Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di IPMAFA dalam Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di IPMAFA dalam Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Des 2024
  • visibility 424
  • comment 0 komentar

Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) IPMAFA bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Islam (HMPS PMI) IPMAFA menggelar program sosialisasi bertajuk Bimbingan Remaja untuk Pencegahan Kekerasan Seksual. (Jumat, 20/12/24).

Program ini merupakan salah satu inisiatif dari tim PKM dosen IPMAFA yang terdiri dari Ibu Umdah El Baroroh, MA (ketua kelompok), Ibu Tutik Nurul Janah, M.H, dan Bapak Khabib Sholikhin, M.M. Dalam sambutannya, Ibu Umdah El Baroroh menyampaikan bahwa sebagai dosen, tugas mereka tidak hanya terbatas pada pengajaran kepada mahasiswa, tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat. “Kami memilih tema pencegahan kekerasan seksual melalui bimbingan remaja, bertujuan untuk memperkuat keluarga maslahah di Kabupaten Pati. Program ini kami laksanakan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat KEMENAG Pusat, Kementerian Agama RI, serta berbagai stakeholder di Kabupaten Pati, seperti IKM NU, IPNU, dan IPPNU. Program ini telah berjalan dengan baik, dimulai sejak akhir November lalu di lima kawedanan di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Sosialisasi yang diadakan di Aula 2 IPMAFA ini diikuti oleh 25 mahasiswa dan menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Bapak Khabib Sholikhin, memaparkan materi tentang pentingnya mengenali potensi diri, cara mengelola emosi, serta tantangan-tantangan yang dihadapi oleh remaja. Materi kedua disampaikan oleh Ibu Alyatul Himmah yang membahas tentang kekerasan seksual, bentuk-bentuknya, dan faktor-faktor penyebabnya. “Kekerasan seksual sering terjadi pada remaja karena mereka berada dalam fase pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh karena itu, edukasi seksual sejak dini sangat penting, dengan mengajarkan tentang batasan tubuh dan siapa saja yang boleh atau tidak boleh menyentuhnya. Edukasi ini harus dimulai sejak dini di lingkungan keluarga, di mana orang tua memegang peran penting untuk mengajarkan anak-anaknya tentang pentingnya melindungi dan menghargai tubuh mereka sendiri,” ujarnya.

Bapak Siswanto, perwakilan dari Program Studi Pendidikan Masyarakat Islam (PMI), menyampaikan harapannya agar forum ini dapat membuka wawasan peserta tidak hanya dari materi perkuliahan, tetapi juga dari kajian-kajian yang relevan dengan isu-isu sosial. “Semoga program ini dapat memberikan pengalaman yang berguna dan dapat diterapkan di lapangan,” harapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya remaja, dalam mengurangi risiko kekerasan seksual melalui pendekatan edukatif dan pencegahan sejak dini. (Manggar)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14 Pendekar Wedarijaksa Lolos UKT

    14 Pendekar Wedarijaksa Lolos UKT

    • calendar_month Sen, 23 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Suasana tasyakuran dan wisuda pelatih PAC Pagar Nusa Wedarijaksa WEDARIJAKSA – Pengurus Anak Cabang Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Kecamatan Wedarijaksa menggelar tasyakuran, Minggu (22/8) malam tadi. Kegiatan yang berlangsung di Aula MA Bustanul Ulum Pagerharjo ini dilaksanakan dalam rangka wisuda 14 siswa Pagar Nusa yang telah lolos Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pelatih.  “Mereka […]

  • Gandeng IPNU-IPPNU, Irmas Baitun Nur Selenggarakan Sarasehan Literasi

    Gandeng IPNU-IPPNU, Irmas Baitun Nur Selenggarakan Sarasehan Literasi

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    PATI-Literasi menjadi kebutuhan mendesak di era digital ini. Terlebih minimnya minat kaum milenials terhadap dunia literasi akhir-akhir ini menambah beban bagi kehidupan yang akan datang. Aguk Irawan, salah satu pemantik ketika memaparkan materi dalam Pelatihan Literasi yang digelar di Aula Islamic Centre Masjid Baitun Nur Pati. Dari satu fenomena ini, sudah selayaknya generasi muda mulai […]

  • Bib Bidin Meriahkan Pelantikan MWC NU Gunungwungkal

    Bib Bidin Meriahkan Pelantikan MWC NU Gunungwungkal

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Ucapan selamat terlontar dari berbagai pihak atas terpilihnya KH. M. Faishol dan KH. Ahmad Mustain sebagai Ketua Tanfidziyah dan Ro’is Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gunungwungkal. Turut memberikan selamat adalah Habib Ali Zainal Abidin (Jepara) dan K. Yusuf Hasyim, ketua PC NU Pati yang hadir dalam acara pelantikan pada Senin (15/7) malam. Acara […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Luncurkan Mobil Layanan Umat

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil meluncurkan Mobil Layanan Umat (MLU) di Kantor MWC setempat, Sabtu (4/4/2023).  Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dilanjutkan dengan penyiraman air kembang oleh Ketua Tanfidziah KH. Sya’roni dan Rais Syuriah MWCNU Trangkil KH Badrudin Syatibi. Ketua Lazisnu MWCNU […]

  • Corak Fiqh KH Maimun Zubair

    Corak Fiqh KH Maimun Zubair

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    KH Maimun Zubair adalah Mustasyar PBNU, sebuah jabatan yang hanya dihuni begawan-begawan ulama yang sudah paripurna ilmu, akhlak, dan dedikasi kebangsaannya. Pemikiran dan tindakan KH Maimun Zubair menjadi sorotan banyak pihak. Dalam konteks NU, maka kajian fiqh menjadi dominan. Pegangan warga NU adalah hasil bahtsul masail baik yang diadakan Pondok Pesantren maupun Nahdlatul Ulama, mulai […]

  • 712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

    712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Menumbuhkan sikap peduli dan peka terhadap kesehatan masyarakat, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melaksanakan donor darah. Hal tersebut ditunjukkan para siswa dan guru yang berada di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen yang meliputi MA, SMK dan MTs Salafiyah. Mereka tampak antusias sebagai pendonor dalam kegiatan  yang di selenggarakan oleh Palang Merah Remaja […]

expand_less