Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bulan Depan PCNU Pati Turba ke Tiap Kawedanan

Bulan Depan PCNU Pati Turba ke Tiap Kawedanan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
  • visibility 266
  • comment 0 komentar

PATI – Bulan September besok, PCNU Kab. Pati mengagendakan melakukan turba (turun bawah) ke masing-masing MWC NU di Kabupaten Pati. Meski, untuk efektivitas pelaksanaannya, turba tersebut dilakukan per-eks kawedanan.

Kepastian pelaksanaan turba pengurus cabang NU Kabupaten Pati ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara PCNU dengan MWC NU se kabupaten Pati, Ahad (25/08) siang kemarin.

Dr. Ahmad Choiron, M.Ag

Wakil Ketua PCNU Kab. Pati, H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, mengungkapkan turba ini sebagai bentuk konsolidasi antara pengurus cabang, termasuk lembaga-lembaga yang ada dengan pengurus MWC NU di setiap kecamatan.

Turba pertama akan dilaksanakan pada Ahad, 8 September 2019 di eks kawedanan Tayu. Kemudian berturut-turut setiap Ahad mulai dari Kec. Pati Kota, Jakenan, Juwana, dan terakhir Kayen pada 6 Oktober 2019.

Masih menurut Dr. Ahmad Choiron, diharapkan dengan konsolidasi antara PCNU dengan MWC NU mampu mendukung program restrukturisasi keorganisasian Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati. Baik untuk tingkat kabupaten, kecamatan (MWC), bahkan hingga ke tingkat desa (ranting). Sehingga program ini merupakan implemnetasi langsung dari amanat Muskercab terkait dengan restrukturisasi organisasi. Baca: PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini
“Kita tidak sekedar banyak tetapi harus terstruktur,” tegas tokoh NU yang juga menjadi Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Pati ini.

Adapun daftar dan jadwal penyelenggaraan turba adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 8 September 2019 di Tayu yang diikuti oleh MWC NU se eks kawedanan Tayu yang meliputi MWC NU Kec. Tayu, Dukuhseti, Cluwak, dan Gunungwungkal.
  • Tanggal 15 September 2019 di Pati Kota yang diikuti oleh MWC NU se eks kawedanan Pati yang meliputi MWC NU Kec. Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu, dan Gembong.
  • Tanggal 22 September 2019 di Jakenan yang diikuti oleh MWC NU se eks kawedanan Jakenan yang meliputi MWC NU Kec. Jakenan, Winong, Pucakwangi, dan Jaken.
  • Tanggal 29 September 2019 di Juwana yang diikuti oleh MWC NU dari eks kawedanan Juwana seperti Kec. Juwana, Batangan, Margoyoso, Wdarijaksa, dan Trangkil
  • Tanggal 6 Oktober 2019 di Kayen yang diikuti oleh MWC NU se eks kawedanan Kayen seperti Kec. Kayen, Tambakromo, Sukolilo, dan Gabus.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, menambahkan bahwa dalam pelaksanaan turba dan konsolidasi nantinya tidak hanya dari pengurus harian PCNU. Melainkan masing-masing dari lembaga-lembaga yang ada di PCNU harus ikut serta. Sehingga 
“Kami mohon semua lembaga ikut bersama PCNU. Sehingga ketika ada pitakonan kaitane kalih lembaga, langsung bisa dijawab oleh lembaga”, pinta Yusuf Hasyim. (munir/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melawan Gerakan Sosmed Wahabi

    Melawan Gerakan Sosmed Wahabi

    • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

     Oleh : M. Dani Habibi* Kita tentu sudah mengetahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini tentu menjadi lahan subur bagi para penggerak Islam baik yang bersifat tradisonal, modern atau fundamental.  Setiap gerakan Islam, pastinya punya ciri khas masing-masing. Mulai dari yang bercorak tradisionalis seperti menjaga tradisi leluhur […]

  • PCNU - PATI 99 Untuk Tuhanku

    99 Untuk Tuhanku

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Tuhanku Kususun 99-ku agar sampai pada 0 dan kulahirkan kembali 1-ku sampai 99-ku yang baru. Tuhanku Kususun 99 napasku untuk meniru-Mu mendekati watak-Mu dan menjadi hati-Mu. Ini ^hanya^ suatu sembahyang, tak lebih dan tak kurang. Sepenuh-penuhnya kutumpahkan kepada Allah Swt., langsung kepada-Nya maupun melewati engkau dan semua saudara kiita. Suatu sembahyang sederhana; usaha untuk merebut […]

  • Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

    Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

    • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah*   Mari kita lihat hadist pertama dalam kitab Assittin Al-Adliyyah. Hadist pertama ini dari Abi Huroiroh yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menerangkan bahwasanya sesama muslim (laki-laki dan perempuan) adalah saudara. Hadist ini mengajarkan prinsip yang paling dasar didalam Islam yaitu prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan. Artinya jika kita menganggap muslim lain adalah […]

  • PCNU-PATI

    Ya Tradisi, Ya Sholawat Nabi

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh : Laily N A Sebagai warga negara baik, kita perlu melestarikan budaya yang ada. Istilah jawanya “nguri-nguri budaya”, merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaga warisan leluhur Jawa dikemas dalam bentuk tata cara, nilai-nilai atau selebrasi Jawa. Salah satunya yaitu tradisi sedekah bumi. Sedekah bumi adalah dua kata yang tak asing ditelinga para masyarakat Jawa, […]

  • RMI PCNU Pati Disambangi RMI PWNU

    RMI PCNU Pati Disambangi RMI PWNU

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

      Pati – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati disambangi RMI PWNU Jawa Tengah, Rabu (11/6/2025) malam. Sambangan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso. Ketua RMI PCNU Pati, KH. Muhammad Liwa’ Uddin, mengatakan bahwa terdapat beberapa kegiatan dalam sambangan itu. Pertama, koordinasi antara pengurus RMI PWNU dengan RMI PCNU kaitannya dengan […]

  • Islam Agama Kemanusiaan

    Islam Agama Kemanusiaan

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Di tengah krisis pemahaman keislaman otentik dan komprehensif, umat Islam membutuhkan pemikiran yang mampu menyegarkan dan membangkitkan paham keislaman yang moderat, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Pemahaman keislaman demikian pada gilirannya mampu merealisasikan kerukunan antar umat beragama dan antar aliran di internal Islam sendiri. Melalui bukunya ini, K.H. Husein Muhammad menyampaikan beberapa refleksi pemikirannya dalam […]

expand_less