Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
  • visibility 233
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Dunia yang serba instan tak selalu memiliki dampak yang positif, tak jarang justru membuat manusia gagal menata akhlak. Padahal akhlak adalah elemen penting manusia, baik sebagai pribadi mau pun dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Topik mendalam itu dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke-160 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/4) dengan tema “Hikayat Negeri Berkabut”.
Penggagas Suluk Maleman Anis Sholeh Ba’asyin menyebut bahwa persoalan bermula saat manusia terpecah fokusnya, sehingga gagal mengenali masalah-masalah utama yang dihadapinya.
Di era serba instan seperti sekarang, dengan media sosial yang topiknya beragam dan berubah-ubah dengan cepat, membuat fokus seseorang gampang terpecah. Sementara di sisi lain, pembentukan akhlak membutuhkan fokus yang jelas. Ini prasyarat utama agar pembiasaan menjadi mungkin dilakukan.
“Jangan lupa, membuat manusia tidak fokus adalah salah satu metode iblis,” tegas Anis.
“Kanjeng Nabi pernah menegaskan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Sementara akhlak dicapai lewat pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Akhlak inilah salah satu pembeda manusia dengan binatang. Binatang tidak perlu belajar melakukan pembiasaan, karena kecakapan hidupnya diturunkan secara alamiah lewat genetiknya.”
Menurut Anis, inilah salah satu masalah utama kita. Kondisi serba cepat dan abu-abu membuat kebanyakan manusia gagal membangun akhlak, sekaligus gagal mengenali masalah-masalah utamanya.
Di sisi lain, Ali Fatkhan, salah satu narasumber menengarai bahwa kegagalan ini sangat mungkin bersumber dari ketakutan manusia sendiri,
“Kondisinya mungkin seperti orang yang takut ke dokter atau ke laboratorium, karena tak berani menghadapi kemungkinan adanya masalah kesehatan dalam dirinya. Atau, kemungkinan lain, ada pihak yang sengaja menghalangi agar orang tak menyadari adanya masalah di dalam dirinya. Kemungkinan kedua ini tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memegang kuasa,” jelas Ali.
Sementara narasumber lain, Afthonul Afif, menyebutkan pentingnya berfikir kritis sebagai salah satu awal bagi pembentukan akhlak baik. Saat ini masyarakat tak memiliki mekanisme penyaring ilmu pengetahuan dan informasi yang baik. Kondisi itu dinilainya rawan menjadi bias kognitif.
“Saat ini ketika ilmu pengetahuan dan informasi diterima banyak orang kemudian diterima begitu saja tanpa proses screening yang baik. Kita tak pernah menanyakan status kebenarannya,” ucapnya.
Padahal budaya etika dan akhlak saat ini justru kembali diajarkan oleh negara-negara maju. Dia mencontohkan China yang justru menerapkan kebiasaan menulis tangan bagi siswa sekolah dasar. Padahal negara tersebut memiliki pencapaian yang luar biasa di bidang sains hingga AI.
“Itu menjadi bentuk mereka menyadari jika sebuah bangsa mengalami kemunduran bernalar pasti akan tertinggal di bannyak bidang. Cina memaksimalkan fungsi berfikir warganya lewat pendidikan. Mereka bahkan memberikan fasilitas terbaik bagi neurosains dan sains kognitif untuk kemudian tenaga ahlinya diundang kembali dan difasilitasi memimpin sains rintisan terutama di bidang AI,” jelasnya.
Hal itulah yang disesalkannya belum terlihat di bangsa Indonesia. Dia berharap adanya gebrakan kesungguhan pemimpin negara dalam memperbaiki kehidupan masyarakat terutama di bidang pendidikan.
Terkait hal itu, Anis Sholeh Ba’asyin mengajak masyarakat untuk mengubah nilai-nilai yang ada untuk menjadi lebih rohaniah.
“Kita tak kan terdistraksi kalau punya akhlak mulia. Sains bisa dakik-dakik, tapi kalau manusia yang mengendalikannya berakhlak buruk, maka justru akan menjadi sumber bencana,” ujarnya. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

          Pcnupati.or.id-Pati – Setelah terlaksana di zona 1 MTs Hasyim Asy’arif Jompong, Kradenan, Kabupaten Blora, Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 2 terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Kepala MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Drs. […]

  • PCNU-PATI

    MTQ ke-XXX Jawa Tengah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada 25-29 April 2024. Kompetisi MTQ kali ini terdiri atas 9 cabang dengan 24 golongan lomba yang dibagi dalam 12 Majelis. Di antaranya tilawah, hafalan, tafsir Al Qur’an, serta seni kaligrafi. Pembukaan kegiatan yang bertema […]

  • Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso kembali membuat harum nama Kabupaten Pati di kancah Nasional. Setelah 3 Santri MA Salafiyah yang berhasil menyabet 3 medali dalam perhelatan pencak silat Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019, kini beredar kabar dua santri MTs dan satu santri MI juga membawa pulang medali dari ajang yang sama. Para peaerta didik […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Haji dan Transformasi Manajemen Kerumunan Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. _Rektor UIN Walisongo Semarang_ Haji merupakan ibadah multidimensional, dan multisektoral. Secara multidimensional, haji merupakan ibadah yang utuh, melibatkan hati dalam menata niat, emosi, dan spiritual; optimalisasi fisik dalam ibadah yang membutuhkan mobilitas seperti tawaf, sai,  mabit dan jumrah. Dalam perkembangannya, dimensi ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan tiga […]

  • PCNU-PATI

    PAC Muslimat NU Dukuhseti Dilantik, Ketua Bersyukur

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Hajat rutin Pelantikan PAC Dukuhseti dan PR Muslimat Se-Kecamatan Dukuhseti sukses diselenggarakan. Kegiatan sakral tersebut dihelat pada Ahad (4/12) lalu di Gedung Haji Dukuhseti.  Dalam agenda tersebut, hadir secara langsung untuk melantik, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pati, Hj. Ummu Hanik. Selain melantik punggawa Muslimat NU Dukuhseti, dia juga menitip wejangan.  “Organisasi bisa […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Beliau itu orangnya sangat serius,pendiam dan tak pernah basi-basi. (KH.SAHAL MAHFUDZ) Beliau memang layak di sebut sebagai apa yang dalam tradisi mistik islam dikenal sebagai ‘’Wali qutthb ’’ Seorang kekasih tuhan yang menjadi ‘’poros’’ Kehidupan sosial. (Ulil Abshar Abdalla)        Judul diatas meupakan gambaran tokoh KH. Abdullah Salam yang dalam hampir setiap kesempatan selalu berusaha […]

expand_less