Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Inilah Capaian Prestasi Sakomanu PWNU Jateng 2018-2023

Inilah Capaian Prestasi Sakomanu PWNU Jateng 2018-2023

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
  • visibility 178
  • comment 0 komentar

Semarang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2018-2023 menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Hotel Muria Semarang, Sabtu (26/10/2024). Musda II Sakomanu LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut mengusung tema “Merawat Wawasan, Membangun Martabat”.

Dalam laporannya, Ketua Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2018-2023 Kak H. Shobirin mengatakan bahwa periode kepengurusan di bawah kepemimpinannya, mendapat sejumlah capaian prestasi. “Kami telah berhasil mendapatkan Juara Umum Pergamanas tahun 2019. Selain itu juga menggelar Kemah Kebangsaan, Karang Pamitran Pembina Pramuka Ma’arif se Jawa Tengah, Kursus Pembina Mahir Lanjutan (KML) terintegrasi PKPNU, Kemah Prestasi (PERSIMANU) I Jawa Tengah, penyusunan SKU terintegrasi Aswaja, dan lainnya,” beber Kak Shobirin.

Pihaknya berharap, Musda II ini bisa memilih Ketua Sakomanu Jawa Tengah yang baru untuk membenahi sejumlah pekerjaan rumah yang belum selesai, dan melakukan percepatan program untuk memaksimalkan Gerakan Pramuka dari sisi kelembagaan, program, sumber daya manusia, maupun penguatan karakter Aswaja.

Dalam sambutannya, Ketua Mabisako Ma’arif NU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani mengatakan bahwa Musyawarah Daerah atau Musda ke II Sakomanu Jawa Tengah merupakan salah satu kegiatan penting dari organisasi di tingkat daerah dan merupakan forum untuk pertanggungjawaban organisasi. “Pemilihan dan penetapan kepengurusan organisasi juga sangat penting, termasuk juga dalam penetapan rencana organisasi yang akan dirancang untuk 5 tahun yang akan datang. Oleh karena itu, Saya berharap semoga musyawarah hari ini, kakak-kakak dapat memanfaatkan momentum ini, sebagai bentuk pengabdian kita kepada generasi muda agar tercipta generasi muda Nahdliyin yang tangguh, mandiri dan berkarakter untuk bekal masa depannya,” katanya.

Tentunya, lanjut dia, menjadi tugas berat kakak-kakak peserta MUSDA II ini dalam menyusun rencana kerja dan program kerja serta pengurus Sakomanu Jawa Tengah periode 2024-2029 yang akan datang ini nantinya agar Sakomanu Jawa Tengah dapat menjalankan dan melaksanakan programnya dengan baik.

“Kami berharap program-program Sakomanu Jawa Tengah kedepanya dapat membantu pemerintah dalam mengatasi serta berusaha mencegah kaum muda untuk terlibat dalam masalah-masalah yang tidak diharapkan oleh Gerakan Pramuka, khususnya Sakomanu Jawa Tengah dapat selalu tampil terdepan, sehingga anggota Pramuka di Satuan Komunitas Ma’arif lebih dikenal di masyarakat dengan kegiatan dan program-program yang berkualitas dan menarik.

Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Si., mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan selamat atas pelaksanaan Musda Sako Pramuka Ma’arif NU Jateng.

“Dalam kesempatan itu, saya ingin mengapresiasi seluruh kiprah dan aktivitas Sako Pramuka Ma’arif NU selama lima tahun pada periode sebelumnya. Dalam catatan kami, ada prestasi-prestasi yang menonjol yang telah ditorehkan Sako Pramuka Ma’arif NU. Tidak semata-mata Juara dalam kegiatan lomba, tapi aktivitas-aktivitas kepdulian terhadap sesama, kegiatan sosial, dan kegiatan lingkungan. Mohon maaf tidak saya sebutkan satu-persatu, tapi semua pasti mengakui bagaimana kiprah Sako Pramuka Ma’arif NU dalam melakukan inovasi dan konsistensi kegiatan kepramukaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Sako Pandu Ma’arif NU Nasional, Kak Soleh Abwa mengatakan Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) resmi berubah menjadi Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU atau biasa disebut dengan Pandu Ma’arif NU. Hal ini tentu membawa konsekuensi nomenklatur Sakomanu harus berubah nama menjadi Satuan Komunitas Pandu Ma’arif NU. Hal itu berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) 2024  Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulamadi Hotel Yuan Garden, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/9/2024) lalu.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa terdapat perbedaan mendasar Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU dengan Satuan Komunitas yang lain. “Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU apa bedanya dengan Sako yang lain? Jadi kalau Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU harus berkiblat pada Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah,” beber dia dalam pembukaan.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Sakomanu PWNU Jawa Tengah Kak H. Shobirin dan jajaran pengurus Sakomanu PWNU Jawa Tengah periode 2018-2023 dan perwakilan pengurus Sakomanu PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya dalam rangkaian Musda II Sakomanu Jawa Tengah. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enterpreunership dan Strategi Pengembangan Ekonomi Nahdliyyin

    Enterpreunership dan Strategi Pengembangan Ekonomi Nahdliyyin

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sebagai organisasi masa Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki pengalaman dan sayap yang luas di berbagai sisi kehidupan. Politik kekuasaan menjadi pengalaman yang cukup kentara di tubuh NU. Sementara proyeksi pengembangan ekonomi umat dan bidang lainnya nyaris tidak terdengar gaunya. Padahal, jika kita tengok sejarah, NU selalu memperoleh raport merah […]

  • Ketua PCNU Dukung Agenda Pengesahan Pelatih Pagar Nusa

    Ketua PCNU Dukung Agenda Pengesahan Pelatih Pagar Nusa

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    WINONG-Silaturrahim merupakan salah satu kebiasaan yang identik dengan umat islam khususnya warga NU. Tak terkecuali, para pendekar Pagar Nusa (PN) Pati yang selalu membudayakan kunjungan. Rabu (11/9) malam, rombongan Pengurus Cabang PN mengunjungi kediaman ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, M.S.i. di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua Pagar Nusa pati, […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

  • Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    PCNUPATI-online. Menyebut istilah santri, tidak bisa terlepas dari peran utamanya yang salah satunya dalam bidang politik. Santri dan politik adalah dua istilah yang berbeda akan tetapi dapat menyatu karena merupakan perwujudan dari system Negara yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemennya yang salah satunya adalah santri dalam mengusung perubahan. Hal tersebut dapat dijalankan salah satunya […]

  • KH. Zuhdi dan K. Sholikhin Kembali Nakhodai NU Gembong

    KH. Zuhdi dan K. Sholikhin Kembali Nakhodai NU Gembong

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Konferensi MWC-NU Gembong kembali digelar pada Ahad (25/6) pagi tadi. Agenda wajib lima tahunan ini dihelat di Aula Kecamatan Gembong. Dalam konferensi tersebut, duet petahana KH. Zuhdi dan K. Sholikhin kembali memimpin NU Gembong sebagai Ro’is dan Ketua. “Tinggal melanjutkan program yang sudah dibuat periode sebelumnya,” tegas KH. Khoiron yang memandu jalannya konferensi. Sementara […]

  • Hukum Mengusap Tangan Setelah Berdoa

    Hukum Mengusap Tangan Setelah Berdoa

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Ada salah satu praktik orang – orang ketika berdoa mereka mengangkat kedua tangan dan setelah selesai, mereka mengusapkannya ke wajah. akan tetapi setelah doa qunut di saat sholat subuh mengapa ada yang mengusapkan tanganya ke wajah dan ada yang tidak, mohon dijelaskan cara yang benar itu bagaimana ?   Jawaban :Setelah berdo`a dianjurkan […]

expand_less