Pelantikan Kepala MTs Ma’arif Sapuran, LP Ma’arif NU Wonosobo Tekankan Lima Amanah Kepemimpinan Nahdliyah
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 17.342
- comment 0 komentar

Pelantikan Kepala MTs Ma'arif Sapuran, LP Ma'arif NU Wonosobo Tekankan Lima Amanah Kepemimpinan Nahdliyah
WONOSOBO – Suasana penuh khidmat menyelimuti aula MTs Ma’arif Sapuran pada Sabtu (1/8/2026) saat digelar pelantikan Kepala MTs Ma’arif Sapuran. Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi menerima estafet kepemimpinan dari Arif Muchtar, S.E. yang telah mengabdikan diri sebagai kepala madrasah selama dua periode atau delapan tahun.
Hadir dalam acara tersebut Rois Syuriah MWCNU Sapuran KH. Yahya, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Edi Rohani, M.Pd.I., Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Ismail, M.Pd., Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Mukhtarudin, S.Ag., Ketua LP Ma’arif MWCNU Sapuran KH. Khozin, S.Ag. beserta jajaran pengurus, Ketua BP3MNU MTs Ma’arif Sapuran Drs. H. Ludiyanto, M.Pd., seluruh guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan.
Dalam sambutan perpisahannya, Arif Muchtar menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengemban amanah memimpin madrasah selama delapan tahun. Ia juga memohon maaf apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat kekurangan.
“Terima kasih kepada seluruh guru, karyawan, pengurus, dan semua pihak yang telah membersamai perjuangan membangun MTs Ma’arif Sapuran. Saya mohon maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah,” ucapnya.
Sementara itu, Sri Wahyu Susilowati menyatakan kesiapannya melanjutkan perjuangan yang telah dirintis pendahulunya. Ia mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk bergandengan tangan membangun MTs Ma’arif Sapuran menjadi lembaga pendidikan yang semakin maju.
“Saya memohon doa, arahan, dan bimbingan dari para kiai, pengurus, guru, serta seluruh keluarga besar madrasah. Mari kita pertahankan semua hal yang sudah baik dan bersama-sama melakukan perbaikan demi kemajuan MTs Ma’arif Sapuran. Semoga Allah SWT meridai setiap langkah perjuangan kita,” tuturnya.
Rois Syuriah MWCNU Sapuran, KH. Yahya, dalam arahannya menegaskan bahwa MTs Ma’arif bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan aset strategis Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kader-kader masa depan.
“MTs Ma’arif adalah aset kelembagaan NU. Dari sinilah kader-kader NU dipersiapkan. Karena itu, madrasah harus terus berkembang dan menjadi kekuatan yang memperkokoh Nahdlatul Ulama di berbagai bidang kehidupan,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Ma’arif saat ini bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga menjaga komitmen ideologis terhadap Nahdlatul Ulama.
“Jangan sampai ada lembaga yang hanya menjadikan Ma’arif sebagai nama atau payung administratif, tetapi kehilangan ikatan ideologis dengan NU. Madrasah Ma’arif harus tetap berpijak pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dan terus berkembang, baik kualitas maupun kuantitasnya,” pesannya.
KH. Yahya juga mengingatkan bahwa MTs Ma’arif Sapuran merupakan buah perjuangan para tokoh NU Sapuran yang mendirikannya pada tahun 1976. Berkat perjuangan panjang tersebut, kini madrasah telah dipercaya masyarakat dengan jumlah peserta didik sekitar 500 siswa.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, Edi Rohani, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Arif Muchtar atas dedikasi dan pengabdiannya selama dua periode memimpin madrasah.
“Terima kasih atas khidmah dan pengabdian Bapak Arif Muchtar. Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Berbagai kemajuan yang diraih MTs Ma’arif Sapuran menjadi bagian dari amal jariyah yang semoga terus mengalir pahalanya,” ujarnya.
Kepada kepala madrasah yang baru, Edi berpesan agar kepemimpinan dijalankan sebagai amanah pengabdian, bukan sekadar jabatan.
“Memimpin madrasah memang tidak mudah. Jalannya terjal dan tantangannya tidak ringan. Namun selama seluruh elemen madrasah tetap guyub, rukun, saling menguatkan, dan memiliki cita-cita yang sama untuk memajukan lembaga, insyaallah setiap tantangan dapat dilalui bersama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Kepala MTs Ma’arif harus memegang lima amanah Nahdliyah, yaitu menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, meningkatkan mutu pendidikan, memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga madrasah, memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan sinergis dengan LP Ma’arif NU, serta menjadikan madrasah sebagai pusat lahirnya generasi Nahdliyin yang cerdas, berakhlak, cinta tanah air, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta kemanusiaan.
Pelantikan tersebut menjadi penanda berlanjutnya estafet kepemimpinan di MTs Ma’arif Sapuran sekaligus memperkuat komitmen seluruh keluarga besar madrasah untuk terus mengembangkan lembaga sebagai kebanggaan Nahdlatul Ulama dan masyarakat Sapuran.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar