Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
  • visibility 400
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto, MA

Berbicara pesantren tentunya tidak lepas membahas kiai, santri, kitab kuning, asrama, dan musala. Adanya beberapa elemen tersebut tidak lain merupakan sarana-prasarana yang ada di lingkungan pesantren.  Oleh karena itu, penting sekali bagi pengelola pesantren untuk memperhatikan elemen yang harus dimiliki pesantren. Supaya dalam pengelolaan pesantren lebih professional dan memberikan pelayanan terbaik kepada para santri.

Sedangkan santri di pesantren merupakan salah satu unsur yang sangat penting, karena tanpa adanya santri di dalam pesantren, tentunya sistem pendidikan tidak akan berjalan. Oleh sebab itu, keberadaan santri menjadi urgen untuk menunjang berjalannya kegiatan dan segala aktifitas di dalam pondok pesantren. Sehingga dengan adanya santri kiai bisa leluasa mendesain pesantrennya dengan model dan karakter yang dikehendakinya.

Pesantren sendiri kalau kita cermati mayoritas masih menjaga nilai karakteristiknya yakni menjaga khazanah kitab kuningnya. Hal ini tidak lepas merupakan usaha untuk melestarikan nilai-nilai kearifan local yang sudah lama dilanggengkan oleh para pendiri pesantren hingga sekarang masih eksis keberadaannya.

Adapun model pembelajaran yang diterapkan oleh pesantren memiliki corak yang berbeda. Meskipun berbeda tetap saja pesantren tidak lepas dengan tradisinya yakni tradisi literasi (baca dan tulis). Tradisi ini tentunya sudah berjalan lama jauh sebelummasifnya pesantren yang mengajarkan para santrinya bergelut pada dunia literasi.

Dalam sejarahnya tradisi literasi Islam massif dan perkembang sudah dimulai sejak Dinasti Abbasyiah yang terkenal dengan dinasti kejayaan umat Islam di seantero dunia. Dimana dinasti ini terkenal dengan ilmu teknologi dan saisnya. Sehingga melahirkan banyak filsuf dan para cedekiawan muslim. Sebut saja Ibn Rusyd, Ibn Sina, Ibn Khaldun, Ibn Bajah, Ibn Batutah, Imam Ghazali, dan lain sebagainya.

Dari sejarahnya untuk mencapai kesusksesan dan kemajuan sebuah negara yang dibangun terlebih dahulu adalah adanya Baitul hikmah (rumah perpustakaan). Karena dengan dibangunya sebuah perpustakaan akan mempermudah para filsuf maupun masyarakat untuk memperkaya literasi dan pengembangannya. Oleh sebab itu, negara maju tidak lepas dari masyarakatnya yang gemar membaca-menulis dan mengkaji saban harinya.

Karena sebagai tolok-ukur tradisi literasi di Indonesia sangatlah rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Supaya masyarakat Indonesia bangun dari mimpinya perlunya digaungkan pentingya literasi di kampung-kota saling terintegritas. Agar kedepan sebuah peradapan bisa maju dan berkembang tidak lepas dimulai dari kebiasaan membaca-menulis dijadikan sebagai rutinitas sabab harinya.

Dengan demikian kalau tradisi ini terus digencarkan dan dibangun secara kontinyu, maka tak ayal Indonesia akanbisa mencapai masa keemasnya yang dicanangkan pada tahun 2045 dan sekaligus memiliki nilai sacral tepat 1 Abad Indonesia merdeka dari kolonialisme.   

Tradisi Literasi

Tidak banyak pesantren melestarikan dan mengajarkan literasi kepada para santri secara kontinyu dan dijadikan sebagai karakteristik pesantrennya. Adapun pesantren yang hingga sekarang konsen dalam pemberdayaan literasinya menurut pengamatan penulis yang bisa dijadikan sebagai percontohan dan menjaga benar kualitasnya hanya ada dua pesantren yakni Pesantren Hasyim Asy’ari (Qutub) Yogyakarta dan Pesantren Baitul Hikmah asuhan Kiai Aguk Irawan Yogyakarta.

Kedua pesantren tersebut, konsen melanggengkan tradis literasinya kegiatan bedah buku, menulis, dan membaca sebagai santapan makanan saban harinya. Selain itu juga, banyak santri yang diwajibkan karyanya untuk dikirim di media daring maupun ofline, sebagai bentuk untuk meramaikan jihad lietasi di ruang public melalui media.

Oleh karena itu, melalui pesantren yang mendorong para santri untuk terus berkarya melalui literasinya. Harapnnya santri tidak hanya cakap dalam membaca kitab kuning dan menjadi imam shalat juga mahir dalam berkarya untuk menyebarkan nilai-nilai dakwah yang rahmatan lil-alamin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembina Ranting Panggungroyom Sebut IPNU IPPNU untuk Semua Kalangan

    Pembina Ranting Panggungroyom Sebut IPNU IPPNU untuk Semua Kalangan

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pembina PIMPINAN Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Desa Panggungroyom, Nur Aziz mengungkapkan, bahwa organisasi Pelajar NU ini dapat diikuti oleh semua kalangan. Hal ini disampaikannya dalam acara yasinan rutinan dan sosialisasi PR IPNU IPPNU Desa Panggungroyom di Musala Sanilil Huda, Minggu (27/3/2022). “Kita disini ipnu […]

  • Ma'arif NU Jateng Finalkan Pedoman Branding Madrasah/Sekolah Unggulan

    Ma’arif NU Jateng Finalkan Pedoman Branding Madrasah/Sekolah Unggulan

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Bertempat di Parkit Room Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Lokakarya Pedoman Branding Madrasah/Sekolah Unggulan pada Ahad (2/7/2023). Dalam laporannya, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah menyempurnakan pedoman branding madrasah/sekolah unggulan yang sudah menjadi program prioritas. […]

  • Pendidikan Keluarga Jadi Kunci Penyemaian Kasih Sayang

    Pendidikan Keluarga Jadi Kunci Penyemaian Kasih Sayang

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.459
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas peristiwa ledakan yang terjadi di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025) kemarin. Peristiwa tersebut menjadi duka sekaligus pembelajaran bersama tentang pentingnya memperkuat ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter damai. Ketua FKPT Jawa Tengah, Dr. Hamidulloh […]

  • Foto: Cak Imin meresmikan program pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua lembaga di Kabupaten Pati.

    Cak Imin Canangkan Dapur MBG di Pesantren, Pati Jatah

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 753
    • 0Komentar

      PCNUPati.OR.ID, Pati – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mencanangkan dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) di pondok pesantren. Sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Pati pun dapat jatah Cak Imin secara simbolik meresmikan program pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua lembaga di Kabupaten Pati, Sabtu […]

  • Gus Rozin dan Gus Yasin Kompak Dorong Skill Manajerial Santri melalui Bimtek di Pati

    Gus Rozin dan Gus Yasin Kompak Dorong Skill Manajerial Santri melalui Bimtek di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.104
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren. Kegiatan yang berfokus pada diversifikasi olahan ikan lele ini dilaksanakan di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, pada Jumat-Sabtu (17-18/4/2026). ​Acara ini diikuti oleh 40 […]

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Pati, Beri Bantuan Korban Kebakaran

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, rabu (26/10) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Margorejo selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari group […]

expand_less