Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
  • visibility 518
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

“Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, bisa sehari semalam waktu kita habiskan di musala dan masjid untuk salat tarawih, salat witir, tadaruan, tong-tongklek membangunkan warga untuk sahur, nyumet mercon, salat subuh, nyuluh jangkrik, hingga nyolong semangka dan mangga milik warga. Ya, memori-memori itu akan saya ingat sampai tua nanti.

Ramadan hakikatnya memang menjadi bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, bulan Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam, tidak terkecuali bagi masyarakat di Pati, sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, yang dikenal dengan sebutan “Bumi Mina Tani”. Di sinilah Ramadan dirayakan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan keagungan spiritual, bahkan kekonyolan-kekonyolan yang terlalu manis untuk dilupakan, dan terlalu pahit untuk dikenang.

Keunikan Bumi Mina Tani

Kabupaten Pati, sebuah bagian kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budaya dan religinya yang mengagumkan. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakatnya, terdapat keunikan religi yang membentuk identitas dan karakteristik khas Kabupaten Pati. Pertama, tradisi keagamaan yang kental. Pati juga dikenal dengan tradisi keagamaannya yang sangat kental. Setiap hari, berbagai ritual keagamaan dilakukan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Mulai dari salat berjemaah di masjid-masjid hingga kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian, mujahadah, yasinan, nyadran, sedekah bumi, manaqiban, tahlilan, dan peringatan hari-hari besar keagamaan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Pati.

Kedua, keberagaman agama dan toleransi antarumat beragama. Salah satu ciri khas yang menonjol dari Kabupaten Pati adalah keberagaman agama yang ada di dalamnya. Meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim, namun terdapat pula komunitas Hindu, Buddha, dan Kristen yang hidup berdampingan dengan damai. Toleransi antarumat beragama di Pati menjadi teladan bagi daerah lain, di mana kerukunan antarumat beragama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Saya bisa mencontohkan di dekat rumah ada musala dan wihara yang tetap damai. Begitu juga di wilayah sejak Puncel, Kembang, Dukuhseti, Tayu, hingga Batangan yang dekat pantai berkembang beragama agama utamanya Islam dengan Kristen dan Katolik. Apalagi, dulu di sepanjang wilayah pantai Pati sejak dari Puncel berkembang pesat agama Kristen karena peran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung (1800-1885) sebagai misionaris/penginjil yang gigih menyebarkan Kristen. Begitu juga dengan Islam yang sangat berkembang pesat. Namun, Pati itu toleran. Intinya itu.

Ketiga, kerukunan antarumat beragama dalam perayaan keagamaan. Perayaan-perayaan keagamaan di Pati juga menjadi momen penting yang menggambarkan kerukunan antarumat beragama. Misalnya, saat perayaan Idulfitri, Natal, Waisak, dan Nyepi, masyarakat Pati saling mengunjungi dan memberikan ucapan selamat kepada sesama, menggambarkan semangat persaudaraan lintas agama yang erat.

Keempat, pusat pendidikan keagamaan dan intelektual. Kabupaten Pati juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan keagamaan dan intelektual, karena terdapat 256 pesantren. Dengan adanya berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam ternama seperti Perguruan Islam Mathali`ul Falah Kajen, Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis, dan yang lain, Pati menjadi pusat pengembangan keilmuan agama Islam yang diakui secara nasional maupun internasional. Sumbangan intelektual dari para ulama dan cendekiawan muslim Pati telah memberi kontribusi besar terhadap pemahaman agama dan peradaban Islam di Indonesia.

Kelima, ritual dan upacara adat yang dihormati. Selain tradisi keagamaan Islam, Pati juga memiliki beragam ritual dan upacara adat yang diwariskan dari nenek moyang. Upacara-upacara seperti slametan, selamatan, ruwatan, tahlilan, manaqiban, dan sedekah bumi masih dijalankan secara turun temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan keyakinan spiritual yang diyakini.

Dengan segala keunikan religi yang dimilikinya, Kabupaten Pati tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi penghayatan agama yang mendalam, toleransi antarumat beragama, dan kearifan lokal yang luhur. Keberagaman dan kerukunan menjadi kekuatan yang memperkaya dan memperindah kesejahteraan spiritual masyarakat Pati, menjadikan daerah ini sebagai contoh harmoni antaragama bagi seluruh Indonesia.

 

Tradisi-tradisi Ramadan di Pati

Pati, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menjadi saksi perayaan Ramadan yang berbeda dari tempat lain. Setiap tahunnya, suasana Ramadan di Pati diwarnai oleh tradisi-tradisi yang turun temurun, serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang memperkuat rasa persaudaraan di antara warganya.

Salah satu tradisi yang sangat dijunjung tinggi di Pati adalah “ngabuburit”, kegiatan bersama yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Ngabuburit di Pati tidak hanya sekadar berkumpul dan menunggu waktu berbuka, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti seni pertunjukan, pameran kuliner khas Ramadan, dan bazaar amal. Hal ini menciptakan atmosfer yang meriah dan mengundang kebersamaan di antara penduduk Pati.

Tidak hanya itu, semangat gotong royong juga terlihat jelas selama bulan Ramadan di Pati. Berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada orang-orang yang membutuhkan, penyelenggaraan buka puasa bersama di masjid-masjid, dan penggalangan dana untuk membantu sesama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan di Pati.

Selain aspek sosial, aspek spiritual juga sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Pati selama Ramadan. Masjid-masjid di Pati dipenuhi oleh jemaah yang datang untuk melaksanakan ibadah tarawih dan berdoa bersama. Suasana khusyuk dan khidmat terasa di setiap sudut masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang menggetarkan hati.

Bulan Ramadan di Pati juga dirayakan dengan menyajikan hidangan khas dan tradisional. Berbagai makanan seperti nasi gandul, soto kemiri, ketupat, opor ayam, es kelapa kopyor, aneka makanan laut, dan kolak menjadi menu wajib di meja berbuka puasa masyarakat Pati. Hidangan-hidangan ini tidak hanya menjadi sajian lezat, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarwarga dalam suasana kebersamaan yang penuh berkah. Namun, di balik semua kegembiraan dan kegiatan yang meriah, Ramadan di Pati juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Umat muslim di Pati berusaha untuk meningkatkan ibadah mereka selama bulan suci ini, baik melalui pembacaan Al-Quran, melakukan amal kebaikan, maupun memperbanyak doa dan zikir.

Dengan begitu, Ramadan di Pati bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan, kegembiraan, dan spiritualitas yang memperkaya jiwa dan membentuk karakter masyarakatnya. Di Bumi Mina Tani ini, Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk merayakan keagungan dan kemurahan Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah dan kemanusiaan.

Pertanyaan bagi Anda yang asli Pati tapi tidak di sana, Anda kangen Pati nggak?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

      Penetapan tanggal Muktamar NU JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan gelaran Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada 26 September 2021 lalu. Ketetapan diputuskan ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil  Staquf, Ketua […]

  • Hari Santri Mempersatukan Negeri

    Hari Santri Mempersatukan Negeri

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Pati.Hari Santri Nasional (HSN) 2017 yg diadakan PCNU Pati berlangsung meriah. Semua elemen bangsa ikut terlibat, mereka merasa memilili hari santri ini. Jaringan Gusdurian, kaum Tionghoa, tokoh lintas agama, Aisiyah Muhammadiyah, dan ormas lain berduyun-duyun mengikuti kirap dan apel akbar di alun-alun Pati, ahad 22 Oktober 2017, mulai pukul 13.00-17.00 WIB. Ini menunjukkan bahwa spirit […]

  • Plt Bupati Pati Lepas Jalan Sehat MTs Tarbiyatul Banin

    Plt Bupati Pati Lepas Jalan Sehat MTs Tarbiyatul Banin

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.684
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id — Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberangkatkan peserta jalan sehat dalam rangka Hari Lahir ke-61 MTs Tarbiyatul Banin yang digelar di lingkungan madrasah setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah yang diikuti oleh siswa, guru, dan warga sekitar. Kepala MTs Tarbiyatul Banin, H Yusuf Hasyim, menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-61 […]

  • Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Fanspage atau halaman facebook NU Pati mampu mendapatkan 4,5 ribu penyuka hanya dalam waktu satu bulan. Halaman facebook milik PCNU Kabupaten Pati ini baru dibuat pada 16 Juli 2019 silam. Dan dalam waktu satu bulan saja telah mampu memikat 4500 lebih pengguna facebook untuk memberikan jempolnya. Halaman facebook PCNU Pati yang mengangkat title NU Pati […]

  • Atlet Usia Dini PN Kuasai Podiun Muria Raya Open II

    Atlet Usia Dini PN Kuasai Podiun Muria Raya Open II

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Ajang pencaksilat Muria Raya Open II tahun 2024 Kembali dibuka, Kamis (26/12). Berlokasi di Gor Pesantenan Pati, ajang bergengsi ini rencananya akan berakhir Ahad (29/12) mendatang. Dalam kompetisi ini, para atlet silat dari beragam perguruan berkesempatan untuk meraih medali dari kategori seni maupun tanding. Juara Usia Dini Ikatan Pencak Silat NU, Pagar Nusa […]

  • Qurban Ramah Lingkungan Ala MT Darul Hasyimi Jogja

    Qurban Ramah Lingkungan Ala MT Darul Hasyimi Jogja

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Panitia qurban ramah lingkungan MT Darul Hasyimi Jogja sedang membungkus daging qurban dengan besek dan daun jati GUNUNGKIDUL-Cinta lingkungan termasuk bagian dari menjalankan ajaran agama. Sebab, nabi diturunkan bukan hanya untuk memberi rahmat bagi umat islam, namun juga bagi seluruh alam. Hal ini yang disampaikan oleh Eko Sulistyo, Ketua Pengurus Daerah Majelis Ta’lim Darul Hasyimi […]

expand_less