Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
  • visibility 512
  • comment 0 komentar

Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan.

Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren adalah sumber dari khazanah kajian klasik dalam bidang keagamaan.

Meskipun pada umumnya pesantren lebih konsen dalam kajian keagamaan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pesantren juga mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata dalam mengangkat ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.

Adapun model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di lingkungan pesantren tentunya berbeda dengan model pemberdayaan dari pemerintah. Akan tetapi pada esensinya adalah sama yakni sama-sama mengentaskan kemiskinan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat. Mengingat banyak sekali masyarakat yang masih terbelakang dan mengalami bentuk ketimpangan sosial. Maka, dengan adanya bentuk ketimpangan sosial di lingkungan masyarakat, memantik dan mengundang banyak lembaga dan stakeholder untuk bergerak dalam melakukan aksi pemberdayaan mayarakat.

Salah satunya adalah dari lingkungan pesantren, di mana pesantren tidak hanya memberikan kajian keagamaan kepada para santri, tetapi juga turut andil dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam bentuk penyadaran dan pemberdayaan masyarakat.

Maka, yang lebih penting dari semua program pemberdayaan adalah harus sesuai dengan potensi. Karena dengan berbasis potensi, masyarakat akan paham dan mampu dalam memaksimalkan potensi yang ada. Mengingat potensi bisa digali apabila dalam proses pengelolaannya dilakukan secara kontinyu.

Oleh sebab itu, peran pesantren dalam hal ini sebagaimana dijelaskan oleh KH. Sahal Mahfudh dalam bukunya Nuansa Fiqh Sosial dijelaskan, bahwa “salah satu kegiatan yang dianggap baru oleh kalangan masyarakat pesantren adalah pengembangan masyarakat. Di mana pengembangan masyarakat bertujuan pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, dengan melakukan pendekatan kebutuhan dan permasalahan mayarakat sebagi subjek atau objek.

Sedangkan kebutuhan masyarakat itu selalu berkembang dan permasalahan masyarakat pun hampir tidak pernah absen di semua lapisan, baik secara moril maupun materiil. Dengan demikian, pengembangan masyarakat akan selalu mendapatkan tempat sepanjang masa di masyarakat mana pun, baik di kota maupun di desa yang masih bersifat agraris maupun masyarakat industri.”

Namun jika pesantren ingin berhasil dalam melakukan pengembangan masyarakat yang salah satu dimensinya adalah pengembangan sumber daya, maka pesantren harus melengkapi dirinya dengan tenaga yang terampil dalam mengelola sumber daya yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sumber daya manusia merupakan kunci sukses dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, pesantren yang mampu mengembangkan dua potensinya, yaitu potensi pendidikan (sosial dan keagamaan) serta potensi kemasyarakatan. Maka pesantren tersebut, bisa diharapkan melahirkan ulama yang tidak saja luas dalam wawasan pengetahuan keagaaman juga luas dalam pemahaman problematika sosial di lingkungan masyarakat.

Oleh sebab itu, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren juga mampu memenuhi tuntunan zamannya dalam rangka pemecahan persoalan kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari adanya kaidah “Al-Muhafadhatu alal qasimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” artinya konsisten mempertahankan budaya lama yang masih relevan dan aktif mengadopsi budaya baru yang lebih baik.

Dengan begitu, harapannya kedepan pesantren bisa mencetak kader yang mumpuni dan mampu memberikan kontribusi serta sumbangsih dalam mengurai problematika sosial yang ada di lingkungan masyarakat. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa Diberi Santunan YPI Monumen Mujahidin Bageng

    Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa Diberi Santunan YPI Monumen Mujahidin Bageng

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 73 anak Yatim dan Dhuafa diberi santunan oleh Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Kamis (28/9/2023). Kegiatan ini berlangsung di Aula/Pusat Kegiatan (Pusgia) setempat. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari serangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan Haul Masyayikh PIM Mujahidin tahun 1445 H/2023. Ketua […]

  • PCNU-PATI

    PC Lazisnu Pati & Tokopedia Bagi-Bagi Beasiswa

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan untuk 40 anak se-kabupaten pati, Rabu (21/02). Adapun kategori penerima beasiswa ini adalah semua jenjang dari SD sampai Perguruan Tinggi. Diketahui bahwa bantuan beasiswa ini merupakan kerjasama Lazisnu Pusat dengan Tokopedia yang kemudian diteruskan kepada PC Lazisnu Pati. Bantuan yang digelontorkan dari Lazisnu Pusat adalah senilai Rp […]

  • Potret praktik konseling pelajar, buah kerjasama IPNU-IPPNU Medani dan Posyandu remaja

    Gandeng Posyandu Remaja, IPNU IPPNU Medani Dirikan Lembaga Konseling

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    CLUWAK – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Desa Medani, Kecamatan Cluwak mendirikan Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP). Dalam pelaksanaannya, LKPP PR IPNU IPPNU Medani bakal menggandeng Posyandu Remaja (Posrem) desa setempat. Pendirian ini awalnya diinisiasi oleh Evi Lutfia Nur Jannah, Demisioner Ketua IPPNU Medani periode pertama, sekaligus […]

  • PCNU-PATI

    Kunci Sukses Meraih Ridha-Nya?

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Belajar memahami Islam menjadi modal dalam memilah dan memilih jalan untuk mencapai hidup sukses dan mulia. Pemahaman yang benar akan menjaga kita dari kesesatan dan kerugian. Merasa sudah ada di jalan yang akan menghantarkan pada kesuksesan dan kemuliaan, ternyata akhir yang didapat tidak sesuai dengan yang diharap. Pemahaman yang benar tentang Islam akan menuntun setiap […]

  • PCNU-PATI

    Pemuda Jateng Diajak Cegah Radikalisme

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id –  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah adakan Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG), Rabu (22/11/2023) malam. Kegiatan ini dilaksanakan di Atap Langit Cofee n Eatery Tembalang Semarang, dan dibuka oleh Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda terlibat […]

  • Kanjengan Meriahkan Haul Syekh Mutamakkin

    Kanjengan Meriahkan Haul Syekh Mutamakkin

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 681
    • 0Komentar

      Potret Desa Kajen dan Masjid Kajen dari udara. Sumber : kajen-margoyoso.desa.id Sekelompok pemuda Desa Kajen yang tergabung dalam komunitas budaya Kaneman Kajen Jonggringan (Kanjengan) turut memeriahkan Haul Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Kanjengan menggelar serangkaian acara yakni bincang buku, peluncuran buku, kidungan manuskrip dan ngaji bareng di puncak acara. “Karena pandemi, semua dilaksanakan secara daring […]

expand_less