Jaga Sanad di Tengah Tantangan Zaman, IPMAFA Gelar Musalsal untuk Calon Wisudawan
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20.839
- comment 0 komentar

Jaga Sanad di Tengah Tantangan Zaman, IPMAFA Gelar Musalsal untuk Calon Wisudawan
Pati, 30 Oktober 2026 – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar Ijazah dan Musalsal di Masjid IPMAFA, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini diikuti 320 peserta dan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Program Sarjana XV dan Program Pascasarjana II. Lewat musalsal, IPMAFA menegaskan komitmennya menjaga sanad keilmuan sekaligus membekali wisudawan agar kuat lahir dan batin menghadapi tantangan zaman.
Musalsal tahun ini mengusung tema “Dari Pesantren untuk Peradaban: Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Integritas”. Rektor IPMAFA, H. Abdul Ghoffarrozin, M.Ed atau gus Rozin menjelaskan bahwa tujuan musasak adalah nenjaga sanad. Menurutnya, dipesantren, pertanggungjawaban akademik adalah sanad. Doa-doa yang dibaca dalam musalsal pun memiliki sanad yang jelas hingga je Rasulullah SAW.
Ia menambahkan, musalsal menjadi tradisi yang melekat pada IPMAFA karena kampus ini adalah institut pesantren. Yang diurus, kata dia, bukan hanya aspek akademik, tetapi juga nilai ruh atau spiritual. Nilai itu harus ada dan hidup sebagaimana di pesantren, termasuk lewat musalsal.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Gus Rozin berharap mereka kuat secara zahir dan batin dalam menghadapi tantangan bangsa yang menurutnya tidak stabil, menantang, dan dinamis. Kuat, lanjutnya, juga berarti kuat secara spiritual. Itulah alasan para peserta dibekali doa. Ia juga berharap mereka dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah di IPMAFA.
Ketua panitia, Puji Lestari, mengatakan pesan utama musalsal adalah menjaga tradisi kepesantrenan di IPMAFA sekaligus menjaga sanad. Menurutnya, para wisudawan tetap berada dalam satu ikatan sanad, meski sudah lulus dan berada di mana pun.
Panitia, Muhammad Luthfi Hakim, menjelaskan bahwa musalsal berangkat dari identitas IPMAFA sebagai kampus berbasis nilai-nilai pesantren. Selain dibekali keilmuan akademik, mahasiswa juga perlu menjaga tradisi pesantren. Musalsal, katanya, merupakan tradisi yang terus berlangsung di pesantren dan selama ini juga dipraktikkan di IPMAFA. Sesuai namanya, kegiatan ini bertujuan menyambung sanad keilmuan yang diajarkan para masyayikh kepada murid-muridnya, dan seterusnya.
Luthfi menegaskan bahwa musalsal tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Ia berharap para wisudawan mengistikamahkan amalan yang diijazahkan dalam kegiatan ini, di antaranya ijazah fil mahabbah dan Ayatul Faraj, serta membawanya ke daerah masing-masing.
Bagi para peserta, musalsal meninggalkan kesan mendalam. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Mohammad Bahrul Ulum, menyebut proses berjabat tangan (mushafahah) sebagai bagian yang paling berkesan karena terasa sakral.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar