Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dampingi Anak-Anak

Dampingi Anak-Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
  • visibility 129
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Satu bulan belakangan ini banyak sekali berita tentang anak-anak yang mengalami kejadian buruk. Melansir banyak berita mengabarkan bahwa seorang siswa salah satu Madrasah Aliyah kota Demak membacok gurunya. Sedangkan di Kabupaten Cilacap dua orang siswa SMP menjadi tersangka kasus penganiayaan kepada sesama temannya sendiri yang sempat viral di jagat maya. Dan tiga hari yang lalu bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia, kita dikejutkan oleh kasus bunuh diri seorang mahasiswi kampus ternama di Semarang.

Saya turut prihatin. Kasus-kasus diatas merupakan bukti kelalaian kita sebagai orang dewasa dalam membimbing dan mengawasi anak-anak. Kabarnya pada kasus yang pertama tersebut karena si anak meminta keringanan agar bisa mengikuti ulangan tengah semester namun sang guru yang bersangkutan tak mengindahkan permintaan tersebut. Alhasil si anak menjadi marah lalu memutuskan untuk pulang kerumah mengambil sabit yang kemudian ia gunakan untuk menganiaya guru tersebut.

Berbeda dengan kasus yang kedua. Dari video yang beredar memperlihatkan dua orang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah tengah melakukan perundungan dan penganiayaan kepada seorang temannya secara terus menerus.

Sedangkan kasus yang ketiga mengabarkan seorang mahasiswi yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 salah satu mal di Semarang. Dalam kejadian itu ia meninggalkan secarik kertas yang berisi tulisan berbahasa inggris, dimana intinya adalah permohonan maaf untuk keluarganya karena ia tidak sekuat yang diharapkan.

Disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa bagaimanapun keadaannya setiap anak-anak tidak boleh disalahkan. Kecuali memang apa yang dilakukannya telah menyakiti atau merugikan orang lain. Saya mengutip kalimat dari salah satu scene drama korea yang tak lama ini tengah saya tonton hingga selesai. Salah satu dialognya menyebutkan bahwa anak-anak tak sepatutnya disalahkan karena perbuatannya. Sebab mereka masih baru mengenal dunia ini. Mereka belum mengetahui seluk beluk bagaimana kehidupan ini berjalan. Dan sebaiknya segala tingkah laku dan perbuatannya harus tetap terkontrol dalam pengawasan orang tua dan orang dewasa lainnya.

Dikatakan juga pada dialog tokoh utama perempuan drama korea yang berjudul king the land tersebut, bahwa orang dewasa lah yang seharusnya bertindak lebih dewasa lagi. Agar mampu mengerti dan memahami maksud dan keinginan si anak. Lalu kemudian diarahkan.

Namun terkadang kita melupakan kesadaran sebagai manusia yang hidupnya telah lebih lama dari anak-anak. Kita memandang bahwa mereka sama seperti kita. Mereka harus tahu cara berempati, peduli, mengenal mana yang baik dan buruk dengan sendirinya. Dengan dalih agar mereka mandiri dan tak ketergantungan nantinya.

Terkadang kita juga melupakan tugas dan tanggungjawab terhadap pendampingan dan justru malah fokus membuat anak-anak bertingkah layaknya orang dewasa. Dan jika anak-anak mengungkapkan segala resah, gelisah, gundah, gulana, maka dianggap lebay dan terlalu lemah. Padahal itu sah-sah saja sebagai bentuk ekspresi mereka.

Sampai sekarang ini kita masih banyak menjumpai orang tua dan orang-orang dewasa yang belum mampu mendampingi anak-anak dalam tumbuh kembangnya dengan baik. Dan ketika anak-anak melakukan “kesalahan” yang bagi mereka sendiri tak tahu bahwa itu salah, kita malah melabeli dan menjustifikasi bahwa mereka tak bisa menjadi pribadi yang baik.

Dari ketiga kasus itu saja mari kita belajar menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya. Memberikan kesempatan pada siapapun untuk bercerita dan berbicara tanpa memandang berapa usianya, siapa dirinya, dan bagaimana latar belakangnya. Memang hal ini tak mudah, namun apakah tak mungkin jika kita mencegahnya dari diri kita sendiri sebagai lingkup terkecil dalam sistem yang terbentuk di masyarakat?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Yuk Berdonasi Korban Angin Puting Beliung

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Tayu kembali berduka, bencana puting beliung kembali menerpa di beberapa wilayah di Kecamatan Tayu pada Rabu (30/11) Pukul 12.15 WIB. Bencana puting beliung menyebabkan banyak pohon tumbang, rumah rumah rusak dan terputusnya aliran listrik sehingga banyak warga yang berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri agar tidak terkena reruntuhan. Sekitar Pukul 12.15 WIB awan mulai terlihat […]

  • Kejar Kualitas, LP Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Angkatan 2

    Kejar Kualitas, LP Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Angkatan 2

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU yang juga menjabat Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., menyampaikan pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang cepat dan tanggap dalam berbagai hal. “Kepala madrasah menjadi lokomotif pergerakan yang cepat. Dalam […]

  • Tata Busana Karya Guru SMK Salafiyah Kajen Ditampilkan pada Ajang Solo Batik Fashion

    Tata Busana Karya Guru SMK Salafiyah Kajen Ditampilkan pada Ajang Solo Batik Fashion

    • calendar_month Rab, 5 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    PATI – Salah satu kreasi dari Bintari Kustianingrum, seorang guru Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) Salafiyah, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, ditampilkan pada ajang Solo Batik Fashion baru-baru ini.  Kegiatan itu dalam rangka memeriahkan hari batik nasional 2022.  Bintari dengan brand ATTAMODA8 membawa nama Pati dalam acara tersebut.   Sejumlah nama besar dalam dunia fashion seperti Itang […]

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

  • Angkat Model Pentahelix Bawaslu Grobogan dan Kebumen, Dosen INISNU Juara 3 Call for Papers Bawalsu Kalsel Tingkat Nasional

    Angkat Model Pentahelix Bawaslu Grobogan dan Kebumen, Dosen INISNU Juara 3 Call for Papers Bawalsu Kalsel Tingkat Nasional

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

      Banjarmasin – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda berhasil mendapatkan Juara 3 dalam Call for Papers yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu terungkap dalam kegiatan penutupan Call For Papers Seminar Nasional dan Lokakarya, dengan tema “Refleksi dan Evaluasi Penegakan Hukum […]

  • Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19 PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak. Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga […]

expand_less