Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » FKUB Pati Raih Penganugerahan Harmony Award 2025, PCNU Angkat Topi

FKUB Pati Raih Penganugerahan Harmony Award 2025, PCNU Angkat Topi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • visibility 5.750
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Harmony Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (28/11) berbuah manis bagi Kabupaten Pati. Pasalnya, pada ajang yang dihelat di Hotel DoubleTree Kemayoran, Jakarta tersebut, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB Pati) berhasil menorehkan salah satu penghargaan.

“Alhamdulillah kami masuk nominasi kinerja terbaik ke-tiga,” terang KH. Manhajussidad, Ketua FKUB Kabupaten Pati.

Penganugerahan ini, lanjut Kiai Sidad, cukup prestisius, sebab sedikitnya ada 413 FKUB yang memgikuti penilaian. Selain Kiai Sidad, turut serta dalam malam bersejarah itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Saeku dan Sekretaris FKUB Pati, Maskan.

Kemenag Pati Antar FKUB Raih Peringkat III Harmony Award 2025

Kemenag Pati Antar FKUB Raih Peringkat III Harmony Award 2025

“Kita kalah dari Kabupaten Klaten (yang menduduki) peringkat pertama dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara di posisi ke-dua,” imbuh Maskan.

Proses Penilaian

Harmony Award ditujukan kepada FKUB-FKUB yang memiliki prestasi dalam menjaga kerukunan di daerah masing-masing. Menurut Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pada periode ini, RI berada pada tahun indeks harmoni tertinggi dalam sejarah Indonesia.

“Kita harus bersyukur dan bertanggung jawab untuk menjaga harmoni ini,” tutur dia.

Kegiatan Harmony Award 2025 ini telah diawali dengan pengisian kuisioner mulai 25 September 2025 sampai dengan 10 Oktober 2025. Jadi, menurut Maskan, penganugerahan tersebut cukup objektif.

Respon PCNU

Raihan FKUB Pati tersebut juga membuat sumringah ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dirinya mengaku turut bangga dengan kinerja rekan-rekan FKUB.

Apalagi, lanjut dia, NU juga merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang menjunjung nilai-nilai toleransi. Jadi, menurut pria asal Winong tersebut, penganugerahan Menteri Agama RI kepada FKUB Kabupaten Pati ini menjadi kabar baik.

“Saya sangat bangga sekali kepada rekan-rekan FKUB,” tandas dia.

Kiai Yusuf berharap, kedepannya, prestasi ini bisa meningkat. Menurutnya, raihan FKUB Pati ini bukan sekadar piagam, namun bukti nyata bahwa toleransi di Kabupaten Pati sangat baik.

“Mungkin tahun ini nominasi terbaik ke-tiga. Kita semua berharap, ke depan Pati bisa menjadi mercusuar harmoni di Indonesia,” lanjutnya. (lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Tegaskan 11 Organisasi Ini Bukan Bagian dari Perangkat Perkumpulan NU

    PCNU Pati Tegaskan 11 Organisasi Ini Bukan Bagian dari Perangkat Perkumpulan NU

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id -Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, mengungkapkan bahwa belakangan ini banyak organisasi yang mengaku sebagai bagian dari NU. Namun, ia menegaskan bahwa terdapat 11 organisasi yang tidak termasuk dalam struktur atau perangkat Perkumpulan NU, berdasarkan Surat Edaran (SE) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor: 3391/PB.01/A.II.10.44/99/01/2025 pada 7 Januari […]

  • SD Terpadu An Nismah Gelar Akhshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    SD Terpadu An Nismah Gelar Talkshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.982
    • 0Komentar

      PATI – SD Terpadu An Nismah, Desa Waruroyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menggelar kegiatan Talkshow dan Festival Forum Komunikasi Wali Murid (FORWALI) pada Sabtu (31/01/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Membentuk Generasi Berakhlak dan Berprestasi di Era Digital.” Acara tersebut menghadirkan Ibu Nyai Hj. Nawal Arafah Yasin, istri Wakil […]

  • PCNU-PATI

    Peristiwa Manikebu Kesastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960 an

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar
  • KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

    KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    KH. Masyhuri Malik, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII JAKARTA-wabah corona yang menimpa seluruh bangsa di dunia ini harus dihadapi dengan bijak. Sikap ini harus ditanamkan kepada masyarakat dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi. Menurut KH. Masyhuri Malik ada tiga sikap pokok yang harus dimiliki masyarakat untuk menghadapi wabah. Pesan ini disampaikan dalam acara […]

  • PCNU - PATI

    Ketua IPPNU Pati Dukung Kebijakan Peremajaan Usia IPNU IPPNU

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mendukung wacana peremajaan usia IPNU IPPNU. Menurutnya, hal ini dibutuhkan untuk memetakan fokus garapan dalam IPNU IPPNU. Namun, ia memberikan catatan jika penerapan kebijakan ini diberikan waktu transisi hanya satu tahun, maka sangat memberatkan para pengurus yang ada di bawah “Apalagi dengan kondisi tiap daerah berbeda-beda. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.196
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

expand_less