Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Indeks Potensi Radikalisme Jawa Tengah Turun, BNPT: Kewaspadaan terhadap Radikalisme Digital Harus Terus Dijaga

Indeks Potensi Radikalisme Jawa Tengah Turun, BNPT: Kewaspadaan terhadap Radikalisme Digital Harus Terus Dijaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
  • visibility 186
  • comment 0 komentar

Bogor – Provinsi Jawa Tengah kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya pencegahan radikalisme. Berdasarkan Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 yang dipublikasikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), nilai IPR Jawa Tengah turun menjadi 10,9, dari 11,4 pada tahun 2024. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan tingkat potensi radikalisme terendah di antara provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa.

Hasil survei tersebut dipaparkan dalam kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 yang diselenggarakan BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah melalui forum Kajian Senin Kamis (KSK), Kamis (2/7/2026).

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, S.H., M.H., menyatakan bahwa penurunan indeks merupakan bukti efektivitas kolaborasi pemerintah, FKPT, akademisi, tokoh agama, media, dan masyarakat dalam membangun ketahanan terhadap paham radikal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ancaman radikalisme terus bertransformasi seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial.

“Penurunan indeks ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pencegahan yang dilakukan secara kolaboratif telah memberikan hasil yang positif. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat kita lengah. Ancaman radikalisme saat ini terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat,” tegas Sigit.

Menurutnya, selain ekstremisme berbasis agama, masyarakat juga perlu mewaspadai munculnya berbagai bentuk ideologi ekstrem baru yang menyebar melalui media sosial, platform digital, dan komunitas daring. Karena itu, penguatan literasi digital, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta pendampingan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai bentuk ekstremisme.

Peneliti FKPT Jawa Tengah, Ahmad Ro’uf menjelaskan bahwa keunggulan Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari penurunan nilai IPR, tetapi juga dari capaian dimensi pemahaman sebesar 11,3 dan dimensi tindakan sebesar 0,4, yang keduanya berada di bawah rata-rata nasional. Rendahnya dimensi tindakan menunjukkan masyarakat Jawa Tengah relatif mampu menolak keterlibatan dalam aksi radikal.

Namun demikian, dimensi sikap yang masih berada pada angka 20,9 menjadi perhatian bersama karena menunjukkan masih adanya potensi intoleransi yang perlu ditekan melalui edukasi berkelanjutan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ahmad Ro’uf juga menyoroti tingginya aktivitas masyarakat dalam mengakses informasi keagamaan melalui internet. Hasil survei menunjukkan 68 persen responden mencari konten keagamaan secara daring, sementara 20 persen di antaranya turut menyebarluaskan kembali konten tersebut kepada orang lain.

“Penting untuk mengampanyekan gerakan literasi digital Saring Sebelum Sharing agar masyarakat lebih bijaksana dalam melihat dampak serta memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya ke jejaring sosial,” ujarnya.

Senada dengan itu, anggota Tim Review Survei IPR Nasional, Lilik Purwandi, mengingatkan bahwa capaian positif Jawa Tengah harus menjadi motivasi untuk memperkuat upaya pencegahan, bukan justru menurunkan kewaspadaan.

“Capaian ini diharapkan tidak membuat para pemangku kepentingan di Jawa Tengah berpuas diri. Melalui kolaborasi multipihak yang lebih efektif, target ke depan adalah menurunkan IPR melampaui capaian terbaik sebelumnya,” katanya.

Lilik menambahkan bahwa strategi pencegahan ke depan perlu difokuskan pada penguatan dimensi sikap melalui peningkatan toleransi, moderasi beragama, literasi digital, penguatan wawasan kebangsaan, serta optimalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, perempuan, generasi muda, masyarakat perkotaan, dan pengguna media sosial merupakan kelompok yang perlu menjadi prioritas dalam berbagai program pencegahan radikalisme.

Sementara itu, Ketua FKPT Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menilai hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan. Namun, tingginya dimensi sikap harus direspons melalui penguatan budaya toleransi, pendidikan karakter, serta pemanfaatan ruang digital sebagai media penyebaran narasi damai.

“Secara riil atau dalam hal tindakan, masyarakat Jawa Tengah tergolong sangat damai. Namun, dalam ranah kognitif dan afektif, potensi intoleransi dan radikalisme masih muncul di permukaan. Karena itu, penguatan nilai-nilai toleransi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperbanyak produksi konten moderasi beragama yang relevan dengan generasi muda sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Jawa sebagai benteng ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama dan utama dalam menanamkan toleransi, cinta tanah air, serta semangat kebangsaan sehingga mampu mencegah penyebaran paham radikal sejak dini.

Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga Jawa Tengah tetap aman dan kondusif merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dipelihara. Dengan mempertahankan capaian pada dimensi pemahaman dan tindakan, serta memperkuat dimensi sikap melalui literasi digital, pendidikan karakter, penguatan keluarga, dan kolaborasi lintas sektor, Jawa Tengah diharapkan semakin tangguh menghadapi dinamika ancaman radikalisme dan terorisme pada masa mendatang. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC IPNU IPPNU Tambakromo Kirim 3 Kadernya Untuk Mengikuti Lakmud Di Kudus

    PAC IPNU IPPNU Tambakromo Kirim 3 Kadernya Untuk Mengikuti Lakmud Di Kudus

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Tambakromo, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Tambakromo Pati mengirimkan tiga anggotanya untuk mengikuti Latihan Kader Muda (LAKMUD) yang dilaksanakan oleh PAC IPNU IPPNU Bae Kudus. “Kami mengirimkan tiga kader untuk mengikuti jenjang kaderisasi Lakmud, seharusnya ada empat kader yang sudah mengikuti screaning dan sekolah kader. Jelas Dwi Nur Ketua IPPNU Tambakromo. Ketua IPPNU Tambakromo juga berharap agar […]

  • PCNU-PATI

    Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

    • calendar_month Kam, 5 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Semarang – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat memberikan pengarahan, bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru melainkan hanya pendekatan pembelajaran. Sejak dulu, dikatakannya, telah banyak berkembang pendekatan dan model pembelajaran seperti Active Learning, Contextual Theaching Learning, Cooperative Learning, dan lainnya. Pihaknya juga menghimbau agar guru di wilayah Kecamatan Gajahmungkur aktif dan inovatif dalam mendesain […]

  • Pati Diharapkan Jadi Titik Peluncuran Posko Mudik Banser Jateng

    Pati Diharapkan Jadi Titik Peluncuran Posko Mudik Banser Jateng

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    PATI-Sebagai tradisi menjelang Lebaran, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati selalu memberikan pelayanan kepada pemudik yang melintas melalui Posko Mudik Banser terbaik. Bahkan, tahun ini Pati diharapkan dapat menjadi titik peluncuran Posko Mudik Banser di Jawa Tengah (Jateng). “Seperti biasa, kami membuka Posko Mudik Banser di Juwana. Tahun ini kami mengharapkan kick off […]

  • Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Magelang – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Magelang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding yang dilakukan oleh madrasah dan sekolah Ma’arif bukan sekadar untuk promosi namun lebih pada ideologisasi. “Kalau promosi bisa lewat iklan, advertorial, testimoni, tapi branding itu satu kesatuan gerakan untuk ideologisasi Aswaja melalui media massa, […]

  • PCNU-PATI

    153 Banser Jawa-Bali Ditempa di Kabupaten Pati

    • calendar_month Kam, 31 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Jawa dan Bali menempa diri dalam sejumlah kemampuan di Kabupaten Pati. Kegiatan Diklatsus Banser Protokoler dan Tanggap Bencana (Bagana) ini digelar di MI Nurul Huda Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, selama tiga hari, yaitu pada 25-27 Agustus 2023.  Ratusan anggota Banser ini disiapkan untuk menjadi kader yang siap dan […]

  • Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 868
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove di pesisir Pantai Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Rabu,(15/10/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertajuk Mageri Segoro, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Aksi tanam mangrove […]

expand_less