Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
  • visibility 487
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Dunia yang serba instan tak selalu memiliki dampak yang positif, tak jarang justru membuat manusia gagal menata akhlak. Padahal akhlak adalah elemen penting manusia, baik sebagai pribadi mau pun dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Topik mendalam itu dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke-160 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/4) dengan tema “Hikayat Negeri Berkabut”.
Penggagas Suluk Maleman Anis Sholeh Ba’asyin menyebut bahwa persoalan bermula saat manusia terpecah fokusnya, sehingga gagal mengenali masalah-masalah utama yang dihadapinya.
Di era serba instan seperti sekarang, dengan media sosial yang topiknya beragam dan berubah-ubah dengan cepat, membuat fokus seseorang gampang terpecah. Sementara di sisi lain, pembentukan akhlak membutuhkan fokus yang jelas. Ini prasyarat utama agar pembiasaan menjadi mungkin dilakukan.
“Jangan lupa, membuat manusia tidak fokus adalah salah satu metode iblis,” tegas Anis.
“Kanjeng Nabi pernah menegaskan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Sementara akhlak dicapai lewat pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Akhlak inilah salah satu pembeda manusia dengan binatang. Binatang tidak perlu belajar melakukan pembiasaan, karena kecakapan hidupnya diturunkan secara alamiah lewat genetiknya.”
Menurut Anis, inilah salah satu masalah utama kita. Kondisi serba cepat dan abu-abu membuat kebanyakan manusia gagal membangun akhlak, sekaligus gagal mengenali masalah-masalah utamanya.
Di sisi lain, Ali Fatkhan, salah satu narasumber menengarai bahwa kegagalan ini sangat mungkin bersumber dari ketakutan manusia sendiri,
“Kondisinya mungkin seperti orang yang takut ke dokter atau ke laboratorium, karena tak berani menghadapi kemungkinan adanya masalah kesehatan dalam dirinya. Atau, kemungkinan lain, ada pihak yang sengaja menghalangi agar orang tak menyadari adanya masalah di dalam dirinya. Kemungkinan kedua ini tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memegang kuasa,” jelas Ali.
Sementara narasumber lain, Afthonul Afif, menyebutkan pentingnya berfikir kritis sebagai salah satu awal bagi pembentukan akhlak baik. Saat ini masyarakat tak memiliki mekanisme penyaring ilmu pengetahuan dan informasi yang baik. Kondisi itu dinilainya rawan menjadi bias kognitif.
“Saat ini ketika ilmu pengetahuan dan informasi diterima banyak orang kemudian diterima begitu saja tanpa proses screening yang baik. Kita tak pernah menanyakan status kebenarannya,” ucapnya.
Padahal budaya etika dan akhlak saat ini justru kembali diajarkan oleh negara-negara maju. Dia mencontohkan China yang justru menerapkan kebiasaan menulis tangan bagi siswa sekolah dasar. Padahal negara tersebut memiliki pencapaian yang luar biasa di bidang sains hingga AI.
“Itu menjadi bentuk mereka menyadari jika sebuah bangsa mengalami kemunduran bernalar pasti akan tertinggal di bannyak bidang. Cina memaksimalkan fungsi berfikir warganya lewat pendidikan. Mereka bahkan memberikan fasilitas terbaik bagi neurosains dan sains kognitif untuk kemudian tenaga ahlinya diundang kembali dan difasilitasi memimpin sains rintisan terutama di bidang AI,” jelasnya.
Hal itulah yang disesalkannya belum terlihat di bangsa Indonesia. Dia berharap adanya gebrakan kesungguhan pemimpin negara dalam memperbaiki kehidupan masyarakat terutama di bidang pendidikan.
Terkait hal itu, Anis Sholeh Ba’asyin mengajak masyarakat untuk mengubah nilai-nilai yang ada untuk menjadi lebih rohaniah.
“Kita tak kan terdistraksi kalau punya akhlak mulia. Sains bisa dakik-dakik, tapi kalau manusia yang mengendalikannya berakhlak buruk, maka justru akan menjadi sumber bencana,” ujarnya. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Sehat Hari Santri di Gembong Banjir Hadiah

    Jalan Sehat Hari Santri di Gembong Banjir Hadiah

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id GEMBONG – Peringatan Hari Santri 2022 masih belum usai. Pada hari ini, Minggu (23/10), MWC-NU Gembong menggelar perayaan tahunan bagi kaum santri tersebut. Kegiatan bertajuk Apel Hari Santri dan Jalan Sehat Sholawat ini diikuti sedikitnya 1000 orang. Mereka terdiri dari pengurus MWC NU, Pengurus Ranting NU, pengurus Banom-Banom NU serta jama’ah yasin dan tahlil […]

  • Upzis Gunungwungkal dapat Pembinaan dari PC

    Upzis Gunungwungkal dapat Pembinaan dari PC

    • calendar_month Sel, 30 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Monitoring dan Pembinaan Lazisnu Pati kepada Upzis Kecamatan Gunungwungkal yang dipusatkan di rumah K. Faishol, Ketua MWCNU GUNUNGWUNGKAL – Unit Pengumpul Zakat, Infaq, dan Sedekah (Upzis) Nahdlatul Ulama NU-Care Lazisnu Kecamatan Gunungwungkal mendapat giliran safari monitoring dan pembinaan yang dilakukan PC Lazisnu Kabupaten Pati. Selasa (23/11) di kediaman K. Faishol, selaku ketua MWC Kecamatan Gunungwungkal […]

  • PCNU-PATI Photo by nisfal desmianda

    Petualang Kopi

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Saya tidak tahu persis sejak kapan saya menyukai kopi. Seingat saya sih sejak saya ngantor di Bentang Pustaka. Waktu itu siang menjelang sore, pas lelah dan ngantuk-ngantuknya. Untuk melawan kantuk, saya kemudian cuci muka terus ke dapur hendak bikin teh panas. Di situ saya lihat ada kopi bertuliskan Koffie Fabriek […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    NU dalam Membendung Radikalisme

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Berbicara mengenai radikalisme tentunya tidak lepas dari unsur kekerasan. Karena radikalisme sendiri berasal dari kata radikal dan isme. Sedangkan radikal sendiri adalah akar dan isme adalah paham. Maka, pengertian radikalisme pada awalnya merupakan paham yang sampai ke akar-akarnya. Sedangkan radikalisme dalam Islam dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok Islam yang mendasarkan […]

  • PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up). Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung […]

  • Harapkan Ketua IPNU Terpilih Lanjutkan Program, Termasuk Perbanyak Ranting dan Komisariat

    PC IPNU Harapkan Ketua Terpilih Lanjutkan Program, Termasuk Perbanyak Ranting dan Komisariat

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 728
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pati Periode 2019-2023 akhirnya memasuki masa purna. Ketua PC IPNU Pati, Matsna Zakiyyatus Salwa mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah membersamai dan berjuang hingga akhir periode. Ia juga meminta maaf jika selama memimpin PC IPNU Pati banyak terdapat kekurangan. “Suatu pelajaran hidup […]

expand_less