Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pusat Pergerakan NU di Kampung: Masjid

Pusat Pergerakan NU di Kampung: Masjid

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
  • visibility 442
  • comment 0 komentar

Kebanyakan Pengurus Ranting NU tidak mempunyai kantor. Kantor organisasi numpang di rumah Ketua Tanfidziyah sebagai pelaksana program organisasi yang ditetapkan syuriyah. Meskipun syuriyah sebagai pemegang kebijakan organisasi, NU di kampung sangat cair. Kebijakan organisasi dibicarakan bersama-sama antara Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah, bahkan dirapatkan bersama antar seluruh pengurus syuriyah dan tanfidziyah.

Masjid: Pusat Kegiatan NU

Bahkan banyak terjadi ketua tanfidziyah dari segi pengaruh sosial lebih luas dari pada rais syuriyah. Kriteria utama menjadi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah adalah mau bergerak mengurusi jamiyah Nahdlatul Ulama.

Ada contoh seseorang Ketua Tanfidziyah Ranting, kemudian naik ke Majelis Wakil Cabang (MWC) menjabat sebagai Rais Syuriyah atau jajaran Syuriyah. Perpindahan struktur dari tanfidziyah ke syuriyah atau sebaliknya syuriyah ke tanfidziyah bersifat fleksibel, sesuai kebutuhan

KH Said Aqil Siradj saat awal berkiprah di PBNU dalam muktamar di Cipasung tahun 1994 adalah Wakil Katib Syuriyah. Di era KH Hasyim Muzadi, Kiai Said pernah menjadi Wakil Rais Syuriyah dan pada periode selanjutnya menjadi salah satu Ketua PBNU. Baru pada Muktamar 2010 di Makasar, Kiai Said Aqil menduduki jabatan Ketum PBNU sampai kemudian terpilih kembali dalam Muktamar ke-33 tahun 2015 di Jombang.

Masjid: Pusat Kegiatan NU Ranting

Kembali ke kajian NU Ranting. Jika mayoritas tidak memiliki kantor sebagai tempat mengadakan rapat dan menggerakkan organisasi, maka opsi terbaiknya adalah menjadikan masjid sebagai kantor NU Ranting.

Masjid berfungsi sebagai tempat menggodok kebijakan organisasi, baik yang prinsip maupun praktis, sekaligus tempat melaksanakan kegiatan 0rganisasi. Masjid sekarang rata-rata berlantai dua, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kantor 0rganisasi dengan dua fungsi: tempat rapat dan tempat pelaksanaan kegiatan. Lantai dua masjid bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan ini. Lantai dua biasanya hanya digunakan seminggu sekali untuk pelaksanaan shalat jumat.

Masjid menjadi pusat pergerakan NU, berarti menjadikan masjid sebagai pusat dakwah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah yang toleran, moderat, dan progresif, jauh dari doktrin radikal dan teror.

Menuju visi besar ini, maka masjid harus benar-benar difungsikan secara optimal. Semakin optimal fungsi masjid, semakin besar pahala yang mengalir kepada waqif (orang yang mewakafkan tanah dam bangunan). Wakaf tergantung kepada intifa‘ (pemanfaatan).

Langkah-langkah distingtif optimalisasi fungsi masjid sebagai jantung pergerakan NU Ranting adalah sebagai berikut:

Pertama, struktur dan personalia pengurus ta’mir masjid harus orang-orang yang memiliki militansi tinggi dalam akidah aswaja nahdliyyah dan mengejawantahkan dalam kehidupan sosial. Syarat lain adalah orang-orang ini harus “kober” meluangkan banyak waktu untuk menghidupkan – meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif.

Kedua, melihat gelagat kelompok salafi Wahabi yang sering menuduh amaliah NU bid’ah, sesat, dan berhak masuk neraka, maka guna menangkis serangan mental ini harus dengan formalisasi dan simbolisasi dalam bentuk “papanisasi masjid”. Nama jam’iyah NU harus tertulis eksplisit sebagai tameng dhohir serangan salafi Wahabi yang ekstrim.

Ketiga, papanisasi ini harus diperkuat ruhnya dengan program internalisasi akidah Aswaja An-Nahdliyyah dan peningkatan keilmuan secara memadai.

Internalisasi akidah aswaja dilakukan dengan intensitas implementasi amaliah warga NU, mulai shalat lima waktu berjamaah, shalat Jum’ah, wiridan, berjanjejan, istighatsah, tahlilan, dan bacaan Al Qur’an.

Peningkatan keilmuan dilakukan dengan pengajian al-Quran ba’da maghrib, pengajian kitab aswaja, kajian fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Salah satu kitab yang seyogianya (wajib) dibaca untuk internalisasi ideologi Aswaja An-Nahdliyah adalah Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah karya Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dan Hujjatu Ahlissunnah Wal Jamaah karya KH Ali Ma’shum.

Diklat Fiqh Dan Manajemen Masjid

Lebih progresif lagi langkah ini ditingkatkan dengan diklat masjid yang mengambil dua topik utama.

Pertama, fiqh masjid yang meliputi sertifikasi tanah wakaf, pemanfaatan tanah wakaf, kesucian masjid, pemanfaatan masjid, MCK masjid, dan lain-lain.

Kedua, manajemen masjid yang berfungsi mendayagunakan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga tempat pembinaan moral, pencerahan keilmuan, dan pemberdayaan sosial ekonomi umat.

Sinergi Seluruh Kekuatan NU

Masjid menjadi tempat bersinerginya seluruh elemen NU. Muslimat, Fatayat, Anshar, IPNU-IPPNU dengan NU sebagai leading sector bersama-sama membangun masjid sebagai pusat dakwah Islam Aswaja An-Nahdliyyah.

IPNU-IPPNU diberdayakan untuk merintis dan mengelola perpustakaan masjid sebagai destinasi keilmuan. Perpustakaan masjid bisa dijadikan taman baca dan arena peningkatan keilmuan dalam bentuk kegiatan bedah buku, diskusi, seminar, dan diklat yang bermanfaat bagi remaja secara akidah, moral, ilmu, dan sosial.

Muslimat-Fatayat-Anshar dalam komando NU Ranting menghidupkan UPZISNU (Unit Pengelola Zakat, Infak Dan Sedekah Nahdlatul Ulama) yang bertugas menghimpun sumber dana filantropi warga NU dan mengalokasikan kepada mereka, baik dalam bentuk konsumtif maupun produktif.

Keberhasilan Lazisnu Ranting yang ada di Desa Nanggerang Cirucuk Sukabumi Jawa Barat dalam menggalakkan Koin NU dengan semboyan “one day five hundred rupiah” satu hari lima ratus rupiah sehingga mampu mendirikan klinik kesehatan dan memberikan layanan sosial dalam berbagai bentuk menjadi inspirasi dan motivasi seluruh pengurus NU Ranting untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi warga NU dan bangsa secara keseluruhan.

NU tingkat PBNU, PWNU, PCNU, dan MWCNU tidak ada taringnya jika NU Ranting tidak bergerak melahirkan prestasi nyata bagi warga NU dan bangsa. Jantung NU ada di Ranting. Semakin progresif Ranting NU, semakin maju NU.

والله اعلم بالصواب

Wonokerto, 7 Februari 2020

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Sedikitnya lima puluh mahasiswa baru Jurusan Tarbiyah Stai Pati mengikuti Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) 2019 di Ponpes al Akrom, Banyuurip, Margorejo. Mereka adalah para mahasiswa yang terdaftar dalam organisasi kemahasiswaan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Mapaba yang digawangi oleh pengurus PMII Rayon Tarbiyah Stai Pati ini kiranya akan berlangsung selama tiga hari. Hari ini, […]

  • PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

      Pati- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Sabtu (19/7/2025). Mereka menyampaikan hasil kajian dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU  soal kanaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati yang mencapai 250 persen pada tahun 2025 ini. Perwakilan dari PCNU Pati […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

  • PCNU-PATI

    Ketika Cinta Bertasbih 2

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Setiap kali fajar itu merekah ia rasakan nuansanya takpernah sama. Setiap kali merekah selalu ada semburat yangbaru. Ada keindahan baru. Keindahan yang berbeda darifajar hari-hari yang telah lalu. Rasanya tak ada sastrawanyang mampu mendetilkan keindahan panorama itu denganbahasa pena. Tak ada pelukis yang mampu melukiskankeindahan itu dalam kanvasnya. Tak ada! Keindahan itu bisadirasakan, dinikmati dan […]

  • Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Pati merilis laporan penggunaan layanan kesehatan mobil Ambulan tahun 2024, Rabu (1/1).   Pada data tersebut, sedikitnya ada 122 layanan ambulan dijalankan oleh Lazisnu. Dari junlah itu, sebanyak 41 layanan di lakukan di dalam kota dan 81 lainnya di luar kota.   […]

  • MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Pati menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Pasalnya, air sebagai salah kebutuhan vital sulit di dapat. Akhirnya, kegiatan-kegiatan seperti bercocok tanam hingga makan dan minum menuai kendala. Diatribusi air bersih di RW 1 Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo, Pati oleh MA Miftahul Ulum, Ngerang, Mingu (22/9) Menyikapi hal ini, banyak organisasi […]

expand_less