Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » JIHAD ONLINE WAJIB

JIHAD ONLINE WAJIB

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
  • visibility 4.137
  • comment 0 komentar

 

Santri tidak hanya mendalami agama, tapi juga harus mampu menyebarluaskan ilmu agama kepada masyarakat luas. Salah satu sarananya adalah melalui media online. Jamal Ma’mur Asmani dalam Talskhow “Santri Siap Menghadapi Era Digital” yang diadakan Pondok Pesantren Inaratud Duja Fin Nahwi Wat Tashnifi Wonokerto Pasucen Trangkil Pati pada senin, 27 Oktober 2025, menjelaskan bahwa santri wajib melakukan dakwah online. “Jika santri tidak aktif jihad dalam dakwah online, maka opini publik akan dikuasai Islam garis keras yang bertentangan dengan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah yang mengancam keutuhan NKRI” tambah Jamal.

Menurut Jamal, ada beberapa pedoman yang harus dijaga dalam jihad dakwah online. Pertama, al-umuru bi maqashidiha, segala sesuatu tergantung tujuannya. Jihad dakwah online ini tujuannya menyebar luaskan ilmu, menyampaikan ajaran Allah dan Nabi Muhammad ala thariqati ahlissunnah wal jamaah kepada publik. Kedua, al-wasail bi hukmil maqashid, sarana tergantung tujuan. Dakwah online adalah sarana menghidupkan agama Allah. Ketiga, daf’ul mafsadah muqaddam ala jalbil maslahah, menolak kerusakan didahulukan dari mendatangkan kebaikan. Dalam dakwah online harus menghindari segala sesuatu yang merusak, seperti hoaks, bully, pornografi, sentimen SARA, dan lain-lain yang merusak moralitas publik dan menyebabkan disintegrasi bangsa.

Dalam sesi tanya jawab, para santri bertanya tentang bagaimana santri mampu mewarnai dakwah online. Jamal sebagai narasumber menjawab bahwa tugas santri yang pertama adalah tafaqquh fiddin, mendalami ilmu agama secara tuntas. Baru yang kedua adalah menyebarluaskan ilmu baik secara offline maupun online. Dakwah secara online harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat, tantangan yang dihadapi, dan respons yang harus disampaikan pesantren. Dalam dakwah online ini, supaya santri mampu mewarnai, maka harus ada santri yang menguasai IT (information technology) yang canggih dan modern sehingga mampu mengikuti perkembangan informasi modern. Belajar IT ini termasuk fardlu kifayah (kewajiban kolektif), sehingga harus ada sebagian kecil santri yang belajar serius sebagai sarana berdakwah.

Dari kegiatan ini akhirnya para santri sadar bahwa berdakwah online adalah wajib dan santri tidak mungkin bisa berdakwah online jika tidak mempunyai bekal ilmu yang memadai. Maka, dari kegiatan ini para santri sadar untuk aktif dan getol menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan juga tergugah untuk belajar teknologi informasi supaya ilmu pesantren bisa dirasakan manfaatnya oleh publik secara luas melalui dakwah online.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memecah Kebisuan

    Memecah Kebisuan

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Tulisan berikut ini merupakan liputan hasil kegiatan bedah buku karya Dr. Nur Rofi’ah yang berjudul “Memecah Kebisuan (Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan): Respon NU” (2010). Buku yang memaparkan suara-suara perempuan yang mengalami kekerasan ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Rofiah, pembahas Maman Abdurrahman, dan dimoderatori oleh Ulfah Mutiah Hizma. Dalam kegiatan kali ini, […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Keputusan Bahtsul Masail Maudhu’iyah

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Di bumi Nusantara (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI) terdapat tradisi danbudaya dalam sistem pengimplementasian ajaran agama, sehingga hal itu menjadi ciri khasIslam di Nusantara yang tidak dimililiki dan tidak ada di negeri lain. Perbedaan tersebutsangat tampak dan dapat dilihat secara riil dalam beberapa hal, antara lain:

  • Syaikhona Mbah Kholil Bangkalan

    Syaikhona Mbah Kholil Bangkalan

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Hari Selasa tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, Abdul Lathif seorang Kyai di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura, Jawa Timur, merasakan kegembiraan yang teramat sangat. Karena hari itu, dari rahim istrinya lahir seorang anak laki-laki yang sehat, yang diberinya nama Muhammad Kholil, yang […]

  • NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

      Ratusan takjil dibagikan kepada Pengguna jalan yang melintas di depan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati selama Ramadhan. Aksi sosial itu bagian dari program NU Peduli yang selama ini gencar menyentuh kalangan kurang beruntung. “Sebelum Ramadhan setiap Jumat kami membagikan nasi bungkus. Kami bagikan kepada warga kurang mampu yang sedang berada di pinggir […]

  • 13 PRNU se-Kecamatan Gembong Adakan Musyawarah Ranting secara Marathon

    13 PRNU se-Kecamatan Gembong Adakan Musyawarah Ranting secara Marathon

    • calendar_month Ming, 29 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – MWCNU Gembong, melalui ketuanya, K. Sholikhin menegaskan bahwa dirinya berupaya untuk benar-benar menertibkan NU di Kecamatan Gembong sesuai aturan yang ada. “Kita punya AD/ART dan Perkumpulan Peraturan NU. Itu yang kami jadikan referensi utama,” tandasnya kepada pcnupati.or.id, Ahad (29/10). Keseriusan ini, diwujudkan melalui penataan organisasi mulai tingkat ranting NU. Bahkan, lanjut Kiai Sholikhin, […]

  • KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    GEMBONG-Kabar duka menyelimuti Kecamatan Gembong. Pasalnya, salah satu ulama kharismatik dari Kecamatan yang berada di Lereng Muria tersebut berpulang Sabtu (9/10) sore. Potret KH. Arwan Kholil (peci putih) saat pemilu 2019 Dialah K.H. Arwan Kholil, pengasuh Ponpes Darul Hikmah, Gembong. Di usia yang belum tergolong sepuh (56 tahun), ulama ahli fikih tersebut harus kembali ke […]

expand_less