Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
  • visibility 466
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

“Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, bisa sehari semalam waktu kita habiskan di musala dan masjid untuk salat tarawih, salat witir, tadaruan, tong-tongklek membangunkan warga untuk sahur, nyumet mercon, salat subuh, nyuluh jangkrik, hingga nyolong semangka dan mangga milik warga. Ya, memori-memori itu akan saya ingat sampai tua nanti.

Ramadan hakikatnya memang menjadi bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, bulan Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam, tidak terkecuali bagi masyarakat di Pati, sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, yang dikenal dengan sebutan “Bumi Mina Tani”. Di sinilah Ramadan dirayakan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan keagungan spiritual, bahkan kekonyolan-kekonyolan yang terlalu manis untuk dilupakan, dan terlalu pahit untuk dikenang.

Keunikan Bumi Mina Tani

Kabupaten Pati, sebuah bagian kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budaya dan religinya yang mengagumkan. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakatnya, terdapat keunikan religi yang membentuk identitas dan karakteristik khas Kabupaten Pati. Pertama, tradisi keagamaan yang kental. Pati juga dikenal dengan tradisi keagamaannya yang sangat kental. Setiap hari, berbagai ritual keagamaan dilakukan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Mulai dari salat berjemaah di masjid-masjid hingga kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian, mujahadah, yasinan, nyadran, sedekah bumi, manaqiban, tahlilan, dan peringatan hari-hari besar keagamaan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Pati.

Kedua, keberagaman agama dan toleransi antarumat beragama. Salah satu ciri khas yang menonjol dari Kabupaten Pati adalah keberagaman agama yang ada di dalamnya. Meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim, namun terdapat pula komunitas Hindu, Buddha, dan Kristen yang hidup berdampingan dengan damai. Toleransi antarumat beragama di Pati menjadi teladan bagi daerah lain, di mana kerukunan antarumat beragama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Saya bisa mencontohkan di dekat rumah ada musala dan wihara yang tetap damai. Begitu juga di wilayah sejak Puncel, Kembang, Dukuhseti, Tayu, hingga Batangan yang dekat pantai berkembang beragama agama utamanya Islam dengan Kristen dan Katolik. Apalagi, dulu di sepanjang wilayah pantai Pati sejak dari Puncel berkembang pesat agama Kristen karena peran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung (1800-1885) sebagai misionaris/penginjil yang gigih menyebarkan Kristen. Begitu juga dengan Islam yang sangat berkembang pesat. Namun, Pati itu toleran. Intinya itu.

Ketiga, kerukunan antarumat beragama dalam perayaan keagamaan. Perayaan-perayaan keagamaan di Pati juga menjadi momen penting yang menggambarkan kerukunan antarumat beragama. Misalnya, saat perayaan Idulfitri, Natal, Waisak, dan Nyepi, masyarakat Pati saling mengunjungi dan memberikan ucapan selamat kepada sesama, menggambarkan semangat persaudaraan lintas agama yang erat.

Keempat, pusat pendidikan keagamaan dan intelektual. Kabupaten Pati juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan keagamaan dan intelektual, karena terdapat 256 pesantren. Dengan adanya berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam ternama seperti Perguruan Islam Mathali`ul Falah Kajen, Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis, dan yang lain, Pati menjadi pusat pengembangan keilmuan agama Islam yang diakui secara nasional maupun internasional. Sumbangan intelektual dari para ulama dan cendekiawan muslim Pati telah memberi kontribusi besar terhadap pemahaman agama dan peradaban Islam di Indonesia.

Kelima, ritual dan upacara adat yang dihormati. Selain tradisi keagamaan Islam, Pati juga memiliki beragam ritual dan upacara adat yang diwariskan dari nenek moyang. Upacara-upacara seperti slametan, selamatan, ruwatan, tahlilan, manaqiban, dan sedekah bumi masih dijalankan secara turun temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan keyakinan spiritual yang diyakini.

Dengan segala keunikan religi yang dimilikinya, Kabupaten Pati tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi penghayatan agama yang mendalam, toleransi antarumat beragama, dan kearifan lokal yang luhur. Keberagaman dan kerukunan menjadi kekuatan yang memperkaya dan memperindah kesejahteraan spiritual masyarakat Pati, menjadikan daerah ini sebagai contoh harmoni antaragama bagi seluruh Indonesia.

 

Tradisi-tradisi Ramadan di Pati

Pati, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menjadi saksi perayaan Ramadan yang berbeda dari tempat lain. Setiap tahunnya, suasana Ramadan di Pati diwarnai oleh tradisi-tradisi yang turun temurun, serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang memperkuat rasa persaudaraan di antara warganya.

Salah satu tradisi yang sangat dijunjung tinggi di Pati adalah “ngabuburit”, kegiatan bersama yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Ngabuburit di Pati tidak hanya sekadar berkumpul dan menunggu waktu berbuka, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti seni pertunjukan, pameran kuliner khas Ramadan, dan bazaar amal. Hal ini menciptakan atmosfer yang meriah dan mengundang kebersamaan di antara penduduk Pati.

Tidak hanya itu, semangat gotong royong juga terlihat jelas selama bulan Ramadan di Pati. Berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada orang-orang yang membutuhkan, penyelenggaraan buka puasa bersama di masjid-masjid, dan penggalangan dana untuk membantu sesama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan di Pati.

Selain aspek sosial, aspek spiritual juga sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Pati selama Ramadan. Masjid-masjid di Pati dipenuhi oleh jemaah yang datang untuk melaksanakan ibadah tarawih dan berdoa bersama. Suasana khusyuk dan khidmat terasa di setiap sudut masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang menggetarkan hati.

Bulan Ramadan di Pati juga dirayakan dengan menyajikan hidangan khas dan tradisional. Berbagai makanan seperti nasi gandul, soto kemiri, ketupat, opor ayam, es kelapa kopyor, aneka makanan laut, dan kolak menjadi menu wajib di meja berbuka puasa masyarakat Pati. Hidangan-hidangan ini tidak hanya menjadi sajian lezat, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarwarga dalam suasana kebersamaan yang penuh berkah. Namun, di balik semua kegembiraan dan kegiatan yang meriah, Ramadan di Pati juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Umat muslim di Pati berusaha untuk meningkatkan ibadah mereka selama bulan suci ini, baik melalui pembacaan Al-Quran, melakukan amal kebaikan, maupun memperbanyak doa dan zikir.

Dengan begitu, Ramadan di Pati bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan, kegembiraan, dan spiritualitas yang memperkaya jiwa dan membentuk karakter masyarakatnya. Di Bumi Mina Tani ini, Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk merayakan keagungan dan kemurahan Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah dan kemanusiaan.

Pertanyaan bagi Anda yang asli Pati tapi tidak di sana, Anda kangen Pati nggak?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seribuan Jemaah Haji Pati Sampai di Kampung Halaman

    Seribuan Jemaah Haji Pati Sampai di Kampung Halaman

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.793
    • 0Komentar

    Pati – Seribuan jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah telah sampai di kampung halaman. Mereka dari kloter 43, kloter 49, kloter 50, kloter 51 dan kloter 52. Rinciannya kloter 43 yang berjumlah 2 jemaah sampai di Kabupaten Pati pada Selasa(16/6/2026) malam lalu, 143 jemaah haji Kloter 49 pulang pada Kamis (18/6/2026) malam, 348 jemaah […]

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • Marak Kekerasan Seksual, PC Pagar Nusa Pati: Seni Beladiri Penting Ditanamkan Sejak Dini

    Marak Kekerasan Seksual, PC Pagar Nusa Pati: Seni Beladiri Penting Ditanamkan Sejak Dini

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    PATI – Publik sempat dibuat “jengkel” atas maraknya pemberitaan perbuatan pelecehan seorang laki-laki yang dilakukan kepada seorang wanita akhir-akhir ini. Pelaku kekerasan dan penyimpangan seksual tidak hanya dari lingkungan luar namun juga tak jarang didominasi oleh orang terdekat korban. Pelaku kekerasan seksual lebih sedikit dilakukan oleh orang asing dibandingkan orang yang dikenal. Bahkan jika di […]

  • Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

      pacnupati.or.id – Festival Rebana dalam rangka Haul ke-103 KH Abdurrahman bin Yahya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM), digelar di halaman Masjid Baiturrahman, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, pada Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi antarpeserta. Ketua HUT YAPIM, Ahmad Jami’in, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas […]

  • PCNU-PATI

    MI Al Ma’arif Parakan Kauman ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PARAKAN-MI Al Ma’arif Parakan Kauman mewisuda 38  siswa yang telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30  dan juz 29. Dari 38 siswa tersebut 35 siswa diantaranya telah menyelesaikan hafalan juz 30 dan 3 siswa  sdh menyelesaikan hafalan juz 29- 30. Sebelum diwisuda siswa- siswa tersebut telah mengikuti uji publik tahfidz  oleh JQH NU  Kab. Temanggung dan dinyatakan […]

  • LAZISNU PATI BERBAGI

    LAZISNU PATI BERBAGI

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    LAZISNU.Ahad 12 Juli 2015 di gedung PCNU lt, 3  LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama’) Kabupaten Pati untuk yang ketiga kalinya di tahun yang ketiga telah kembali sukses melaksanakan Program Santunan Yatama dan Dhuafa’. Sebanyak 100 orang yang terdiri Yatama dan Dhuafa’. Sebagaimana pada Program Santunan Yatama dan Dhuafa’ tahun sebelumnya program […]

expand_less