Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Membaca Ke Karya

Dari Membaca Ke Karya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

Mencipta sebuah karya yang mesti disiapkan adalah banyak membaca. Membaca buku, koran, majalah, status dimedia sosial sampai membaca kondisi atau keadaan yang tengah terjadi. Karena membaca adalah modal utama dalam menciptakan sebuah karya. Semakin banyak bacaan; maka semakin banyak kosa kata. Sehingga akan memudahkan kita untuk merangkai kalimat hingga menjadi rentetan paragraf utuh dalam karya dan enak dibaca.

Sepertinya halnya menjadi seorang penulis. Membaca, melihat atau bahkan mendengar apapun bisa langsung menjadi sebuah karya. Lebih-lebih bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah jika dikirimkan serta dimuat media online atau pun ofline dan ke penerbit atau tercetak menjadi sebuah buku. Saya dulu pernah terlintas dan membayangkan, bagaimana menjadi seorang penulis. Tapi jika dihadapkan pada kenyataan saya belum mampu, karena masih suka maju mundur untuk menulis.  Bimbang dengan potensi diri sendiri.

Saya mengidolakan Mbak Najwa Shihab, presenter program tv Mata Najwa. Selain menjadi seorang presenter Mbak Nana panggilan akrabnya, juga merupakan seorang jurnalis. Dia konsen membahas isu-isu terkini dikalangan pemerintahan dan masyarakat secara luas. Hingga isu perempuan yang kian hari selalu saja bermunculan. Pelik.  Karena hal itulah saya terhipnotis dengan pembawaannya yang lugas, cerdas, namun tetap tegas didepan para narasumber, saat dihadirkan maupun dalam setiap tulisan yang disajikan. Dalam benak saya wah keren sekali Mba Nana ini tidak takut dan tidak gentar menghadapi petinggi-petinggi pemerintahan.  

Pernah terlintas ingin mengikuti jejaknya. Namun, saya hanya tertawa ketika angan itu terlintas. Bagaimana mau mengikuti jejaknya wong membaca saja saya masih suka moodian. Pasang surut kayak air laut. Suatu ketika saya pernah membaca sebuah kutipan dari penulis Pramodya Ananta Toer, “Orang boleh setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Dari situlah saya jadi berpikir untuk latihan menulis. Menulis untuk menghasilkan sebuah karya, bukan menulis untuk mengerjakan tugas mata pelajaran lho ya.

Dalam menjalani kehidupan ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok,  seperti yang saya alami saat ini. Saya tidak tahu jika takdir menuntun saya bertemu dengan seseorang yang baik dan tulus hendak membantu saya dimasa yang akan datang. Seorang penulis lepas dengan rekam jejak tulisannya sudah tidak diragukan lagi.  Saban hari ia selalu tidak lupa untuk mengingatkan saya membaca, dan selalu bertegur sapa baik secara langsung maupun saat sedang berjauhan. Kami selalu intens dalam berkomunikasi. Karena dengan cara itulah ia membimbing saya.

Sampai suatu ketika saya dimintainya untuk menuliskan sebuah berita. Awalnya saya ragu, karena saya sendiri tidak mempunyai basic dalam bidang penulisan berita dan jurnalistik, lha wong zaman masih mengenyam pendidikan formal  saja, saya tidak ikut bergabung dalam UKM yang menaungi bidang tulis menulis. Tetapi entah dia sudah menerawang kalau saya mampu menulis atau apa saya tidak tahu, yang pasti saya mau menulis berita atas permintaanya. Maka jadilah tulisan berita saya pertama. Berantakan. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan. Meski begitu, saya sangat menyadari bahwa tulisan saya memang masih jauh dari tulisan teman-teman yang sudah sering menulis. Apalagi dengan tulisannya. Sebab semuanya perlu proses.

Harus Tetap Menulis

 Saya bingung, apa yang hendak saya tulis. Meskipun kadang banyak ide berseliweran dikepala. Namun saat hendak dirangkai dalam tulisan saya merasa gelagapan dan tidak bisa menuliskan satu kata pun. Aneh, tapi itu nyata. Kadang meski sudah jadi tulisan entah berapa baris saya selalu tidak percaya diri dengan karya saya. Ada banyak hal yang berkecamuk dipikiran, disatu sisi apakah nanti ada yang tersinggung dengan tulisan saya atau nanti malah menyesatkan orang dengan apa yang saya tulis. Tapi sisi lain, saya merasa tidak ada salahnya toh saya hanya menuliskan apa yang saya ketahui. Pun tidak menyebutkan nama person atau memuat hal-hal yang berbau sara atau isu-isu yang sangat sensitif.

Dan pada akhirnya tulisan itu saya hapus. Begitu terus, sampai suatu ketika ia melihat tulisan saya di dinding Facebook tentang ulasan saya saat menyimak ngaji posonan kitab Assittin Al-Adliyyah via Youtube. Kitab ini menerangkan tentang bagaimana seharusnya relasi antara perempuan dan laki-laki dalam pandangan Islam. Setiap hari ketika selesai mengaji saya tulis didinding Facebook. Waktu itu saya hanya berpikiran untuk membagikannya kepada teman-teman dunia maya apa yang saya tangkap dari menyimak kitab yang sedang diterangkan.

 Alih-alih biar ilmunya dapat bermanfaat jika dibagikan dengan yang lain. Saya dimintainya untuk merapikan tulisan tersebut dan hasilnya jadilah sebuah artikel yang dimuatnya di salah satu media online. Itu adalah tulisan artikel saya yang pertama. Saya heran, ternyata saya bisa menulis. Meski butuh waktu lama untuk merapikannya.  Begitu seterusnya ketika ada kegiatan dari lembaga tempat saya bekerja saya diminta untuk menuliskannya. Sedikit demi sedikit katanya tulisan saya semakin lumayan. Ya meskipun masih perlu bantuannya untuk mengedit agar nikmat dimata pembaca. Beberapa waktu yang lalu saya dipinjami buku Jalan Sunyi Seorang Penulis karya Muhidin  M Dahlan darinya. Belum tuntas saya membacanya baru dapat seperempat. Katanya buku ini yang menjadi motivasinya ketika ia sedang dirundung kemalasan dalam menulis. Setelah membaca buku ini ia jadi kembali bersemangat seperti mendapat suntikan energi untuk kembali menulis.  Sampai tulisan ini dibuat saya masih tidak percaya bahwa saya bisa menulis. Ternyata nikmat juga, mengurangi beban dikepala. Karena apa yang terlintas telah tertuang dalam rangkaian kata yang menjadikannya sebuah bacaan, meskipun amburadul, alakadarnya. (Inayatun Najikah, Pembaca Buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Sitiluhur Gelar Kampoeng Ramadhan

    GP Ansor Sitiluhur Gelar Kampoeng Ramadhan

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sitiluhur, terus berupaya melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat. Seperti halnya dalam menyambut Ramadan tahun ini, GP Ansor  bersama pemuda Sitiluhur menggelar “Kampoeng Ramadhan”. Kegiatan ini dibuka pada Ahad (2/3/2025) sore di Dukuh Boro, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati. Turut hadir dalam pembukaan itu Ketua PAC […]

  • Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    PATI-Ajang Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tingkat Provinsi telah berlalu. Sekarang saatnya para juara untuk mempersiapkan diri menghadapi Porsema tingkat nasional.  Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pati Drs. H Adib Al Arif, M.Ag., didampingi Kepala Madrasah MA Manahijul Huda (batik putih) dan sekretaris LP Ma’arif Pati Drs. Ahmad Mustaghfiri (batik hitam) Dalam ajang […]

  • Inilah Struktur Pengurus FKPT Jateng Periode 2025-2027

    Inilah Struktur Pengurus FKPT Jateng Periode 2025-2027

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Jakarta – Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah periode 2025-2027 secara resmi dilantik oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia Komjen. Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., pada Rabu (23/4/2025) di Hotel Vasaka Jakarta. Pelantikan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ke-XII […]

  • PCNU - PATI 99 Untuk Tuhanku

    99 Untuk Tuhanku

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Tuhanku Kususun 99-ku agar sampai pada 0 dan kulahirkan kembali 1-ku sampai 99-ku yang baru. Tuhanku Kususun 99 napasku untuk meniru-Mu mendekati watak-Mu dan menjadi hati-Mu. Ini ^hanya^ suatu sembahyang, tak lebih dan tak kurang. Sepenuh-penuhnya kutumpahkan kepada Allah Swt., langsung kepada-Nya maupun melewati engkau dan semua saudara kiita. Suatu sembahyang sederhana; usaha untuk merebut […]

  • Baiti Jannati

    Baiti Jannati

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

    Rumah adalah tempat untuk pulang; di rumah kita bisa merasakan surga dan neraka. Tergantung bagaimana kita bersikap dilingkungan keluarga saat berada di rumah. Bisa dikatakan rumah sebagai pelepas lelah saat kita seharian mencari rizki di luar, maka dari itu rumah akan menjadi tempat yang paling indah untuk dirindukan.  Buku  bertajuk Amalan Amalan Rumahan Berpahala Surgal […]

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Pati Bantu Korban Tersengat Listrik

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada Kasturi, senin (06/03). Pemberian bantuan tersebut dilaksanakan di Dukuh Karang Malang Ds. Karang Sumber Rt 03 Rw 02 kecamatan Winong Kabupaten Pati, tepatnya dirumah saudara Kasturi. Sebelumnya, Lazisnu Pati mendapatkan informasi bahwa ada salah seorang warga yang membutuhkan bantuan pengobatan. Pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh tim manajerial […]

expand_less