Isi Kegiatan Ramadan, 40 Santri PPQ Safiinatunnaja Ikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9.440
- comment 0 komentar

Isi Kegiatan Ramadan, 40 Santri PPQ Safiinatunnaja Ikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking
WONOSOBO – Dalam rangka mengisi kegiatan bulan Ramadan dengan aktivitas yang produktif dan bermakna, sebanyak 40 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Safiinatunnaja Wonosobo bersama para pengurus pesantren mengikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking pada Rabu (4/3/2026) di Pendopo Pondok Pesantren Al Qur’an Safiinatunnaja.
Dengan mengusung tema “Menguatkan Lisan, Menata Hati, Cetak Generasi Handal di Era Digital,” pelatihan ini menjadi salah satu ikhtiar pesantren untuk menghidupkan Ramadan tidak hanya dengan ibadah mahdhah, dan ngaji pasanan (ngaji kitab kuning), tetapi juga dengan penguatan kapasitas diri, khususnya dalam keterampilan berbicara di depan umum.
Hadir sebagai narasumber, Tunjang Ari Suseno, S.Ars., Wakil Ketua PC GP Ansor Wonosobo dan penyiar radio Purnamasidi FM Wonosobo, dan Faza Luthfia, S.Pd., jurnalis dan dosen tamu UGM Yogyakarta. Keduanya membagikan pengalaman sekaligus teknik praktis dalam membangun kepercayaan diri, mengatur vokal dan bahasa tubuh, hingga menyusun pesan yang efektif dan bertanggung jawab, terutama di era digital.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Para santri tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga diminta berlatih langsung tampil di depan forum. Meski awalnya terlihat grogi, perlahan rasa percaya diri mulai tumbuh. Dukungan dari teman-teman sesama peserta membuat sesi praktik terasa lebih cair dan menyenangkan, diselingi dengan candaan khas pesantren.
Lurah Pondok, Ahmad Yahya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari agenda Ramadan di pesantren. Ia berharap pelatihan ini menjadi titik awal bagi para santri untuk terus mengasah kemampuan berbicara.
“Semoga tidak berhenti pada pelatihan ini. Ilmu yang didapat hari ini bisa dikembangkan dan dilatih secara rutin dalam kegiatan muhadlarah yang dilaksanakan setiap pekan secara bergilir. Dari latihan itulah mental, keberanian, dan kematangan berbicara akan terbentuk,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pengasuh PPQ Safiinatunnana, KH. Dr. Ngarifin Shidiq, yang juga Direktur Pascasarjana UNSIQ Wonosobo. Beliau menegaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan bekal penting bagi santri dan kader NU sebelum terjun ke tengah masyarakat.
“Santri harus siap menjadi penyampai risalah dakwah yang baik. Mereka tidak cukup hanya paham isi kitab yang dipelajari, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menyampaikannya dengan cara bil hikmah wal mauidzatil hasanah, cara yang santun, bijak dan mencerahkan,” dawuh beliau.
Katib Syuriah PCNU Wonosobo ini juga menambahkan bahwa PPQ Safiinatunnaja mengembangkan pola pendidikan holistik integratif berbasis Al-Qur’an. Pola ini dirancang agar santri menguasai ilmu agama (al-‘ulum al-diniyyah) dan ilmu umum (al-‘ulum al-‘aqliyah) sekaligus, serta berkembang secara utuh, baik secara spiritual, intelektual, maupun dalam keterampilan praktis.
Saat ini, PPQ Safiinatunnaja juga telah memiliki lembaga pendidikan formal berbentuk Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha yang setara SMP dan PDF Ulya yang setara SMA. Melalui jenjang tersebut, para santri tidak hanya mendalami ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga mempelajari mata pelajaran umum sebagaimana sekolah formal pada umumnya. Dengan sistem ini, pesantren berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan tradisi kepesantrenan dengan kebutuhan akademik dan tantangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Ramadan di PPQ Safiinatunnaja tidak hanya diisi dengan ibadah dan ngaji kitab, tetapi juga dengan proses belajar yang memperkuat karakter dan kesiapan santri untuk mengabdi di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika perkembangan globalisasi.
(er)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar