Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Selamat Menghadapi Hal Baru

Selamat Menghadapi Hal Baru

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Euforia pergantian tahun telah usai. Kini saya dan anda kembali menjalankan rutinitas seperti biasanya. Bangun pagi lalu berangkat bekerja lalu pulang untuk istirahat dimalam hari. Sebetulnya tak ada hal yang baru dan istimewa, bukan. Namun mengapa momentum dan euforia tahun baru tampaknya selalu dipandang sebagai hal yang sakral dalam menyongsong pencapaian-pencapaian yang telah direncanakan.

Sebelum saya berceloteh panjang lebar, izinkanlah saya mengucapkan selamat melanjutkan perjalanan hidup untuk anda sekalian. Selamat karena telah berhasil melewati tahun 2024 dan sekarang berada diawal tahun 2025. Tentu aktivitas yang dijalani sama dengan tahun sebelumnya. Meski begitu selalu ada pembelajaran untuk dijadikan pertimbangan dalam memutuskan suatu hal pada tahun yang sedang berjalan ini.

Momen tahun baru banyak dimanfaatkan sebagian besar orang untuk menulis dan merangkai keinginan-keinginan untuk segera tercapai di tahun ini. Pada masa yang serba cepat dan instan seperti ini, diharapkan mampu memenuhi segala hasrat dan keinginan tersebut. Ada yang ingin segera melepas status singgelnya, ada yang ingin segera meraih jabatan teratas, ada yang ingin segera memiliki harta dan kekayaan tak terbatas, atau ada juga yang ingin segera menjadi orang terkenal tanpa mempertimbangkan kapasitas dirinya.

Selain melihat berbagai keinginan tersebut dari sisi materi, tak ayal disisi yang lain pun tampak diharapkan untuk segera terwujud. Ingin menjadi orang yang paling pemaaf, ingin menjadi orang yang tekun beribadah, atau juga ingin menjadi seorang pendakwah yang merangkul banyak jamaah. Semuanya ingin segera terwujud pada tahun ini sebelum tiba pada pergantian tahun yang akan datang.

Saya pribadi melihat hal semacam ini merasa lelah dan prihatin. Semuanya bekerja keras siang dan malam serta menghalalkan segala cara untuk segera mencapai keinginan yang diidamkan. Bahkan saling sikut satu sama lain, tak perduli siapa dan bagaimana etika yang seharusnya dijalankan.

Ahh jangan-jangan ini hanya fikiran saya yang terlalu negatif. Sedangkan kenyataannya bukan seperti itu. Tapi ya tidak menutup kemungkinan juga hal-hal diatas sebetulnya sudah terjadi ditengah kita.

Menurut data WHO, prevalensi gangguan mental di Indonesia mencapai 9,8% pada tahun 2021, dengan angka depresi mencapai 6,6%. Salah satu faktor kesehatan mental adalah stres. Beban kerja yang tinggi, masalah keuangan, dan situasi sosial yang tidak kondusif dapat memicu stres yang berlebihan. Dan hal dasar yang mempengaruhi hal ini adalah rendahnya kemampuan diri dalam mengontrol keinginan-keinginan yang muncul ditengah arus cepat globalisasi seperti saat ini.

Maka apa yang seharusnya dilakukan?

Pertanyaan itu hanya masing-masing yang mampu menjawabnya. Saya yakin pada setiap kita memiliki garis batasan apapun yang kita lakukan. Toh kebutuhan setiap orang berbeda. Persamaannya adalah tolak ukur dalam menjalani perjalanan hidup ini, yaitu tidak merugikan dan menyakiti orang lain.

Tentu memiliki keinginan itu diperbolehkan. Bahkan sangat dianjurkan untuk melanjutkan perjalanan hidup ini. Tetapi mbok ya keinginan itu diimbangi dengan kualitas dan kapasitas diri. Jangan buru-buru dan jangan terlalu memaksa dengan berbagai segala cara yang jahat.

Tampaknya saya terlalu bertele-tele tanpa memberikan solusi yang konkrit yaa. Sebab saya sendiri masih dalam proses belajar untuk menikmati dan menjalani hidup ini dengan apa adanya. Sedang pula belajar menerima bagaimana dan apa yang telah diberikan Tuhan.

Mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengingatkan bahwa ada pepatah jawa, alon penting kelakon. Pelan asal sampai tujuan. Selamat tahun baru. Terimakasih sudah membaca.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Sanjung Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun

    PCNU Sanjung Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.371
    • 0Komentar

      Pati – Program Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun mendapatkan sanjungan dari berbagai pihak. Salah satunya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati. Ratusan anak yatim menghadiri santunan anak yatim PT Sukun di Pendapa Kabupaten Pati, Kamis (26/2/2026). Ratusan anak yatim ini merupakan anak yatim binaan Lazisnu dan Lazismu. Sebenarnya, 1000 anak yatim […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Baca Sholawat Itu Ada Aturannya

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Sholawat itu sejak zaman kanjeng Nabi sudah ada. Bahkan kita semua juga tahu perintah sholawat itu tak hanya ditujukan untuk manusia saja. Gusti Allah dan para malaikat pun turut memanjatkan sholawat untuk kanjeng Nabi Muhammad. Sholawat itu ibadah gratis dan termudah yang diperintah Tuhan kepada hambanya. Kita telah mendengar berkali-kali ceramah […]

  • Pentas Seni Warnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jateng

    Pentas Seni Warnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.739
    • 0Komentar

      Kegiatan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian yang diselenggarakan oleh Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah di Bumi Perkemahan (Buper) Candrabirawa, Ungaran, Kabupaten Semarang, berlangsung semarak. Salah satu agenda yang menyedot perhatian adalah pentas seni dari perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, yang digelar pada Selasa (16/12/2025) malam. Sebanyak 700 peserta dari berbagai daerah menampilkan ragam […]

  • PCNU-PATI Photo by anaterate

    Wacana

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin disaat hujan rintik dan panas terik, pada sebuah group WhatsApp ada sebuah wacana menarik dan unik untuk dibahas, perihal fasilitas, perihal komunitas dan perihal sesuatu yang belum tuntas. Sebenarnya sederhana saja, tentu saya dan Anda pernah mendengar istilah logika tanpa logistik tak pernah jalan. Saya mengamini akan hal itu, […]

  • Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    • calendar_month Jum, 14 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Potongan video di akun TikTok @auniazulfa. (Sumber : tribunnews.com) GEMBONG – Baru-baru ini, dunia maya kembali digegerkan oleh kemunculan seorang gadis yang mengaku baru boleh bermain keluar bersama-sama temannya setelah selesai setoran hafalan al Qur’an kepada ibunya.  Kisah tersebut disebarkan lewat media sosial TikTok oleh pemilik akun @auniazulfa. Melalui video yang telah ditonton lebih dari […]

  • Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pati. Berdirinya NU tidak bisa lepas dari peran ulama sebagai pendiri, penggerak, dan pengembang organisasi. Kader-kader muda NU harus belajar kepada para ulama NU supaya mampu mengembangkan NU di masa depan. Demikian paparan KH. Abdul Majid, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Trangkil dan Ustadz Muhammad Hambali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dalam acara Orientasi Aswaja […]

expand_less