Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ang Lee

Ang Lee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
  • visibility 442
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu.

Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah penolakan. Itu sungguh menyakitkan hati dan menyurutkan tekadnya untuk menjadi seorang sutradara. Terlebih ia sudah berkepala tiga dan berkeluarga. Melihat kenyataan itu, dia sering termenung, apakah tetap menunggu kesempatan itu datang atau menyerah dan mencari profesi lain yang menjanjikan?

Diam-diam, tanpa sepengetahuan istri, ia ikut kursus komputer. Pada masa itu menjadi teknisi komputer adalah pekerjaan yang menjanjikan, karena masih banyak dibutuhkan. Setiap kali berangkat kursus, ia bermalas-malasan. Tanpa ada gairah hidup.

Suatu malam, istrinya mendapatkan jadwal kursusnya. Istrinya kaget. Rupanya diam-diam, suaminya mengikuti kursus komputer, yang jauh dari mimpinya. Pagi harinya sang istri berbicara padanya. “Sayang, mengapa kamu melupakan mimpimu? Menjadi sineas adalah takdirmu. Mungkin saat ini kamu belum beruntung, tapi aku yakin suatu saat masa-masa suksesmu akan datang. Saya selalu percaya bahwa kamu hanya memiliki sebuah talenta. Talentamu adalah membuat film. Ada begitu banyak orang ahli komputer, jadi mereka tidak perlu tambahan dengan dirimu lagi. Jika kamu ingin membawa pulang piala Oscar, maka kamu harus berkomitmen pada impianmu.”

Amboi. Kata-kata istrinya menyentak relung hatinya. Seolah tak percaya istrinya mengatakan begitu. Kata-katanya bagaikan aliran listrik, mampu menyengat dirinya yang tertidur. Ia ingat kembali akan mimpinya yang terkubur itu. Ia kemudian bangkit. Mulai detik itu ia menahbiskan dirinya untuk all out dalam dunia film. Segala kesulitan ia hadapi. Penolakan demi penolakan menjadi bumbu penyedap mimpinya. Ia sudah terbiasa dengan hal itu. Yang terbayang adalah ketika mimpi-mimpinya telah terwujud dalam realita, sehingga segala ujian menjadi riak-riak kecil di matanya.

Tuhan memang tidak pernah menyia-nyiakan orang yang sungguh-sungguh. Suatu ketika, ia berhasil mendapatkan dana untuk membuat film sendiri dengan skenario yang dibuatnya. Gayung pun bersambut. Hasil garapannya banyak diapresiasi para penyuka film. Ia kemudian membuat film lagi. Semua orang kesengsem dengan karyanya. Dari situ, namanya makin berkibar. Setiap filmnya hampir mendapatkan penghargaan. Hingga tahun 2014, ia telah berhasil meraih tiga piala Oscar dalam kategori Sutradara Terbaik.  Luar biasa.

Siapakah orang itu? Ia bernama Ang Lee. Ia adalah orang Taiwan yang mengadu nasib di Hollywood demi mengejar mimpinya menjadi sutradara hebat. Ia butuh bertahun-tahun untuk meraihnya. Hingga akhirnya, film Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), Brokeback Mountain (2005), dan Life of Pi (2012), yang disutradarainya itu berhasil membuat dirinya meraih piala Oscar sebagai sutradara terbaik dari masing-masing film tersebut.

“Hidup saya adalah untuk terus membuat film,” ujar Ang Lee, “dan sekarang saya lebih yakin daripada sebelumnya. Ketika saya melihat sesuatu yang saya suka, itu saja yang penting. Apa yang mereka gunakan, bagaimana mereka sampai di sana, saya tidak pernah mengganggu mereka.”

Itulah buah ketekunan. Semua akan indah pada waktunya. Meski pada awalnya tidak yakin dengan usahanya, tapi karena ia tekun dan yakin atas apa yang dilakukannya, maka kesuksesan datang dengan sendirinya. Ketika kesuksesan itu hadir, maka keyakinannya semakin berlipat. Jika Anda melihat filmnya, Anda akan terpukau dengannya. Ang Lee sangat cerdas dan cerdik dalam membesut film-filmnya. Unik dan anti-mainstream. Pesan moral yang disampaikan lewat film-filmnya pun sangat dalam.

Harga ketekunan akan dibayar dengan keindahan. Jerih payahnya terbayarkan. Dalam Islam, ketekunan bisa disinonimkan dengan istiqamah. Allah SWT tentu akan memperhitungkan siapa pun yang istiqamah dalam kebaikan di jalan-Nya. Tiliklah ke belakang, banyak para tokoh besar yang sukses, karena istiqamah di jalan kebenaran.

Di antara definisi istiqamah adalah ikhlas dalam melakukan kebaikan hingga maut menjemput. Maka dalam konteks ini, istiqamah bisa diterapkan dalam pelbagai hal. Siapa pun yang setia dalam kebaikan apa pun profesinya, maka sesungguhnya ia sudah menjalankan istiqamah.  Oleh karena itu, ia tidak perlu takut lagi dengan segala yang terjadi yang akan menimpa dirinya, karena Allah sudah mencatatnya sebagai orang baik alias orang shaleh.

Bahkan dalam ayat lain disebutkan bahwa mereka yang istiqamah akan menempati surga di akhirat kelak. Jadi mereka tidak perlu sedih dan khawatir dengan hidupnya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al-Ahqaf: 13-14).

Ayat di atas memberi keyakinan kepada kita untuk senantiasa istiqamah dengan apa yang kita lakukan. Apa pun pekerjaan kita, apa pun usaha kita, istiqamahkanlah, niscaya, Allah akan memberikan buah-buah kebaikan kepada kita. Kebaikan itu tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Maka alangkah indahnya apabila kita mengamalkan juga doa yang dipanjatkan Hasan Al-Bashri:

“Allahumma Anta robbuna, farzuqnal istiqomah. Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami. Berikanlah keistiqamahan kepada kami.” Amin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Sedikitnya lima puluh mahasiswa baru Jurusan Tarbiyah Stai Pati mengikuti Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) 2019 di Ponpes al Akrom, Banyuurip, Margorejo. Mereka adalah para mahasiswa yang terdaftar dalam organisasi kemahasiswaan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Mapaba yang digawangi oleh pengurus PMII Rayon Tarbiyah Stai Pati ini kiranya akan berlangsung selama tiga hari. Hari ini, […]

  • PCNU-PATI Photo by Bimbingan Islam

    Buku yang Memilih Aku

    • calendar_month Sen, 11 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Ada seorang petinju yang dihukum seumur hidup, karena dituduh membunuh beberapa orang secara brutal. Meski hal itu tidak terbukti, karena tidak ada bukti yang mengarah ke dirinya. Satu-satunya yang menguatkan dia bersalah adalah kesaksian beberapa orang. Dan rupanya itu adalah kesaksian palsu, karena di bawah ancaman. Maka dijebloskanlah si petinju itu […]

  • Tembus Rp52 Miliar, LAZISNU PCNU Pati Perkuat Tata Kelola dan Beri Apresiasi UPZIS Terbaik.

    Tembus Rp52 Miliar, LAZISNU PCNU Pati Perkuat Tata Kelola dan Beri Apresiasi UPZIS Terbaik.

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.600
    • 0Komentar

      BANDUNGAN, SEMARANG – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Kabupaten Pati mencatatkan capaian fantastis pada tahun khidmat 2025. Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu–Ahad (7–8/2/2026), terungkap bahwa perolehan dana ZIS LAZISNU Pati tahun 2025 mencapai Rp52.561.495.730. Angka perolehan yang […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

     Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi). Aswaja dalam konteks Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’i dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang […]

  • Menemukan Potongan/Serpihan Anggota Tubuh.

    Menemukan Potongan/Serpihan Anggota Tubuh.

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

     Pada suatu daerah yang berpenduduk campuran antara muslim dan non muslim, seseorang menemukan serpihan anggota tubuh mayat ditengah jalan.   Pertanyaan :    Apa yang harus dilakukan orang tersebut atas kaitannya dengan tahjîz al-mayyit ?   Jawaban :Yang dilakukan adalah melakukan tahjîzulmayyit dengan sempurna apabila serpihan tersebut diyakini pisah setelah meninggalnya mayyit (yang memiliki serpihan […]

  • Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

    Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Di zaman yang modern ini, dampak kemajuan teknologi pada kemampuan anak semakin terlihat. Semua dapat dilihat dari seberapa sering anak bermain gadget. Jika ini terus berjalan tanpa adanya kontrol orangtua, maka besar kemungkinan perkembangan otak anak akan terhambat karena cenderung asik dengan dunia online (game). Anak yang kecanduan gadget akan cenderung malas […]

expand_less