Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pesan Moral Rektor IPMAFA di Tengah Tradisi Musalsal: Jaga Sanad Keilmuan dan Waspadai Krisis Ekonomi

Pesan Moral Rektor IPMAFA di Tengah Tradisi Musalsal: Jaga Sanad Keilmuan dan Waspadai Krisis Ekonomi

  • account_circle admin
  • calendar_month 54 menit yang lalu
  • visibility 20.840
  • comment 0 komentar

Pati, 30 Oktober 2026 – Menjelang momen kelulusan, Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menggelar tradisi ijazah musalsal yang kental akan makna spiritual. Kegiatan sakral ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial menjelang wisuda, melainkan sebuah ikhtiar batiniah yang bertujuan untuk menyambungkan sanad keilmuan secara langsung antara para santri dan guru-gurunya. Melalui sanad yang tersambung ini, diharapkan para lulusan tidak hanya membawa ijazah akademik, tetapi juga warisan moral dan keberkahan ilmu yang bersumber langsung dari para masyayikh untuk diamalkan di tengah dinamika masyarakat.

Di sela-sela khidmatnya prosesi tersebut, Rektor IPMAFA, Abdul Ghaffar Rozin turut menyampaikan pidato reflektif yang menyoroti realitas sosial-ekonomi bangsa saat ini. Dengan gaya bahasa yang membumi, beliau secara terbuka menyinggung kondisi perekonomian negara yang sedang tidak baik-baik saja dan tergolong babak belur. Sebagai ilustrasi nyata himpitan finansial hari ini, beliau membandingkan pergeseran nilai mata uang secara kultural dengan kalimat, “Aspek ekonomi kita sedang babak belur, dulu uang 500 cukup untuk hidup 1 bulan,  namun untuk sekarang belum tentu cukup.” Sentilan ini menyadarkan para calon sarjana agar bersiap menghadapi tantangan kemandirian ekonomi yang kian ketat di luar kampus.

Tidak hanya berhenti pada isu finansial, Gus Rozin sapaan akrab Rektor IPMAFA juga meluaskan pandangannya pada pergeseran etika dan relasi personal di era modern. Beliau dengan tegas menyoroti pentingnya menjaga komitmen moral dalam hubungan sosial dan asmara, dengan berpesan agar anak muda tidak mudah mempermainkan ikatan hati. Beliau mengingatkan para mahasiswa agar jangan sampai berhubungan lebih dari satu orang, sebab esensi ketulusan dan rasa hormat kini mulai bergeser ke arah komodifikasi.

Pesan mendalam tersebut ditutup dengan sebuah kritik tajam terhadap fenomena hubungan masa kini, di mana kasih sayang hari ini kerap ditukar dengan kuantitatif. Maksudnya, kedalaman komitmen dan ketulusan emosional sering kali direduksi hanya sebatas angka, popularitas, atau seberapa banyak relasi yang bisa dikumpulkan secara instan. Pesan kritis ini sekaligus menjadi bekal penutup yang kental nilai dakwah moral bagi para wisudawan IPMAFA sebelum mereka benar-benar melangkah keluar menghadapi kompleks nya dunia luar.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.747
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Siapa sangka rumah kuno di Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang disulap jadi kedai kopi kini menjadi tempat favorit para pemuda untuk bersantai. Kedai itu bernama Seruput Kopi. Di sana menyajikan aneka makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau. Terletak dekat dengan Desa Kajen yang merupakan kota santrinya Bumi Mina […]

  • Mencari Hutang untuk Tahlilan

    Mencari Hutang untuk Tahlilan

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Sudah menjadi tradisi masyarakat, kalau ada keluarganya yang meninggal dunia, ahli warisnya mengumpulkan orang untuk bersama-sama membaca fatihah, surat ikhlas, tahlil dan lain-lain. Tepat pada satu hari, dua hari dan seterusnya.Dan semua itu tidak terlepas dari biaya, padahal ahli mayyit termasuk orang-orang yang tidak mampu dan mayyit sendiri tidak meninggalkan tirkah (harta peninggalan).   Pertanyaan […]

  • Rangkaian Kegiatan Harlah ke 71 Fatayat NU Kab. Pati

    Rangkaian Kegiatan Harlah ke 71 Fatayat NU Kab. Pati

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Pati, 13 Maret 2021 Semarakan harlah ke 71 Fatayat NU Kab. Pati. Rencanakan 8 kegiatan besar yang di mulai pada bulan Februari sampai bulan April. adapun jadwal kegiatan sebagai berikut. Rangkaian Kegiatan Semarak Harlah ke-71 Fatayat NU Kabupaten Pati “Fatayat NU Membumi untuk Menyegarkan Bumi Pertiwi” 1. Bakti Sosial Korban Bencana Banjir     Bersama […]

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

  • MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus MWCNU Batangan mengadakan santunan anak yatim piatu dan duafa, bersama keluarga besar ikatan remaja masjid dan Ansor ranting desa Klayusiwalan, Batangan Pati 18/6 kemarin. “Meskipun pada tahun ini kami Pengurus MWCNU Batangan baru bisa memberikan santunan 28 anak Yatama dan 200 dhuhafa’, hal ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami, semoga kedepannya akan […]

  • PCNU-PATI

    Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Mencermati kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, kita akan mengetahui bahwa penulisannya dilatarbelakangi oleh munculnya gerakan modernisme Islam di Indonesia. Menurut Andrée Feillard (2009:6) kaum modernis membentuk organisasi yang dikenal seperti Muhammadiyyah (1912), Al-Irsyad (1915), dan Persatuan Islam (1923). Gerakan ini menurutnya adalah gerakan kedua yang harus dihadapi kaum muslimin Ahlussunnah […]

expand_less