Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Masjid dan Media Sosial

Masjid dan Media Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • visibility 9.389
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Masjid menjadi penting dalam pembangunan spiritualitas masyarakat muslim. Perannya sudah kentara dan jelas sejak zaman Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Dalam konteks Ramadan, banyak sekali dakwah-dakwah berbasis digital berseliweran di gawai kita. Namun masalahnya, apakah masjid masih memiliki otoritas dibandingkan media sosial?

Secara tradisional, masjid dilihat sebagai ruang fisik, bangunan, tempat untuk bersujud, namun kini telah bertransformasi. Masjid bukan lagi sebatas bangunan berkubah, ada shaf-shaf, penuh mushaf, namun kini telah menjadi sebuah titik simpul dari jaringan digital yang luas.

Selama bulan suci Ramadan, misalnya, fenomena yang terlihat banyak masjid berdakwah lewat media sosial (medsos), sekaligus tetap mempertahankan ngaji pasan, kajian, atau pengajian di dalam masjid tersebut. Jadi modelnya live streaming.

Mediatisasi Agama?

Dalam teori mediatisasi agama, Stig Hjarvard dalam karyanya The Mediatization of Culture and Society (2013) menegaskan agama makin lama makin tunduk terhadap media logic (logika media). Nah, di dalam konteks masjid, dakwah bukan sekadar bergantung pada kehadiran fisik jemaah di shaf-shaf masjid, namun disesuaikan dengan bentuk, media, format, kecepatan, dan karakteristik platform digital seperti TikTok Live, Instagram Live, YouTube, dan lainnya.

Ketika masjid memutuskan menyiarkan tadarus, kajian, pengajian, dan salat tarawih secara streaming, mengunggah pesan religius singkat Reels menjelang berbuka, hakikatnya mereka sedang mengadopsi logika media untuk menyebarkan pesan agama.

Dinamika tersebut hakikatnya merupakan wujud adaptasi modern dari kewajiban menyampaikan kebenaran. Artinya, agama Islam selalu memotivasi umat Islam menyebarkan ilmu pengetahuan. Kanjeng Nabi Muhammad Saw bersabda yang diriwayatkan Imam Bukhari:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”

Medsos dengan beragam algoritmnya kini menjadi alat efisien dalam merealisasikan hadis di atas secara masif di era digital. Al-Qur’an dalam Surat An-Nahl ayat 125 menggarisbawahi urgensi cara atau metode dakwah yang bijak: “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl ayat 125).

Penggunaan teknologi digital, ketika dipakai bijak dan substansi benar merupakan bagian dari ‘hikmah’ tersebut. Akan tetapi, kehadiran teknologi membawa dilema sendiri. Apa bentuknya?

Marshall McLuhan, lewat karyanya Understanding Media: The Extensions Of Man (2014) menegaskan the medium is the message. Ia berpesan bahwa medium atau alat yang digunakan (dalam hal ini medsos) mempunyai pengaruh atau dampak lebih besar pada manusia daripada isi pesan itu sendiri.

Nah, di sini, pesan agama yang suci dapat terkurangi, tereduksi, bahkan bisa, dan menjadi konten hiburan saja saat tak dikelola dengan hati-hati dan dengan tepat. Terdapat risiko spiritualitas menjadi dangkal ketika interaksi sekadar like dan share saja, tanpa kedalaman perenungan yang didapat ketika berada langsung di dalam masjid.

Maka dari itu, saat ini narasi dakwah Ramadan merupakan narasi hybrid. Quentin J. Schultze dalam buku Communication as Religion: In Memory of James W. Carey, 1935-2006 (2007) berpesan bahwa teknologi tidak menjadi pengganti komunitas iman, namun menjadi media atau sarana pendukung.

Dalam konteks ini, masjid tetaplah masjid, dan menjadi pusat pengalaman spiritual yang otentik, yaitu tempat di mana aroma karpet tercium, dinginnya ac masih terasa, jemaah merasakan persaudaraan nyata, dan suara imam masjid masih bergetar di ruangan. Akan tetapi di saat yang bersamaan, medsos membawa perluasan jangkauan dakwah masjid tersebut kepada mereka yang tidak bisa hadir secara fisik. Tak hanya warga di sekitar masjid, namun sampai belahan dunia secara realtime.

Di akhir tulisan saya ini, intinya masjid dan medsos tak perlu dipertentangkan. Tak perlu dicari aspek paradoksnya. Seorang filsuf teknologi, Jacques Ellul dalam buku The Technological Society (1954), menyatakan bagaimana teknik berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Artinya, umat Islam harus dengan sadar untuk mengendalikan teknologi, bukan didekte, diarahkan, dihegemoni, dan dikendalikan olehnya.

Dakwah digital lewat media sosial termasuk tulisan Kolom Ramadan di pcnupati.or.id, saya ini selama Ramadan menjadi ikhtiar dalam rangka mendekatkan Islam kepada gaya hidup kekinian, kontemporer, modern. Sedangkan masjid tetap menjadi “jangkar spiritual” untuk menyatukan umat dalam pengalaman bersama.

Adakah pandangan dalam bentuk lain?

Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu Pati, Sosialisasikan ‘Koin Nusantara’ ke Muslimat Bulumanis Kidul

    Lazisnu Pati, Sosialisasikan ‘Koin Nusantara’ ke Muslimat Bulumanis Kidul

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Pati. Lazisnu PCNU Kabupaten Pati, hari ini (Ahad, 14/07) melakukan sosialisasi “Koin Nusantara” kepada anggota Muslimat Ranting Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso. Kegiatan yang diselenggarakan di aula Pondok Pesantren Al Hamidiyah ini berlangsung atas kerjasama antara Lazisnu PCNU Pati dengan MWC NU dan Muslimat NU Kecamatan Margoyoso. Koin Nusantara merupakan gerakan sukarela untuk menyisihkan uang-uang recehan […]

  • Ramadan itu Panen Pahala

    Ramadan itu Panen Pahala

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan hakikatnya kan bulan puasa, la kok disebut bulan panen? Ah sing pakem. Ya, panennya itu pahala. Begitu. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menantikan hadirnya bulan Ramadan yang istimewa ini. Di bulan Ramadan, Allah Swt membuka pintu rahmat-Nya yang selebar-lebarnya, memberikan kesempatan emas […]

  • PCNU PATI - Dari Jari; Cermin Diri. Photo by Laurenz Kleinheider on Unsplash.

    Dari Jari; Cermin Diri

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Media sosial kini menjadi virus yang begitu pesat menyebar di seluruh lini masyarakat kita. Virus ini membuat saya prihatin karena media sosial kini sengaja dikemas menjadi semacam diary book oleh kebanyakan pengguna. Bahkan ada yang mengatakan apabila media sosial ibaratnya sebuah lautan sehingga semua bisa dimasukkan dan ditumpahkan tanpa terkecuali. Nyaris ironis bukan? Dari detik […]

  • PCNU-PATI

    Patungan, Siswa MI Gembong Ini Setor 4 Juta ke Lazisnu untuk Palestina

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Penggalangan donasi untuk membantu Warga Palestina masih terus dibuka. Salah satunya dilakukan oleh Lazisnu Pati. “Bulan Nopember ini kami buka gelombang ke dua untuk donasi bantuan bagi Palestina,” ungkap Ipul salah satu tenaga administrasi Lazisnu Pati. Senin (6/11) siang, Lazisnu Pati kedatangan tamu tak terduga. Anak-anak berseragam putih-merah menyerahkan bantuan dana senilai Rp […]

  • KPC Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua PC IPNU dan IPPNU Pati

    KPC Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua PC IPNU dan IPPNU Pati

    • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Komisi Penjaringan Calon (KPC) IPNU IPPNU Kabupaten Pati baru saja membuka pendaftaran calon ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Pati untuk masa khidmah 2021-2023. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 sampai 16 Agustus  2021. Pendaftaran dilakukan di kantor PC IPPNU Kab. Pati, Lt 1. Gedung NU Kab. Pati pukul 13.00 – 16.00 WIB. Abdul Ghofur, […]

  • Sambut Ramadhan, Ini Pesan PCNU untuk Warga

    Sambut Ramadhan, Ini Pesan PCNU untuk Warga

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

     Ketua PCNU Pati memberikan imbauan kepada warga NU untuk  PATI-Di tengah pandemi covid 19 yang sedang melanda Indonesia, kaum muslimin dihadapkan dengan Bulan Ramadhan 1441 H. Momentum ini bisa menjadi media muhasabah diri dan merapat kepada Allah. Namun demikian, puasa tahun ini diakui oleh PCNU Pati, merupakan puasa terberat. “Kita nanti berpuasa dalam keadaan pandemi […]

expand_less