Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
  • visibility 521
  • comment 0 komentar

 

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menyambut bulan suci Ramadan. Sehingga, tak heran banyak tradisi yang muncul di bulan Ramadan.

Masing-masing daerah di Indonesia punya tradisinya masing-masing dalam menyambut Ramadan. Salah satunya di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, yang memiliki Tradisi Tadarus Keliling atau yang lebih dikenal “Tadarling”.

Ketua Ikatan Jamaah Masjid Warosatul Ambiya’ (Ijma’) Desa Asempapan M. Aqib Abdul Jalil mengatakan Tradisi Tadarling sudah ada lebih dari 20 tahun lalu. Hingga kini masih tetus dilestarikan dan diadakan setiap bulan Ramadan.

“Sempat terhenti saat pandemi Covid-19, karena dilarang mengadakan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang. Namun setelah pandemi mereda Tadarling kembali diadakan lagi,” katanya, Selasa (26/3/2024).

Aqib menjelaskan bahwa Tadarling adalah kegiatan di mana Masjid dan Musala se-Desa Asempapan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti tadarus bersama di Musala atau Masjid sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Terdapat 13 Musala dan dua Masjid yang akan ditempati oleh perwakilan masing-masing Musala dan Masjid secara bergantian. Pada Ramadan kali ini dimulai pada malam 4 Ramadan dan berakhir pada malam ke 20 Ramadan,” katanya.

Menurutnya, tradisi ini sangat penting untuk terus dipertahankan sebagai bagian dari kaderisasi pemuda Islam di Desa Asempapan. Apalagi, mengingat era digital sekarang yang dinilai makin memprihatinkan, karena dapat merusak akhlak para generasi penerus Islam.

“Kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi antarpemuda sekaligus syiar Islam yang harus ditanamkan pada genenasi sekarang yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sekaligus harapannya menjadi kegiatan penyeimbang terhadap pengaruh pemakaian gadjet pada anak-anak zaman sekarang,” paparnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Asempapan, sehingga tradisi ini masih bisa terus bertahan hingga sekarang.

“Harapan besar tentunya dari kegiatan Tadarling ini, para kader Musala dan Masjid di Desa Asempapan akan menjadi kader Islami yang mampu mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam yang diawali dengan cinta akan al-Quran dengan mambaca atau tadarus al-Qur’an. Bahkan kegiatan yang dinilai positif ini, mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa di sekitarnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pangkalan

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pangkalan

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id -Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, para siswa MA Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, melakukan aksi nyata dengan menanam 2.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Rabu (14/3/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Hidup Berkelanjutan”. Dalam pelaksanaannya, […]

  • Silaturrahmi Kapolres Pati Ke PCNU Pati

    Silaturrahmi Kapolres Pati Ke PCNU Pati

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    <![endif]–> Kabar NU Pati: Rabu 27 Mei 2015, bertempat di lt 1 kantor  PCNU Pati, mendapat kunjungan dari jajaran Kapolres Pati. Dalam hal ini AKBP R Setijo Nugroho, selaku Kapolres Pati menyampaikan beberapa hal yang sekiranya dapat di kerjasamakan. “ Umaro yang mau bersilaturrahmi ke ulama adalah hal sangat luar biasa”jelas Rois Syuriyah PCNU Pati […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Beliau itu orangnya sangat serius,pendiam dan tak pernah basi-basi. (KH.SAHAL MAHFUDZ) Beliau memang layak di sebut sebagai apa yang dalam tradisi mistik islam dikenal sebagai ‘’Wali qutthb ’’ Seorang kekasih tuhan yang menjadi ‘’poros’’ Kehidupan sosial. (Ulil Abshar Abdalla)        Judul diatas meupakan gambaran tokoh KH. Abdullah Salam yang dalam hampir setiap kesempatan selalu berusaha […]

  • PCNU-PATI Photo by Onur Binay

    Dunia dalam Genggaman

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Gadget adalah hal yang tak asing lagi ditelinga kita. Benda berbentuk kotak yang bisa dibawa kemana-mana ini, sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup kita. Kita bisa berkomunikasi dengan kawan jauh melalui gadget. Kita mengetahui informasi apapun, dimanapun, dan kapanpun juga melalui gadget. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, yang selalu kita pegang […]

  • Usung Visi Sinergi dan Mandiri, Pengurus LP Ma’arif NU Kab. Pekalongan Dikukuhkan

    Usung Visi Sinergi dan Mandiri, Pengurus LP Ma’arif NU Kab. Pekalongan Dikukuhkan

    • calendar_month Sel, 10 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Pekalongan – Dengan mengusung tema “Memperkuat Sinergitas Pendidikan Ma’arif yang Mandiri, Unggul, Profesional dan Berkarakter”, Rapat Kerja Cabang LP Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pekalongan pada hari Selasa (10/12/2024). Pembukaan Rakercab dihadiri oleh Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Kepala […]

  • PCNU-PATI Photo by vihaels

    Pohon

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Air, tanah, angin dan pohon adalah satu dari kesatuan. Mereka komponen saling mengisi satu dengan lainnya. Jika salah satunya ada yang lebih dominan atau pun ada ketimpangan, maka kondisi alam menjadi tak stabil. Saat angin puting beliung hadir, menunjukkan keeksistensinnya; maka pohon menjadi pemecah angin tersebut agar tak bergerombol. Dengan […]

expand_less