Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film “Pesta Babi”

Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film “Pesta Babi”

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
  • visibility 14.325
  • comment 0 komentar

 

​pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar acara nonton bareng (nobar) film dokumenter di halaman Gedung PCNU Pati, Sabtu (16/5/2026) malam.

​Film yang diputar adalah karya terbaru dari sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Acara yang dihadiri oleh puluhan kader muda NU ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai refleksi kondisi sosial, adat, dan lingkungan di Indonesia saat ini.

​Ketua PC IPNU Pati, Abdul Khorib, mengatakan bahwa nobar ini digelar lantaran tingginya rasa penasaran para pelajar terhadap isi dari film tersebut.

Film dokumenter ini sendiri menampilkan potret masyarakat adat Suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi Papua yang kehilangan hutan leluhur mereka akibat eksploitasi lahan.

​”Teman-teman tahu kondisi Indonesia sekarang. Karena teman-teman penasaran filmnya soal apa sih, akhirnya kami menyelenggarakan (nobar) ini. Lewat film ini, akhirnya kami paham apa yang sebenarnya terjadi di Papua,” ujar Abdul Khorib usai pemutaran film.

​Khorib menambahkan, sebagai elemen pelajar yang menjadi agen perubahan (agent of change), kader IPNU IPPNU tidak boleh apatis. Mereka dituntut untuk selalu responsif terhadap berbagai ketimpangan dan permasalahan di masyarakat.

​”Kami sebagai pelajar harus peka terhadap permasalahan yang ada. Misalkan saja terkait krisis ekologi yang saat ini menjadi ancaman nyata,” tegas dia.

​Sementara itu, Mirza yang hadir sebagai pemantik diskusi menjelaskan pesan moral dan ideologis yang dibawa oleh film Pesta Babi. Menurutnya, film ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang dampak destruktif kolonialisme modern terhadap ruang hidup masyarakat adat.

​”Film ini mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Selain itu, film ini mengingatkan kita akan dua hal penting yang tidak boleh kita gadaikan, yaitu kejujuran dan keberanian,” kata dia.

​Melalui nobar dan diskusi ini, PC IPNU IPPNU Pati berharap dapat memantik nalar kritis para anggotanya. Sehingga, mereka tidak hanya fokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu mengawal isu-isu kemanusiaan dan lingkungan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Juan Domenech

    Kembali Belajar

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini jadwalnya saya menulis. Awalnya ada banyak ide berseliweran yang ingin saya tuliskan, namun saya malah bingung bagaimana memulainya. Saya mengambil keputusan cerita perihal kejadian tadi pagi lah yang saya pilih untuk tulisan ini.  Pagi tadi seperti biasa setelah bangun tidur, ibu memberi pesan sebelum berpamitan berangkat bekerja. Saya dimintanya […]

  • Fatayat NU Tayu Juara 1 Cooking Video Competition Tingkat Jateng

    Fatayat NU Tayu Juara 1 Cooking Video Competition Tingkat Jateng

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    SEMARANG – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah baru saja menghelat kompetisi untuk para pemudi NU. Tak main-main, dalam ajang yang dipungkasi 5 Desember kemarin, Fatayat NU Jateng belerjasama dengan Unicef. “Kami menggelar Cooking Video Competition MP-ASI Halal Gizi Seimbang sebagai Strategi Pencegahan Stunting pada Anak, dan diikuti oleh delegasi dari PAC dan PR […]

  • Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

    Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 692
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) dan Tim Jolosutro Pati akan menggelar rukyah massal dalam waktu dekat. hal ini disampaikan oleh salah satu praktisi rukyah JRA, Fahruddin. “Sudah Kami agendakan untuk menggelar ruqyah massal di Gembong minggu ini” tuturnya singkat. Flyer Ruqyah Aswaja di SMK NU Gembong, Minggu (10/11) esok Dikonfirmasi dari panitia Ruqyah Massal Gembong, M. […]

  • PCNU-PATI Photo by Luke Stackpoole

    Cerita Tabatabaei House

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut […]

  • PCNU-PATI

    Terdampak Banjir, Ratusan Warga Desa Sinomwidodo Tambakromo Mengungsi di Masjid

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -Ratusan warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, harus mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir bandang, Rabu (30/11/2022) lalu. Ratusan warga itu mengungsi di masjid desa setempat. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengatakan, terdapat 200 keluarga yang harus mengungsi akibat musibah tersebut. ”Kurang lebih ada 200 KK, nanti kita juga akan monitoring […]

  • Memaknai Santri di Hari Santri

    Memaknai Santri di Hari Santri

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Santri sebagaimana kita pahami merupakan seorang individu yang mempelajari ilmu agama di pesantren. Namun, makna santri juga tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, melainkan meliputi identitas, nilai-nilai, dan sikap hidup yang tercermin dalam kehidupan keseharian mereka. Sedangkan memaknai santri di hari santri adalah momen penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan […]

expand_less