Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Okt 2015
  • visibility 249
  • comment 0 komentar

C.Tawadlu’
      Tawadlu’adalah sikap mbah dullah yang juga menonjol.Konon,saat fisiknya masih kuat,setiap bulan  ramadan sesekali beliau menghidangkan santapan sahur hasil masakan sendiri dan tak mau dibantu.Ketika masih sehat,beliau memang terbiasa mengerjakan sendiri semua kebutuhan sehari-harinya : mulai menyiapkan makanan,minuman sampai dengan mencuci barang pecah belah dan pakaiannya sendiri.Bahkan bagi sebagian tamu-tamunya,sering kali beliau sendiri tak segan-segan menyiapkan makanan dan minuman.
       Sikap tawadlu’juga tercermin dari cara beliau menyikapi aktivitas sosial keagamaan yang beliau niatkan untuk memakmurkan masjid ; sehingga beliau tidak pernah keberatan yang beliau rintis bersama KH.Muhammadun tidak diikuti otang atau mudah diisi oleh orang lain,selama tujuan memamurkan masjid tercapai.
       Beliau juga tidak merasa kesal atau sakit hati terhadap kritik atau koreksi meski datang dari orang yang jauh lebih muda dan lebih ‘terbatas ilmunya’; bahkan walaupun kritik dan koreksi tersebut sebenarnya keliru atau salah alamat.Dalam pengajian hari kamis misalnya,aapkali bacaan beliau dipotong dan dikoreksi orang.Bukan Cuma sekali dua kali,bacaan bisa dipotong berkali-kali sehingga membuat para pendengar lebih kesal dan menggerutu.Tapi mbah Dullah sendiri tak menampakkan kekesalan,bahkan meneladani dan sering kali jutru mengambil sikap layaknya seorang murid yang minta bimbingan gurunya.
        Sikap tawadlu’ nampaknya sudah menjadi pembawaan beliau,setiap kali berhadapan dengan orang ,beliau hampir sekali memposisikan dirinya pada tempat yang lebih rendah ketimbang  yang dihadapi meski sangat jarang dan biasanya hanya pada orang yang dekat paling jauh beliau akan memposisikan diri pada tempat yang lebih tinggi dari orang yang di hadapi.Seperti  air,beliau selalu mencari tempat yang lebih rendah yang bisa dicapai.
         Ada Kisah menarik dari sikap mbah dullah ini,saat iitu malam jum’at,dan seperti biasanya setiap malam beliau berziarah ke makam KH.Ahmad Mutamakkin,Cuma kali ini beliau ditemani oleh KH.Muslim Rifa’i imampuro (Mbah Lim) Klaten. Setelah beberapa kali menolak,akhirnya dengan terpaksa Mbah Dullah mau memimpin tahlil.Nah,tepat pada pengucapan kalimat tahlil,perlahan-lahan kendali kepemimpnan tahlil bergeser dari mbah dullah ke mbah Lim.Ini terjadi karena mbah dullah terbiasa dengan pengucapan kalimat tahlil yang berirama tetap,dengan vokal yang relatif lembut dan temponya pun lambat ; sementara mbah Lim  bsa mengucapkan kalimat tahlil dengan irama naik turun,vokal yang keras dan tempo yang cepat.Sehingga lambat lebih suara mbah dullah tenggelam di tengah suara mbah lim.Akibatnya jamaah lebih mendengar suara mbah lim ketimbang suara mbah dullah,dan mereka pun mulai mengucapkan tahlil seirama dengan yang diucapkan mbah lim.
         Melihat hal ini,mbah dullah mengalir saja sama sekali tak mengesankan kegelisahan san kekesalan dan bahkan ikut tenggelam dalam hentakan tahlil yang dipimpin mbah Lim.Maka gema suara tahlil yang luar biasa menggetarkan itu terus mengalir sedemikian rupa,tanpa seorang pun menghentikan.Mbah Dullah yang tampak karam tak menghentikan,karena merasa bahwa kendali sudah berada di tangan mbah Lim; sementara mbah lim sendiri sempat gelisah pada berapa kesempatan tak bisa menghentikan karena berasa bahwa pada dasarnya yang memimpin adalah mbah dullah.Akibatnya : suara tahlil yang menggetar itu sampai lebih dari satu jam tanpa ada yang berani berinisatif menghentikan ,sehingga jamaah yang yang memenuhi ruangan pada malam itu banyak yang gelisah dan letih,konon bahwa ada yang sampai pingsan.Ddan memang,pembacaan tahlil itu pada akhirnya ditutup oleh mbah lim,karena tak ada tanda-tanda bahwa mbah dullah akan menutupnya.Demikianlah,bacaan dan doa setelah kalimat tahlil,seterusnya dipimpn mbah lim hingga seluruh proses berakhir ; sementara mbah dullah tetap memposisikan dirinya sebagai makmum.
          Ada kisah lain,yang masih berhubungan dengan mbah Muslim.Kisah terjadi di akhir tahun 1999 atau awal tahun 2000.Saat itu siang hari,mbah Lim berkunjung ke rumah mbah dullah . Nah,ketika hendak pamit mbah lim meminta kepada mbah dullah untuk berdoa.Mbah Dullah menampik,dengan alasan sudah tidak bisa berdoa,’’anda saja yang berdoa,saya cukup menamini sa’’kata beliau sambil mengangkat tangan untuk mengamini do’a.Mbah Lim yang menyangka bahwa mbah dullah sudah mulai berdoa .Langsung mengangkat tangannya untuk mengamini.Demikianlah,mabah dullah mengaminkan do’a yang disangka sudah diucapkan oleh mbah dullah saling menaminkan tanpa do’a yang terucap ini berlangsung hampir empat puluh lima menit.
        ‘Ketenggelaman’ dua tokoh ini dalam celupan’saling mengaminkan ini’(sekedar mengi ngatkan;amin-aman-iman secara harfiah seakar kata,sehingga kalimat ini juga bisa dibaca’saling mengamankan ‘atau saling mengimankan’) membuat sebagian orang yang mengikuti peristiwa tersebut menjadi gelisah,karena tak ada tanda-tanda kapan berakhir.Karena kegelisahan ini,sopir yang diajak mbah lim keluar ruangan dan berinisiatif menghubungi salah satu putra mbah lim yang kebetulan berada di sana.Ia meminta agar putra lim agar memberitahukan situasi amin tanpa do’a yang sedang berlangsung;tapi anehnya , ketika diberi tahu putranya tentang peristiwa tersebut,mbah lim malah tampak senang.’’Bagus itu,bagus !’’demikian komentarnya sambil melanjutkan acara ‘saling mengaminkan’tersebut.Barulah,setelah berlangsung selama kurang lebih seperempat jam dan juga karena adzan Ashar sudah lewat,mbah Lim berinisiatif menutup do’a tersebut dengan bacaan Fatihah.
          Sikap tawadl’memang sangat mewarnai kisah kehidupan mbah Dullah ,Bahkan pada putranya ia berpesan ‘’kalau saya meninggal kelak,tak usah diumumkan kemana-mana.Jangan sampai terjadi orang bergiliran,rombongan demi rombongan melakukan sholat jenazah.Saya malu terhadap perlakuan macam  itu karena belum tentu saya termasuk golongan orang baik !’’Memang,sangat banyak hal-hal yang oleh orang lain akan diterami sebagai kemuliaan,bagi beliau justru akan dihindari.
D.Kedermawanan
        Mbah Dullah juga dikenal sebagai orang yang murah hati dan suka bersedekah tanpa menghitung nilai barang yang diberikan.Jika beliau memilki sesuatu,dan ternyata sesuatu itu diinginkan oleh orang lain; maka tanpa pikir panjang meski  nilai nominal sesuatu itu tinggi beliau akan segera memberikannya.Sikap dermawan ini sudah tampak sejak beliau muda.
         Pernah,misalnya,suatu saat beliau memakai batu akik yang mahal menurut ukuran harga umum dalam suatu walimah pernikahan; dan kebetulan salah seorang sahabat lamanya yang duduk agak jauh dari beliau tampak tertarik dengan akik beliau.Begitulah,ketika acara selesai ada beliau hendak pulang,sambil berjalan beliau menghampiri sahabatnya.’’ini untuk anda’’! katanya sambil mencopot sambil menyerahkan akik tersebut.Sang sahabat yang terkaget-kaget dan tak menyangka kejadian  semacam itu,tentu saja menolak dan berusaha mengembalikan akik yang telah diserahkan padanya,’’bukan,ini memang  jatah anda ‘’! kata mbah dullah sambil menepis pengembalian batu akik tersebut;sang sahabat tak bisa berbuat apa-apa kecuali tertegun karena kejutan yang serba mendadak itu.
          Pernah juga,saat mbah dullah berkunjung ke rumah salah satu kenalannya,tiba-tiba muncul permintaan yang tidak masuk akal dari salah seorang yang kebetulan berada disana ; yang meminta sandal  yang dikenakan mbah dullah.Tentu saja permintaan ‘gila’ini membuat geger beberapa orang kebetulan berada  disana.Mereka mencoba mencegah,dan menjelaskan bahwa mbah dullah tidak punya sandal cadangan untuk beliau pakai pulang.Tapi mbah dullah sendiri tenang saja,dan justru melerai kemarahan orang-orang yang mencoba permintaan tersebut.Sandal langsung beliau berikan,dan beliau rela bertelanjang kaki.Meski pada akhirnya beliau tidak benar-benar pulang bertelanjang kaki karena diantara yang hadir ternyata ada pemilik toko sepatu meskipun tokonya sudah tutup karena sudah pukul sepuluh lebih tak keberatan mengambil sandal pengganti untuk beliau. Namun sikap beliau yang tanpa beban bisa melepaskan sesuatu yang dibutuhkan sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain,benar-benar mencerminkan kedermawanan yang nyaris sempurna.
         Perhatiannya terhadap kaum’juga besar.Melihat kenyataan bahwa  banyak biaya pemeliharaan kesehatan yang relatif tak terjangkau oleh kemampuan kemampuan ekonomi  masyarakat pedesaan,beliau  berinisiatif mendirikan balai kesehatan yang kini menjadi rumah bersalin (RB) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi orang yang kurang mampu,tentu dengan pengobatan  yang sangat ringan. Bersambung
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU- PATI

    Mak Ngasimah

    • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Aku Maolan bin Margo lahir tanggal 3 September 1942. Tahun dimana penjajahan masih merajalela di Indonesia. Bapakku Margo bin Jasmo desa Asempapan kecamatan Wedarijaksa yang sekarang Trangkil. Emakku Ngasimah Binti Rasmo Sirah dari dukuh Centhong desa Purwodadi kecamatan Margoyoso. Emakku orang bodoh, tidak pernah mengenyam bangku sekolah maupun mengaji. Maka aku […]

  • Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Gembong menggelar Pelantikan dan Rakor. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (22/6) siang di Aula MANU Gembong. Selain menampilkan peragaan jurus lewat para pendekar andalan, dalan agenda tersebut juga menghadirkan unsur-unsur NU dan pemerintahan. “Saya kira undangan dari Pagar Nusa ini yang paling lengkap ya. Mulai dari pengurus MWC […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • MWCNU Batangan Gelar Pengajian Akbar

    MWCNU Batangan Gelar Pengajian Akbar

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Pati, Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Batangan mengadakan Pengajian Akbar dalam Rangka Halal bi halal, pengajian bertempat di Desa Klayusiwalan Batangan dengan pembicara KH. Abdul Wahid dari Cluwaki, 11/7 kemarin.             KH. Abdul Mukhid Syuriah MWCNU Bantangan mengemukakan untuk menjalin silaturahmi yang baik, antara  pengurus wakil Cabang dan pengurus Ranting, tidak ada salahnya apabila […]

  • Porsema XIII Wonosobo Siap Digelar, Gubernur Jateng Beri Dukungan Penuh

    Porsema XIII Wonosobo Siap Digelar, Gubernur Jateng Beri Dukungan Penuh

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    SEMARANG – Dalam rangka mematangkan persiapan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (11/8/2025) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Audiensi ini juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ketua LP […]

  • PCNU-PATI

    Kiai Munadi dan Kiai Nabhan Kembali Pimpin NU Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Pati, 05/10/2022. Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Wedarijaksa menggelar Konferensi Anak Cabang untuk memilih Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah. Hadir 21 Ranting se-Kecamatan Wedarijaksa dalam Konferensi yang digelar di Gedung NU Wedarijaksa (2/10/2022). Sebelum pemilihan digelar sidang komisi untuk pembahasan Tata tertib dan program lima tahun kedepan. Tujuan penyelenggaraan Konferensi dalam rangka pemilihan Rois Syuriyah […]

expand_less