Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Masjid dan Media Sosial

Masjid dan Media Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • visibility 9.735
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Masjid menjadi penting dalam pembangunan spiritualitas masyarakat muslim. Perannya sudah kentara dan jelas sejak zaman Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Dalam konteks Ramadan, banyak sekali dakwah-dakwah berbasis digital berseliweran di gawai kita. Namun masalahnya, apakah masjid masih memiliki otoritas dibandingkan media sosial?

Secara tradisional, masjid dilihat sebagai ruang fisik, bangunan, tempat untuk bersujud, namun kini telah bertransformasi. Masjid bukan lagi sebatas bangunan berkubah, ada shaf-shaf, penuh mushaf, namun kini telah menjadi sebuah titik simpul dari jaringan digital yang luas.

Selama bulan suci Ramadan, misalnya, fenomena yang terlihat banyak masjid berdakwah lewat media sosial (medsos), sekaligus tetap mempertahankan ngaji pasan, kajian, atau pengajian di dalam masjid tersebut. Jadi modelnya live streaming.

Mediatisasi Agama?

Dalam teori mediatisasi agama, Stig Hjarvard dalam karyanya The Mediatization of Culture and Society (2013) menegaskan agama makin lama makin tunduk terhadap media logic (logika media). Nah, di dalam konteks masjid, dakwah bukan sekadar bergantung pada kehadiran fisik jemaah di shaf-shaf masjid, namun disesuaikan dengan bentuk, media, format, kecepatan, dan karakteristik platform digital seperti TikTok Live, Instagram Live, YouTube, dan lainnya.

Ketika masjid memutuskan menyiarkan tadarus, kajian, pengajian, dan salat tarawih secara streaming, mengunggah pesan religius singkat Reels menjelang berbuka, hakikatnya mereka sedang mengadopsi logika media untuk menyebarkan pesan agama.

Dinamika tersebut hakikatnya merupakan wujud adaptasi modern dari kewajiban menyampaikan kebenaran. Artinya, agama Islam selalu memotivasi umat Islam menyebarkan ilmu pengetahuan. Kanjeng Nabi Muhammad Saw bersabda yang diriwayatkan Imam Bukhari:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”

Medsos dengan beragam algoritmnya kini menjadi alat efisien dalam merealisasikan hadis di atas secara masif di era digital. Al-Qur’an dalam Surat An-Nahl ayat 125 menggarisbawahi urgensi cara atau metode dakwah yang bijak: “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl ayat 125).

Penggunaan teknologi digital, ketika dipakai bijak dan substansi benar merupakan bagian dari ‘hikmah’ tersebut. Akan tetapi, kehadiran teknologi membawa dilema sendiri. Apa bentuknya?

Marshall McLuhan, lewat karyanya Understanding Media: The Extensions Of Man (2014) menegaskan the medium is the message. Ia berpesan bahwa medium atau alat yang digunakan (dalam hal ini medsos) mempunyai pengaruh atau dampak lebih besar pada manusia daripada isi pesan itu sendiri.

Nah, di sini, pesan agama yang suci dapat terkurangi, tereduksi, bahkan bisa, dan menjadi konten hiburan saja saat tak dikelola dengan hati-hati dan dengan tepat. Terdapat risiko spiritualitas menjadi dangkal ketika interaksi sekadar like dan share saja, tanpa kedalaman perenungan yang didapat ketika berada langsung di dalam masjid.

Maka dari itu, saat ini narasi dakwah Ramadan merupakan narasi hybrid. Quentin J. Schultze dalam buku Communication as Religion: In Memory of James W. Carey, 1935-2006 (2007) berpesan bahwa teknologi tidak menjadi pengganti komunitas iman, namun menjadi media atau sarana pendukung.

Dalam konteks ini, masjid tetaplah masjid, dan menjadi pusat pengalaman spiritual yang otentik, yaitu tempat di mana aroma karpet tercium, dinginnya ac masih terasa, jemaah merasakan persaudaraan nyata, dan suara imam masjid masih bergetar di ruangan. Akan tetapi di saat yang bersamaan, medsos membawa perluasan jangkauan dakwah masjid tersebut kepada mereka yang tidak bisa hadir secara fisik. Tak hanya warga di sekitar masjid, namun sampai belahan dunia secara realtime.

Di akhir tulisan saya ini, intinya masjid dan medsos tak perlu dipertentangkan. Tak perlu dicari aspek paradoksnya. Seorang filsuf teknologi, Jacques Ellul dalam buku The Technological Society (1954), menyatakan bagaimana teknik berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Artinya, umat Islam harus dengan sadar untuk mengendalikan teknologi, bukan didekte, diarahkan, dihegemoni, dan dikendalikan olehnya.

Dakwah digital lewat media sosial termasuk tulisan Kolom Ramadan di pcnupati.or.id, saya ini selama Ramadan menjadi ikhtiar dalam rangka mendekatkan Islam kepada gaya hidup kekinian, kontemporer, modern. Sedangkan masjid tetap menjadi “jangkar spiritual” untuk menyatukan umat dalam pengalaman bersama.

Adakah pandangan dalam bentuk lain?

–Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ramadan Bulan Produktif Berkarya

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan sebagai bulan suci dalam agama Islam, tidak hanya merupakan waktu untuk meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menjadi lebih produktif dalam berkarya. Berkarya apa? Apakah ngonten video Youtube, TikTok, menulis artikel ilmiah, artikel populer, esai, menulis puisi, cerpen, novel, atau apa? Ya, bagi saya berkarya apa saja asal positif. […]

  • HSN dan Maulid Jadi Momentum NU Plus Banom Adakan Ziarah Kubro

    HSN dan Maulid Jadi Momentum NU Plus Banom Adakan Ziarah Kubro

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Suasana ziarah kubro yang dihadiri oleh pengurus MWC NU Wedarijaksa beserta Banom-Banomnya WEDARIJAKSA – Dalam rangka Memperingati Maulid Nabi SAW dan Hari Santri Nasional, Seluruh banom NU se-kecamatan Wedarijaksa kompak adakan ziarah ke makam para sesepuh NU pada selasa (19/10).  Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri tahun ini diisi dengan serangkaian acara yang diawali dengan […]

  • Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    PATI – Baru-baru ini sedang ramai terkait adanya dugaan penghinaan terhadap Koin NU yang dilakukan oleh Suharto, seorang Kepala Dusun (Kadus) Mbotok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Pati. Kadus ini sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang mengarah ke suatu penghinaan. Melalui akun Facebook Mangkudiponggolo Putro, Suharto mengunggah kaleng Koin NU dengan caption ”jiwa […]

  • PCNU-PATI

    NU Peduli Pati Buka Dapur Umum untuk Suplai Makanan Korban Banjir Bandang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – NU Peduli Pati membuka Dapur Umum di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.  Dapur umum dibuka untuk mensuplai makanan ke para korban bencana banjir bandang di Kabupaten Pati. “Dapur umum dibuka sampai kondisi normal. Jadi berdasarkan situasi,” ungkap Ahmad Qosim, Ketua NU Peduli Pati, Jumat (2/11/2022). Sejauh ini, kata Qosim, dapur umum […]

  • PCNU-PATI

    PD PGMI Jateng-DIY Kaji Tugas Akhir Skripsi dan Nonskripsi

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Koordinator Wilayah VIII Jawa Tengah dan DIY menggelar Diskusi Pendidikan bertajuk “Tugas Akhir: Skripsi atau Nonskripsi? (Kebijakan, Implementasi, Kelebihan dan Kekurangan)” dengan narasumber dosen PGMI FITK UIN Walisongo Semarang, Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd., pada Selasa (23/4/2024) secara daring. Dalam kesempatan itu, Ketua PD PGMI Korwil […]

  • 60-an Pelajar Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

    60-an Pelajar Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Kam, 16 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Momen salah satu sesi pelatihan jurnalistik, dimana peserta membacakan hasil gagasannya di depan para peserta lain MARGOYOSO – Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati sukses menyelenggarakan pelatihan jurnalistik di MTs Darun Najah, Ngemplak Kidul, Margoyoso selama dua hari berturut-turut pada tanggal 11 – 12 Desember 2021. Pelatihan ini menyasar peserta didik MTs […]

expand_less