Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Perjalanan Ke Utara

Perjalanan Ke Utara

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
  • visibility 358
  • comment 0 komentar

Senja adalah waktu paling di tunggu. Selain pulang ke rumah, tentu ada waktu untuk rehat dan menikmati secangkir kopi. Sebelum kembali menjalani rutinitas harian dengan keluarga. Kedai Kopi adalah tempat tenang sekaligus asyik untuk sekadar melepas penat. Di Kedai kadang sendirian, sering pula dengan perempuan yang saya sayangi; Laberre Coffe menjadi langganan saat ini.

Di sela-sela menikmati cappucino hot, sebagai kopi favorit, saya mendengar sepasang kekasih yang sedang adu kepintaran, masalah hidup dan kehidupan, dan bagaimana membina keluarga harmonis dan romantis. Saya dengan sengaja mendengar apa yang mereka obrolkan, apa yang mereka bicarakan, apa yang mereka debatkan. ย Bukan nguping pembicaraan orang; akan tetapi suaranya keras meski tanpa TOA. Bisa jadi sepasang kekasih tersebut berasal dari Pesisir Pantai Utara, yang setiap tahunnya pasti ada berita kapal terbakar, dan ramai ketika mengutarakan pemikiran terkait kebijakan pemerintah terhadap para nelayan, dan lain sebagainya.

Melihat kejadian seperti itu, saya bertanya pada diri sendiri. ย Jika mereka belum menikah kok membahas tempat singgah. Apabila sudah menikah kenapa kelakuannya seperti bocil kekinian, lebih mementingkan ego pribadi daripada kebersamaan. Sepertinya mereka berdua lupa jika menikah membutuhkan kematangan dari segi mental, dan pendewasaan dalam segala hal. Bahasa sederhananya siap lahir dan batin.

“Kenapa kau sering pergi ke utara? Apa kau tak betah tinggal di rumah. Apa kau lupa jika kita sudah menikah? Seharusnya sering bersama, bukan kau di utara saya di selatan. Padahal dulu kita pernah sepakat jika kau akan betah tinggal di selatan. Tapi kenapa belakangan ini kau sering pergi ke utara, meninggalkan perabotan yang kau bawa sendiri.”

Ketika sepasang kekasih tadi membahas perabotan, saya jadi teringat dengan kasus sendok dan perabotan rumah tangga dari gedung DPR yang dibawa pulang ke rumah oleh Roy Suryo beberapa tahun yang lalu. Dan dari obrolan itu, saya dapat menyimpulkan apabila mereka adalah sepasang suami istri yang sedang dilanda kemelut carut marut, perihal tempat tinggal.

Seharusnya, apabila sudah mengikrarkan diri dengan jalinan pernikahan, tentu ego pribadi harus ditiadakan. Harus di kekang. Semua keputusan harus lewat dialog bersama bukan lagi keputusan sepihak. Sebab pernikahan itu, bukan menyatukan dua insan manusia, akan tetapi memadukan keluarga besar yang berbeda dari segi karakter, cara pandang dan cara berfikir. Kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi.

Selain itu, jika kedua sejoli yang berselisih di kedai kopi tadi adalah anak dari keluarga yang terpandang dimasyarakat, tentu akan menjadi berita yang hangat dan viral dari rumah ke rumah. Dari warung ke warung, hingga mulut ke mulut. (Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Peresmian Polresta Pati

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    PATI – Kenaikan tipe Polres Pati menjadi Polresta Pati resmi dikukuhkan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, di Halaman Mapolresta, Kamis (13/10/2022) pagi. Peningkatan tipe Polres Pati menjadi Polresta Pati tertuang dalam surat keputusan Kapolri Nomor Kep/1154/VIII/2022. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati beserta anggota DPR RI, Tokoh […]

  • KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan musyawarah pengurus MWC NU Gembong untuk menentukan pengisian jabatan beberapa pengurus yang wafat dalam masa jabatan GEMBONG – Sejumlah ulama Kecamatan Gembong berkumpul di Aula MTs Al Ma’arif Gembong, Jumat (8/10) siang. Mereka adalah jajaran Syuriyah dan pengurus harian MWC NU Kecamatan Gembong.  Para kiai tersebut sedang bermusyawarah untuk mengisi posisi kepengurusan NU […]

  • Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.264
    • 0Komentar

      Aceh Timur, 15 Januari 2026 โ€” Tim relawan Nahdlatul Ulama (NU) terus bergerak menembus wilayah terdampak banjir di pelosok Aceh Timur. Khatib Syuriyah NU Aceh Timur, Kecamatan Peunaron, Ustadz Maftukhin, bersama anggota Banser dan relawan NU, melakukan perjalanan puluhan kilometer menuju daerah yang terisolir akibat banjir bandang. Perjalanan dimulai dari Kota Langsa menuju Aceh […]

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMAโ€™ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiyaโ€™), Karang Taruna Panji Satria […]

  • PCNU - PATI Photo by Mufid Majnun

    Santri Pemalas Termasuk `Uqรปq al-Walidaini.

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Seorang santri ketika berangkat ke Pondok Pesantren oleh orang tuanya dipesan untuk seregep (giat) mengaji dan giat muthรดla`ah, akan tetapi santri tersebut ketika di Pondok Pesantren termasuk malas ngaji dan muthรดla`ah, seandainya orang tuanya tahu, tentu saja akan merasa prihatin dan marah. Pertanyaan : Jika suatu saat di Pondok Pesantren santri tersebut malas (jarang mengaji […]

  • PCNU PATI - Hari Santri dan Bursa Jodoh. Photo by Mufid Majnun on Unsplash.

    Hari Santri dan Bursa Jodoh

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Hari Santri 22 Oktober adalah suatu ‘monumen’ perjuangan kalangan santri. Begitu luar biasanya jasa kaum sarungan ini kepada negeri, hingga harinya pun diperingati di jagad Indonesia bi washilati Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Penulis sempat berfikir, adakah tujuan tersembunyi Pak Jokowi membuat Keppres itu? (Pembaca jangan su’udz dzon dulu). Ahaaโ€ฆ Sampai […]

expand_less