Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gandeng PC IPNU IPPNU Pati, Tim PKM IPMAFA Sukses Adakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Perdana di Kawedanan Pati Kota

Gandeng PC IPNU IPPNU Pati, Tim PKM IPMAFA Sukses Adakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Perdana di Kawedanan Pati Kota

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
  • visibility 236
  • comment 0 komentar

Gembong – Sosialisasi perdana dalam rangka bimbingan remaja guna mencegah kekerasan seksual di Kabupaten Pati yang dilakukan oleh TIM PKM IPMAFA dan PC IPNU IPPNU PATI sukses digelar pada Ahad, 17 November 2024. Dengan target remaja yang tergabung dalam jaringan IPNU/IPPNU dan GKMNU Kabupaten Pati, kegiatan sosialisasi ini nantinya akan diadakan 4 kali dengan peserta dari 5 sektor Kawedanan yang ada di Kabupaten Pati.

Sosialisasi perdana ini diadakan di Kawedanan Pati Kota yang bertempat di Aula Kecamatan Gembong. Diiikuti oleh IPNU IPPNU se-Kawedanan Pati Kota antara lain PAC Gembong, PAC Tlogowungu, PAC Pati Kota, dan PAC Margorejo.

Merujuk tinggi presentase data kekerasan pada remaja di Kabupaten Pati, sosialisasi ini bertujuan guna membekali remaja agar tidak terjerat dalam kekerasan, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban.

Turut Hadir Ibu Umdatul Baroroh, M.A., Ibu Tutik Nurul Jannah, M.H. dan Bapak Khabib Solihin, M.M. sebagai TIM PKM IPMAFA. Acara kolaborasi dengan Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pengedukasian terkait Bimbingan Remaja tentang Pencegahan Kekerasan Seksual. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga ditujukan sebagai Penguatan Keluarga Maslahah di Kabupaten Pati.

Ketua PC IPPNU Pati, Zulfi Andriyani mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis dalam upaya melindungi generasi muda, khususnya para remaja, dari ancaman kekerasan seksual.

Adapun teknis dari sosialisasi ini para peserta diajak untuk saling berbagi pengalaman masing-masing yang berkaitan dengan Pencegahan Kekerasan Seksual. Dengan itu diharapkan para peserta nantinya dapat mengetahui pentingnya teredukasi dan memahami bahaya kekerasan seksual sehingga dapat tercegah sejak dini guna mencapai generasi keluarga maslahah di masa depan.

Korcam IPNU Kawedanan Pati Kota, Fuad Luthfi Nur Romdani berharap dengan terlaksanannya kegiatan Bimbingan Remaja tersebut peserta dapat teredukasi mencegah kekerasan seksual.

“Kegiatan di Kawedanan Pati Kota ini merupakan sosialisasi kekerasan seksual perdana. Hal ini patut kita teladani bahwasannya generasi kita saat ini perlu teredukasi pencegahan kekerasan seksual. Sehingga kita dapat meminimalisir atau mencegah dampak kekerasan tersebut baik di sekolahan maupun dilingkungan sekitar. Dan kami harapkan rekan rekanita nantinya dapat mengedepankan Konsep Remaja Qeren Qurani dengan harus bijaksana, religius, moderat, baik dan membaikkan, kembangkan diri dan wajib tanggung jawab,” pungkas Fuad. (Faros)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • c

    Twibbonize Hari Santri Nasional 2022

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar
  • PCNU-PATI

    KKN IPMAFA Membekali Pelatihan Tanaman Toga di Desa Kadilangu

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Pcnupati.or,id- Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) – Dalam rangka mengsukseskan program kerja, KKN Hypatia melaksanakan Sosialisasi Pentingnya Tanaman Toga sekaligus Simulasi Penanaman Tanaman Toga di Desa Kadilangu. (Selasa, 22/8/23) Dalam acara tersebut Tim KKN menghadirkan pemateri Siswanto, S. sos., M.A yang merupakan Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Beliau menjelaskan bahwasannya “Tanaman Toga adalah […]

  • Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

    Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Gus Umar, panggilan akrab KH Abdullah Umar Fayumi, adalah Putra pasangan KH Ahmad Fayumi Munji Dan Nyai Hj. Yuhanidz Fayumi. Kedua orangtuanya adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen Tengah, Margoyoso, Pati yang nasabnya tersambung kepada waliyullah Syaikh Ahmad Mutamakkin. Bapaknya, KH Ahmad Fayumi Munji, adalah aktivis NU Pati dan Jawa Tengah. Selain pernah menjadi […]

  • SMK Salafiyah Kajen Gelar Unjuk Karya Produk Kreativitas Murid

    SMK Salafiyah Kajen Gelar Unjuk Karya Produk Kreativitas Murid

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.185
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- Sejumlah hasil karya unggulan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, ditampilkan dalam kegiatan Unjuk Karya Produk Kreativitas Murid SMK, pada Sabtu (20/12/2025).   Dalam acara pameran proyek kreatif dan kewirausahaan ini para siswa menampilkan berbagai inovasi yang telah mereka kembangkan. Di antaranya pengembangan perangkat lunak dan gim (Aplikasi Kasir, Aplikasi CBT, […]

  • PCNU-PATI

    Akhiri Kepengurusan dengan Gemilang, Kiai Sukahar Tuai Pujian

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Setelah menyelesaikan masa jabatan dengan gemilang, Ketua MWC-NU Tambakromo menuai pujian. Salah satunya datang dari Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat dalam pembukaan Konferensi MWC-NU Tambahromo, Ahad (6/8).  “Meski banyak kendala, teruta covid 19, namun NU dibawah pimpinan Kiai Sukahar sangat luar biasa,” ungkap dia dalam forum bertajuk ‘Sinergi Bergerak Menrawat Jagad’ tersebut.  Mirza menambahkan […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

expand_less