Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Perjalanan Ke Utara

Perjalanan Ke Utara

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Senja adalah waktu paling di tunggu. Selain pulang ke rumah, tentu ada waktu untuk rehat dan menikmati secangkir kopi. Sebelum kembali menjalani rutinitas harian dengan keluarga. Kedai Kopi adalah tempat tenang sekaligus asyik untuk sekadar melepas penat. Di Kedai kadang sendirian, sering pula dengan perempuan yang saya sayangi; Laberre Coffe menjadi langganan saat ini.

Di sela-sela menikmati cappucino hot, sebagai kopi favorit, saya mendengar sepasang kekasih yang sedang adu kepintaran, masalah hidup dan kehidupan, dan bagaimana membina keluarga harmonis dan romantis. Saya dengan sengaja mendengar apa yang mereka obrolkan, apa yang mereka bicarakan, apa yang mereka debatkan.  Bukan nguping pembicaraan orang; akan tetapi suaranya keras meski tanpa TOA. Bisa jadi sepasang kekasih tersebut berasal dari Pesisir Pantai Utara, yang setiap tahunnya pasti ada berita kapal terbakar, dan ramai ketika mengutarakan pemikiran terkait kebijakan pemerintah terhadap para nelayan, dan lain sebagainya.

Melihat kejadian seperti itu, saya bertanya pada diri sendiri.  Jika mereka belum menikah kok membahas tempat singgah. Apabila sudah menikah kenapa kelakuannya seperti bocil kekinian, lebih mementingkan ego pribadi daripada kebersamaan. Sepertinya mereka berdua lupa jika menikah membutuhkan kematangan dari segi mental, dan pendewasaan dalam segala hal. Bahasa sederhananya siap lahir dan batin.

“Kenapa kau sering pergi ke utara? Apa kau tak betah tinggal di rumah. Apa kau lupa jika kita sudah menikah? Seharusnya sering bersama, bukan kau di utara saya di selatan. Padahal dulu kita pernah sepakat jika kau akan betah tinggal di selatan. Tapi kenapa belakangan ini kau sering pergi ke utara, meninggalkan perabotan yang kau bawa sendiri.”

Ketika sepasang kekasih tadi membahas perabotan, saya jadi teringat dengan kasus sendok dan perabotan rumah tangga dari gedung DPR yang dibawa pulang ke rumah oleh Roy Suryo beberapa tahun yang lalu. Dan dari obrolan itu, saya dapat menyimpulkan apabila mereka adalah sepasang suami istri yang sedang dilanda kemelut carut marut, perihal tempat tinggal.

Seharusnya, apabila sudah mengikrarkan diri dengan jalinan pernikahan, tentu ego pribadi harus ditiadakan. Harus di kekang. Semua keputusan harus lewat dialog bersama bukan lagi keputusan sepihak. Sebab pernikahan itu, bukan menyatukan dua insan manusia, akan tetapi memadukan keluarga besar yang berbeda dari segi karakter, cara pandang dan cara berfikir. Kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi.

Selain itu, jika kedua sejoli yang berselisih di kedai kopi tadi adalah anak dari keluarga yang terpandang dimasyarakat, tentu akan menjadi berita yang hangat dan viral dari rumah ke rumah. Dari warung ke warung, hingga mulut ke mulut. (Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Mufid Majnun

    NU sebagai Pilar Utama dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang telah lama menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan negara. Sejak berdiri pada tahun 1926, NU tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di Indonesia. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai moderasi, […]

  • PCNU - PATI

    PC Fatayat NU Pati, mengadakan Festival Rebana Se Kab Pati

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati mengadakan Fastival Rebana Se Kab Pati, atas kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Pati, bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Ahad 3/7 Festival Rebana ini bertujuan untuk melestarikan budaya Islam serta ajang silaturahmi. “Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian dalam harlah Fatayat […]

  • Ilustrasi wirausaha pesantren/Foto: dok. IWAPI Bogor Baca artikel detikfinance, "Pesantren Bisa Jadi Andalan Penggerak Ekonomi di Tengah Pandemi" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5129443/pesantren-bisa-jadi-andalan-penggerak-ekonomi-di-tengah-pandemi. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

    Pesantren dalam Mengentaskan Kemiskinan

    • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesentren pada umumnya merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang fokus dalam kajian kitab kuning dan Alquran. Karena di dalam pesantren kajian kitab kuning dan Alquran merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi di dalam pesantren. Hal ini sebagaimana ditegaskan Zamakhsyari Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren. Dijelaskan bahwa beberapa unsur yang harus ada dalam […]

  • PCNU PATI - Gandeng Lazisnu, Karang Taruna Desa Lahar Santuni Puluhan Anak Yatim

    Gandeng Lazisnu, Karang Taruna Desa Lahar Santuni Puluhan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    TLOGOWUNGU  – Ramadan memang menjadi momen untuk berlomba-lomba dalam menebar kebaikan. Salah satunya, Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut ambil bagian. Para anggota Karang Taruna Lahar ini membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan depan balai desa setempat. Selain itu, mereka juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu.  Ketua Karang Taruna Desa […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Umumnya terjadi di desa  desa , dalam renovasi masjid terdapat sisa pembongkaran bajan material yang tidak terpakai , ( Ranting NU Bungasrejo ) Pertanyaan :    a.       Apakah di perbolehkan melelang material dan hasil lelang di serahkan kembali kepada masjid ? Jawab : Hukum melelang atau menjual material runtuhan masjid seperti pertanyaan di atas hukumnya […]

  • Foto: Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) anggota Banser Pati. (PCNU Pati)

    Gembleng Kader, Ansor Pati Gelar PKD dan Diklatsar

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati terus menggembleng para kader agar menjadi tangguh. Mereka menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). PKD dan Diklatsar ini digelar selama tiga hari, Jumat (17/1/2025) hingga Minggu (19/1/2025) besok. Seratusan peserta tampak antusias mengikuti pelatihan di Gedung Yayasan Pendidikan Islam […]

expand_less