Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Dari Kopi Menggerakan Literasi

Dari Kopi Menggerakan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 599
  • comment 0 komentar
Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati


“Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah”

Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja dikenal sebagai penulis bergenre sastra. Namun namanya juga lumayan masyhur di jagat perkopian khususnya di daerah Pati. Uniknya, pria yang kini tinggal di Plukaran, Gembong, Pati ini mencoba ‘mengawinkan’ dua hobinya tersebut menjadi satu, kopi dan literasi.

Satu sisi, dirinya mengajak masyarakat sadar lieterasi melalui program yang cukup hangat, ‘Uri-Uri Literasi’. Namun di sisi lain, Niam memiliki modus ‘terselubung’ yaitu mengenalkan kopi khas Pati kepada Indonesia. 

Capaiannya dalam dunia literasi juga tak main-main. Puluhan buku berhasil ia tulis dengan tangan  kreatifnya. Karya sastra buah tangan Niam At Majha yang menghiasi media massa pun tak terhitung jumlahnya.  

Sebut saja buku berjudul ‘Nostalgi dan Melankoli’ yang menjadi kebanggaan dunia sastra. Buku yang ditulis 2018 lalu itu menjadi satu di antara 40 buku yang telah ditulis oleh Niam sejak 2004 silam.  

Ia mengaku, kacintaannya dengan dunia tulis menulis telah ada sejak dirinya masih belia. namun Niam baru benar-benar mengawali debut menulisnya sejak nyantri di Desa Kajen, Margoyoso tahun 2004. 

Buku Nostalgi dan Melankoli, salah satu karya kebanggaan Niam At Majha, disandingkan dengan secangkir Kopi

“Saya menulis cerpen, puisi, novel itu mulai mondok dan sampai sekarang alhamdulillah masih aktif,” ungkapnya. 

Layakknya penulis-penulis lain, Koleksi buku yang dimiliki oleh Niam At Majha pun tidak bisa dibilang sedikit. Jika kita memasuki rumahnya, ucapan selamat datang akan disampaikan oleh sebuah rak berukuran jumbo yang menempel sepanjang dinding ruang tamunya. Rak tersebut penuh dengan buku-buku, khususnya buku sastra. Ruangan ini sekaligus menjadi tempat favorit bagi Niam. sebab menurutnya, disinilah ia menghasilkan karya-karya luar biasa.

“Kata orang banyak baca, banyak nulis,” celetuknya.

Berada di Lokasi Tepat 

Selain hobi menulis, sebagai seorang santri, kehidupan Niam juga tak lepas dari kopi. Kecintaannya pada kopi juga mulai muncul sejak ia mondok di Kajen. Hingga suatu ketika, Allah menakdirkannya untuk berjodoh dengan ‘kopi’.

2014, ia menikah dengan Munawaroh, seorang santri asal Plukaran, Gembong, Pati. Bukan rahasia lagi, bahwa desa ini merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Kabupaten Pati. Klop sekali!

“Saya bersyukur bisa kian dekat dengan kopi,” lanjutnya. 

Di lingkungan barunya ini, Niam tak mau diam saja. Perlahan tapi pasti, ia mulai menekuni profesi sebagai produsen kopi. Proses menanam, stek, hingga pengolahan menjadi kopi kemasan yang legal beredar ia pelajari perlahan-lahan. 

Proses menjemur kopi sebelum diolah menjadi kopi bubuk

Produk Kopi Plukaran-nya ini juga tidak lepas dari ide-ide yang muncul saat melihat lingkungan sekitarnya yang hanya menjual biji kopi. Padahal, kopi bubuk, menurut Niam, juga memiliki pasar yang relatif menjanjikan. Diam-diam, ia mencoba membuat resep kopi bubuknya sendiri.  

“Inspirasinya cukup sederhana. Pertama, sumber daya robusta melimpah di sini. Kedua, Di daerah saya ini masih jarang petani menjual olahan kopi. Mereka lebih menjual biji kopi. Saya melihat peluang berjualan kopi. Inspirasi lainnya dulu waktu mondok, saya suka ngopi. Kenapa tidak menggunakan kesempatan itu, menjual kopi di kalangan masyarakat dan santri,” katanya.

Melalui jejaringnya, Kopi Plukaran buatan pria 32 tahun ini, telah dinikmati oleh para pecinta kopi hampir di seantero Nusantara. Mulai dari Jawa, Madura, Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi.

Dalam satu tahun, lahan kopi milik orang tuanya bisa menghasilkan dua ton kopi basah. Namun jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan produksinya. sebab, per minggu, home industry milik aktivis NU ini harus ‘menelurkan’ sedikitnya 50 kilogram bubuk kopi. Untuk menunjang kebutuhan produksi ini, Niam melengkapinya dengan membeli biji kopi dari tetangga sekitar rumahnya. 

“Hitung-hitung ikut nglarisi mereka,” tuturnya sambil kelakar. 

Baginya, menjual kopi bukan hanya soal uang, meskipun laba yang dihasilkan bisa dua kali lipat. Namun menurut Niam, ketika kopinya bisa diterima di kalangan penikmat kopi, itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Kalau bicara laba, katakanlah biji kopi 23 ribu per kilogram, setelah menjadi bubuk, kita bisa jual 75 ribu. Tapi bukan itu tujuan utama, bagi saya tidak ada yang lebih artistik ketimbang kopi saya bisa dinikmati orang se-Indonesia,” tandas pria asli Cluwak ini.  

Literasi dan Kopi

Menjadi produsen kopi tak membuatnya berhenti menulis. Bahkan, Niam bisa mengkampanyekan literasi melalui kopi. Ia kerap menjual kopi dengan sistem beli sekian makan akan bonus buku karyanya sendiri. Menurutnya, membaca buku identik dengan kopi. Jika orang membeli kopi miliknya, maka bisa mendapatkan buku.

“Membaca buku dan kopi itu satu paket. Tapi kalau misal tidak suka buku masih bisa mendapatkan kopi dan sebaliknya.” kata pria lulusan MA Mathaliul Falah Kajen Margoyoso Pati ini.

Ayah dua anak ini mengaku tak merasa rugi dengan sistem menjual kopi bonus buku. Sebab kopi yang dijualnya diproduksi sendiri. Mulai dari menanam hingga menyangrai. Dengan menjual kopi gratis buku,diam-diam ia masih bisa meraup untung. Hal ini sangat wajar, Karena 90% kopi yang diproduksi bukan hasil membeli dari petani lain melainkan dari kebun sendiri. 

“Kalau untuk buku sendiri tak semua digratiskan karena masih dipasarkan di toko buku dan dipesan oleh teman-teman saya sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya memproduksi kopi dan menulis, Niam juga masih sangat aktif berorganisasi. salah satunya di Nahdlatul Ulama. Pria bertubuh gempal ini sudah sejak lama mengabdikan hidupnya untuk NU. Untuk menemui dan mengajaknya ngopi bareng saja, kita tidak usah repot-repot naik gunung ke Plukaran, karena setiap hari, Niam Nngantor di PCNU Pati. Bahkan kawan-kawannya menjuluki Niam sebagai ‘Juru Kunci kantor NU’.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 46 Santri Baru MI Hidayatul Islam Terima Edukasi dari Damkar

    46 Santri Baru MI Hidayatul Islam Terima Edukasi dari Damkar

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 727
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Puluhan peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong, Pati melakukan kunjungan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis (17/7) pagi. Momen tersebut merupakan rangkaian Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) tahun pelajaran 2025/2026. Menurut Sumarni, kepala MHI, sedikitnya ada empat puluh enam siswa baru yang turut andil dalam […]

  • Ketua dan Sekretaris MWCNU se Pati Ikuti Pelatihan Administrasi Database

    Ketua dan Sekretaris MWCNU se Pati Ikuti Pelatihan Administrasi Database

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI – PCNU Kabupaten Pati, Rabu (12/2/2020) siang, menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Pelatihan Administrasi Database. Acara yang digelar di Kantor PCNU Kab. Pati ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris MWCNU se-Kabupaten Pati. Penyelanggaraan Pelatihan Administrasi dan Database ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya tata kelola administrasi bagi pengurus NU di semua lapisan, termasuk Majelis Wakil […]

  • Pertemuan Alumni PKPNU Angkatan 1 Sekaligus Penyerahan Sertifikat

    Pertemuan Alumni PKPNU Angkatan 1 Sekaligus Penyerahan Sertifikat

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 6 Juni 2015, bertempat di Gedung PCNU Lt 3, telah berlangsung acara temu alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama angkatan 1 (PKPNU).  Dalam acara tersebut di hadiri oleh Rois Syuriah PCNU Pati KH. M. Aniq Muhammadun, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Drs. Ali Munfaat, Mpd, dan Wakil Ketua Tanfdizyah Dr. Jamal Makmur  Asmani, […]

  • Fix, 9 Agustus Konferancab IPNU/IPPNU Gembong

    Fix, 9 Agustus Konferancab IPNU/IPPNU Gembong

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    GEMBONG-Paska bersilaturrahom ke rumah MWC-NU Gembong, Selasa (23/7) rombongan PC IPNU/IPPNU segera melaksanakan rapat pembentukan panitia konferensi PAC bersama dengan kader-kader IPNU/IPPNU Gembong dan Kader Penggerak NU. Suasana santai rapat pembentukan panitia Konferancab IPNU/IPPNU Gembong “Kita harus gerak cepat, kalau bisa kita susun panitia malam ini” kata Salman, Selasa (23/7) malam. Akhirnya, rapat singkat diadakan […]

  • LAKPESDAM NU Pati Berikan Percontohan Vertikultur

    LAKPESDAM NU Pati Berikan Percontohan Vertikultur

    • calendar_month Jum, 29 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU Pati melakukan pendampingan di Panti Asuhan Darul Hadlanah Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Rabu (27/1). Kegiatan ini merupakan program dari divisi lingkungan yang konsen dalam bentuk pendampingan di bidang pemberdayaan seperti daur ulang sampah, tanaman vertikultur, holtikultur dan penghijuan. Pada kegiatan ini misalnya, Lakpesdam melakukan kegiatan dalam […]

  • Rokok Bagian Dari Kehidupan Masyarakat

    Rokok Bagian Dari Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

     NU Online; Nahdlatul Ulama melalui Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) dan Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menyatakan siap melawan dan melakukan somasi jika Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melakukan somasi kepada Kementerian Sosial. Seperti diketahui, Mensos Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Orang Rimba dalam rangka menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya 11 orang karena […]

expand_less