Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jun 2015
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

KH Aniq Muhammadun, Pengasuh Pesantren Salaf Mamba’ul Ulum Pakis Tayu, Pati memberikan gambaran mengenai Muktamar ke-33 NU yang akan diselenggarakan 1-5 Agustus 2015 mendatang di Jombang, Jawa Timur. Berikut wawancara Kontributor NU Online, Muhammad Zulfa di kediaman Kiai Aniq di Pati, Jawa Tengah, Rabu (22/4).

Bagaimana persiapan PCNU Pati menghadapi Muktamar ke-33 NU ini Yai?

Sampai saat ini Pati belum menyelenggarakan kegiatan untuk menyambut muktamar nanti di Jombang.

NU tak lepas dari pesantren, bagaimana perkembangan pesantren saat ini Yai? Bagaimana keadaan pesantren menjelang muktamar kali ini?

Pesantren tidak akan terpengaruh dengan gerakan-gerakan radikal. NU tidak akan mewarnai pesantren mestinya pesantren yang harus mewarnai NU. Kalau kita lihat sekarang, banyak orang dari luar pesantren yang mau mendominasi NU. Nantinya, NU dipegang orang-orang yang tidak berbasis pesantren, NU mau dikemanakan?

Sehingga wacana sekarang yang berkembang. (Saya tidak akan menyebut nama) Ada salah satu kiai yang nampaknya berkampanye untuk menjadi Syuriyah. Hal ini sangat disayangkan kalangan pesantren. Sebab selama NU didirikan itu, tidak ada Rais Aam berkampanye untuk dipilih. Lha, sekarang ini sudah muncul gerakan-gerakan seperti itu.  Yang saya khawatirkan, kalau itu terjadi, NU mau dikemanakan? Ini yang menjadi pertanyaan kiai-kiai pesantren sehingga Muktamar ke depan harus kembali ke khittahnya.

Rais Aam menurut Yai bagaimana?

Kiai-kiai pesantren menghendaki Rais Aam itu sebagai simbol NU. Sehingga kalau Rais Aam itu orangnya sudah kesana kemari, citra NU akan menjadi lain dengan citra NU yang didirikan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari sampai Kiai Sahal. Hingga kiai Sahal, Rais Aam tidak kesana-kemari. Kalangan pesantren menghendaki bahwa NU itu tetap sebagaimana saat didirikan dan berkiprah ketika didirikan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan para kiai pada waktu itu.

Kalangan pesantren resah dengan sikap-sikap pengurus NU semenjak pasca muktamar di Makassar. Di Makassar bukan lagi citra NU (bukan citra muktamar) tapi citra pilkada (pemilihan kepala daerah). Etika NU sudah buyar dan saya melihat sendiri waktu itu. Disana tampak gambar-gambar calon tanfidziyah. Saya aktif sekali dalam muktamar Makassar, kebetulan saya di komisi bahtsul masail waqi’iyyah (mengawal mulai pra-muktamar di Cirebon bertindak sebagai perumus).

Bagaimana dengan sistem muktamar kali ini Yai?

Untuk NU ke depan, pemilihan menggunakan konsep Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) mulai disuarakan di rapat Pleno PBNU tanggal 6-8 September 2013 di pondok pesantren UNSIQ Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Kemudian dikuatkan di Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta. Konsep AHWA Jawa Tengah dan Jawa Timur diterima oleh peserta dengan sedikit perbedaan (dalam konsepsi Rais Aam). Saya lebih condong dengan rumusan Jawa Timur. Tinggal besok keputusan Munas-Konbes itu diterima atau tidak di muktamar. Kalau tidak ya akan sangat aneh. Berarti warga NU sudah tidak mau dikendalikan.
Yang perlu kita renungkan Yai?

Kiai pesantren prihatin dengan banyak pengurus NU tidak sesuai dengan harapan. Kenyataan di lapangan bahwa pengurus tidak dari kalangan pesantren. misalnya sarjana yang memiliki background pesantren. kalau tidak sama sekali ya, langkahnya tidak sesuai dengan harapan. Dengan keputusan Munas-Konbes NU bisa kembali ke khitthah.

Tanggung Jawab NU dalam Muktamar?

Ingin mengembalikan NU ke khittah NU yang sebenarnya. Menurut kiai sepuh NU, sekarang banyak pembelokan dari NU yang sebenarnya. Kalau kita melihat NU dibentuk dalam rangka membentengi aqidah sebab sebelum NU dibentuk mulai beredar aqidah yang tidak sesuai dengan yang disampaikan Walisongo. Dimulai dengan munculnya kelompok-kelompok wahabi.

Bagaimana tugas Rais Aam ke depan Yai? 

Mengendalikan NU dan mestinya kita melihat AD-ART NU sebagai pengendali utama dan konseptor. Kadang kita melihat di lapangan tanfidziyah mengendalikan syuriyah. Mestinya syuriyah mengendalikan dan mengonsep gerakan NU. Kiai Maimun Zubair ketika muktamar di Cipasung. Calon ketua tanfidz ada Gus Dur dan Abu Hasan. Waktu itu Mbah Mun condong ke Abu Hasan. Kata Mbah Mun, “Jadi dalam kepengurusan NU mestinya, Tanfidz itu ojo golekna wong pinter-pinter, nek pinter ngko syuriyah-nya diapusi (jangan carikan orang yang pinter-pinter, nanti kalau pinter syuriyahnya dibohongi)”. Syuriyah mau mengendalikan dan mengonsep gerakan NU. Jadi syuriyah supaya bisa mengendalikan tanfidz.

Harapan besar untuk Muktamar dan NU ke depan Yai?

NU bisa kembali ke khittah 1926. Khittah sekarang masih di bibir saja. Selain itu, berpegang teguh pada aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang telah dikonsepkan sebagaimana termaktub di AD-ART NU, yaitu dalam bidang aqidah kita menganut Imam Asy’ari dan Imam Maturidi. Dalam fiqhiyyah kita menggunakan Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Maliki Dan Imam Hambali. Dalam bidang tasawuf Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi.(NU Online) 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    PATI-Gerakan Pemuda (GP) Ansor memiliki pengaruh besar dalam tatanan peradaban dunia. Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Korwil Jateng dan DIY Mujiburrohman menyebut, jutaan kader Ansor tersebar di dunia.“Ansor merupakan organisasi yang anggotanya sekitar tujuh juta orang dan tersebar di seluruh dunia. Ada tujuh negara di dunia yang telah memiliki pimpinan cabang (PC) GP Ansor, […]

  • KAAP Sedulur Pati Fodation Helat Santunan Yatim dan Khitan Massal Gratis

    KAAP Sedulur Pati Fodation Helat Santunan Yatim dan Khitan Massal Gratis

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Nashiruddin (kanan) memberikan doorprize kepada salah satu peserta kegiatan sosial KAAP Sedulur Pati Fondation TAYU – Ramadhan didepan mata. Di berbagai daerah, ummat islam menyambut bulan suci ini dengan sukacita. Beragam acara dilakukan demi menggelar karpet merah untuk Ramadhan.  Salah satunya, dilakukan oleh KAAP Sedulur Pati Fondation yang bekerjasama dengan Pemkab Pati dan Pemdes Purworejo. […]

  • PCNU-PATI Photo by Kristaps Ungurs

    Menunggu Panen

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Oleh : Ramli Lahaping Seiring waktu, Romi makin gandrung mengulang kebiasaannya. Setiap kali berada di waktu senggang, ia akan duduk di teras depan rumah punggunggnya untuk memandang-mandangi sepohon durian montong yang berada di sebelah kanan halamannya. Ia akan memperhatikan buah-buah pohon itu, sembari mengkhayalkan kenikmatan saat nanti ia menyantapnya.  Kebiasaan Romi itu tambah menjadi-jadi belakangan […]

  • Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Program makan bergizi gratis nampaknya sudah menjadi hal yang sangat urgen di mata Pemerintah era kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Bagaimana bukan, lewat program tersebut juga mereka dapat menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Republik ini. Hingga masih menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Diketahui uji coba makan siang gratis ini telah […]

  • A blurry image of a flower on a purple background

    (b)Untung

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Ada sebagian orang yang berprinsip dengan melalukan apa saja harus diperhitungkan; semuanya yang dilakukan dan dijalani harus ternominalkan. Sebab geraknya penuh perhitungan seperti halnya rumus fisika ada gaya dan tekanan, pada sejatinya ketika banyak gaya maka tekanan semakin kencang dan keras. Seperti yang dikemukakan seorang kawan jika untuk bertahan hidup […]

expand_less