SDGs

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 18 Jul 2022
  • visibility 514
  • comment 0 komentar

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan  manusia dan planet bumi. SDGs diresmikan pada tanggal 25 September 2015 menggantikan program sebelumnya yaitu MDGs (Millennium Development Goals), sebagai tujuan pembangunan bersama sampai tahun 2030 yang disepakati oleh banyak negara dalam forum resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) adalah pembangunan yang didalamnya terdapat unsur lingkungan hidup salah satunya. Suatu bentuk pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang dengan tetap memperhatikan dan mempersiapkan kebutuhan masa yang akan datang. Hal yang hendak dicapai dari pembangunan berkelanjutan ini adalah tentang pemerataan pembangunan yang berdampak pada generasi sekarang dan masa yang akan datang. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) adalah menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menstabilkan peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Berikut tujuan dari SDGs (Sustainable Development Goals) yang terdiri 17 poin yaitu: (1) Tanpa Kemiskinan,(2) Tanpa Kelaparann(3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera(4) Pendidikan Berkualitas(5) Kesetaraan Gender(6) Air Bersih dan Sanitasi Layak(7) Energi Bersih dan Terjangkau(8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi(9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur(10) Berkurangnya Kesenjangan(11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan(12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab(13) Penanganan Perubahan Iklim(14) Ekosistem Lautan(15) Ekosistem Daratan(16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh(17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Surabaya pada tanggal 17 april tahun 1960 silam. PMII bermula dari keinginan kuat para mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendirikan organisasi kemahasiswaan berideologi ahlussunnah wal jama’ah yang berasaskan pancasila. Mengacu pada tujuannya, PMII mempunyai andil yang besar untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai amanah undang-undang. Selain itu, PMII juga berfungsi sebagai media penyalur aspirasi masyarakat dan pengembangan potensi mahasiswa sebelum nantinya terjun ke masyarakat.

Para kader PMII yang berperan sebagai agent of change (agen perubahan) yang telah dibekali ilmu pengetahuan tentang kesehatan dan pemahaman kesetaraan gender diharapkan mampu meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap kader PMII khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Sebagai organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia, PMII harus mampu berkontribusi dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan dan  kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya juga sebagai investasi bagi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Para kader PMII diharapkan pula untuk ikut serta menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Dalam hal ini PMII berperan mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainble Development Goals (SGDs) dibawah naungan PBB dengan melakukan gerakan sosialisasi secara masif tentang pentingnya kesehatan dan kesetaraan gender dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pepatah mengatakan didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

SDGs dijadikan sebagai terobosan baru pengganti MDGs dalam perencanaan pembangunan selanjutnya. Terutama program berkelanjutan sebagai perubahan global yang adil, damai, dan sejahtera untuk masa depan bangsa. Sebelumnya MGDs sudah menjalankan program dibidang kesehatan, namun belum maksimal dalam memberikan dampak pada permasalahan kesehatan itu sendiri. Terutama dalam mengentaskan kesenjangan terhadap perempuan dan angka kematian ibu. Hal tersebut berarti bahwa kondisi kesehatan ibu di Indonesia masih merupakan tantangan yang perlu mendapat pengawalan serius.

Ibu merupakan madrasah pertama untuk anak-anaknya. Jika seorang ibu adalah sosok yang berkualitas baik secara intelektual maupun spiritual tentu akan menghasilkan anak-anak yang berkualitas pula. Anak-anak merupakan aset bangsa yang perlu dididik dan ditempa agar menjadi generasi yang dapat membawa perubahan menuju arah lebih baik. Anak-anak yang berkualitas tentunya akan paham pentingnya menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan demi terwujudnya lingkungan hidup damai dan nyaman yang menjadi impian semua orang.

Sebagai kader muda yang melek pengetahuan tentang kesehatan dan kesetaraan gender tersebut, PMII akan selalu mengawal pemerintah pusat maupun daerah agar dapat membuat formulasi-formulasi terkait regulasi maupun lainnya yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan kesehatan masyarakat luas. (Nur Khoiriyah, Ketua KOPRI (Korp PMII Putri) Pati)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by 0fjd125gk87

    Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Di era masyarakat informasi, kegiatan membaca menjadi modal penting untuk bersaing secara global. Pasalnya, informasi sudah menjadi aset penting. Siapa yang menguasai informasi, maka dunia ada dalam genggamannya. Sementara mereka yang tidak menguasai informasi akan semakin jauh tertinggal dalam belenggu keterpurukan. Maka, informasi menjadi sebuah kekuatan besar bagi siapa yang menguasainya. Sebaliknya, […]

  • Santri Salafiyah Angkat Masalah Sosial Di Panggung Teater

    Santri Salafiyah Angkat Masalah Sosial Di Panggung Teater

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Teater Aliyah Salafiyah (TEASA) MA Salafiyah Kajen kembali menggelar pertunjukan teater pada hari jum’at (29/11) siang. Mereka mengangkat cerita naskah lakon yang berjudul Tragedi Satria yang diadaptasi dari cerpen yang berjudul Ibu Yang Anaknya Di Culik itu karya Seno Gumira Ajidarma. Salah satu adegan Teasa yang diperankan oleh santriwati Salafiyah, Kajen, Margoyoso Pada […]

  • ‎INISNU Borong Tiga Penghargaan Anugeran LPTNU 2026 di UNUSA

    ‎INISNU Borong Tiga Penghargaan Anugeran LPTNU 2026 di UNUSA

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.232
    • 0Komentar

    ‎ ‎Surabaya — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah LPTNU 2026 Strategic Leadership Forum & Malam Anugerah LPTNU “Connecting Leadership, Serving The Nation” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Selasa (10/3/2026). ‎ ‎Tiga penghargaan tersebut […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rakorcab dan Peringatan Harlah

    PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rakorcab dan Peringatan Harlah

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 799
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) sekaligus Peringatan Harlah IPNU IPPNU, Jumat (14/3/2025). Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Masjid Agung Baitunnur Pati, dan dihadiri oleh 200-an peserta dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten […]

  • Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

      Pati – Banjir telah menerjang 6 kecamatan di kabupaten Pati. Tak sedikit diantara warga yang telah mengungsi akibat bencana ini. Guna mengurangi beban korban yang terdampak Nahdlatul Ulama’ dirikan Posko NU Pati Peduli. Agus Arif Mustofa, koordinator manajemen lapangan di Posko NU Pati Peduli mengungkapkan Pendirian posko ini melihat begitu banyaknya warga di 6 […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

expand_less