Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
  • visibility 566
  • comment 0 komentar

“Sesungguhnya Alquran diturunkan dalam tujuh huruf,

Maka bacalah apa yang mudah darinya menurutmu.”

(al-Hadits)

Diskursus tentang ragam membaca Alquran tentunya banyak sekali jenisnya. Hal ini tentunya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sebagaimana lazimnya diskursus ragam membaca Alquran sudah disepakti oleh para jumhur ulama yang jumlahnya ada tujuh ragam bacaan. Hal ini juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa, Alquran diturunkan dalam tujuh ragam (sab’at ahruf), maka ilmu qiraat secara khusus bertugas mengidentifikasi ragam-ragam bacaan Alquran mana yang masuk dalam kategori sab’at ahruf dan mana yang tidak.

Adapun ragam bacaan Alquran yang telah disepakati kesahihannya dan diriwayatkan oleh banyak ulama disebut qiraat mutawatirah, yang bersumber dari tujuh imam, yaitu: Imam Nafi’ (qari’ madinah), Imam Ibn Katsir (qari’ mekkah), Imam Abu ‘Amr (qari’ bashrah), Imam Ibn ‘Amir (qari’ syam), Imam ‘Ashim (qari’ kufah), Imam Hamzah (qari’ kufah), dan Imam ‘Ali al-Kisai (qari’ kufah).

Meskipun para jumhur ulama sudah menyepakati cara membaca Alquran ada tujuh huruf, akan tetapi justru kurang diminati oleh masyarakat Indonesia yang jumlah muslimnya terbesar di dunia. Dan rata-rata masyarakat Indonesia hanya minat dalam menghafal Alquran saja, sedangkan yang mengkaji ragam bacaannya hanya sedikit sekali. Hal ini tidak lepas karena pemahaman mereka hanya tertuju pada pemahaman menghayati dan menghafal. Sedangkan ragam bacaannya sedikit sekali yang diminati. Bahkan menurut sebagian yang lain beranggapan bahwa ilmu qiraat tidak terlalu penting karena hanya membahas tentang pelafalan Alquran, sehingga tidak memiliki kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, untuk mempermudah agar ragam bacaan yang sudah disepakati jumlahnya ada tujuh huruf, maka Simbah KH. Muhammad Arwani Amin  atau yang lebih akrab dipanggil dengan Mbah Arwani. Beliau merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan ‘amil dalam mengamalkan Alquran. Beliau juga terkenal dengan ilmu qira’at sab’ah. Dari beliaulah qira’at sab’ah terkenal dan mulai diminati serta dikaji oleh masyarakat Indonesia yang sedang nyantri di berbagai pesantren di Nusantara.

Ilmu qira’at sab’ah yang dicetuskan oleh Mbah Arwani ini terdiri dari tiga jilid yang terkenal dengan nama Faidh al-Barakat. Kitab ini merupakan catatan Mbah Arwani selama mengaji (talaqqi) ilmu qiraat dengan berpedoman kitab Hirz al-Amani karya Imam Syathibi kepada Simbah KH Muhammad Munawwir Krapyak Yogyakarta yang telah diringkas dan disempurnakan agar mudah dipahami dan dipraktikkan semua kalangan.

Sedangkan selama Mbah Arwani hidup, kitab ini tidak pernah dipublikasikan. Jika ada murid beliau yang ingin talaqqi qiraat, maka beliau akan meminjamkan kitab ini yang masih berupa catatan untuk ditulis ulang para murid kemudian dikembalikan lagi.

Beliau juga menerapkan hal ini kepada Mbah Abdullah Salam dari Kajen Pati. Di mana saat Mbah Dullah ingin talaqqi qira’at kepada Mbah Arwani sekalipun beliau adalah besannya sendiri. Hal ini Mbah Arwani lakukan untuk membangun budaya literasi di kalangan santri, sebagaimana yang disinggung dalam mukaddimah Faidh al-Barakat, bahwa “ilmu adalah hewan buruan sedangkan tulisan adalah tali kekang, ikatlah buruan-buruanmu dengan tali yang kencang.” Dengan demikian, setelah beliau wafat, catatan beliau tentang tata cara talaqqi qira’at secara mudah dan cepat akhirnya dipublikasikan dan dicetak oleh penerbit Mubarakatan Thoyyibah milik Yayasan Arwaniyyah Kudus. Atas jerih payah beliau inilah, kini ilmu qiraat sab’ah menjadi lebih praktis dan mudah dipahami, sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengkhatamkan talaqqi qira’at kepada seorang guru. Dan sekarang, kitab Faidh al-Barakat ini menjadi kitab pegangan pokok sebagian besar santri yang mengaji dan talaqqi qira’at kepada guru di Nusantara.(Siswanto, Penulis Lepas)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren di Pati Diharapkan Bentuk Satgas Pencegahan Covid-19

    Pesantren di Pati Diharapkan Bentuk Satgas Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka Pencegahan penyebaran virus covid-19 di kalangan pesantren dan  menyiapkan new normal yang telah ditetapkan oleh pemerintah, RMI PCNU Kabupaten Pati melaksanakan sosialisasi yang akan dilaksanakan diseluruh kecamatan Se-kabupaten Pati. RMI PCNU Pati bersama pengurus PCNU Pati, Team Satgas Covid-19 PCNU Pati melakukan Sosialisasi New Normal yang kemarin dilaksanakan (Senin, 29/06/2020)  di Ponpes […]

  • brown wooden 9-piece office table and chairs

    Jabatan dan dampak positif keberlanjutan

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.277
    • 0Komentar

      Karir Jabatan sering kali menjadi sebuah kontestasi yang bikin hiruk piruk dunia, baik dunia media sosial danbriin kehidupanya, Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar […]

  • Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan PCNU Pati menggelar acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair, Kamis (12/9/2019) malam. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati ini menggandeng juga perkumpulan Santri Sarang yang tergabung dalam Santri Gayeng. KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Acara Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair yang […]

  • Pelatihan Tilawah Dakom IPNU/IPPNU, Peserta dari Seluruh Indonesia

    Pelatihan Tilawah Dakom IPNU/IPPNU, Peserta dari Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Ruang Google Meeting Pelatihan Tilawah Dakom IPNU IPPNU Pati yabg diikuti oleh 70 peserta dari seluruh Indonesia. PATI – Di masa serba daring ini, tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti pelatihan Tilawatil Qur’an. Sekitar 70 peserta yang berasal dari penjuru Indonesia antusias hadir secara online melalui aplikasi Google Meeting pada Sabtu Sore (04/12). Ini merupakan […]

  • Konferensi MWCNU Kec Dukuhseti

    Konferensi MWCNU Kec Dukuhseti

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Pati. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Dukuhseti menggelar konferensi pergantian pengurus. Penyusunan pengurus baru itu, agar bersama-sama memajukan Nahdlatul Ulama semakin berkembang dan mampu mengikuti tantangan Zaman. Acara konferensi bertempat di aula Mts Maharijul Huda Kembang Dukuhseti,(22/4) minggu lalu. Selain itu, MWC Dukuhseti diharapkan menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik dalam bidang pertanian, karena di […]

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

expand_less