Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 206 Mahasiswa Akan Dilepas untuk Mengabdi Kepada Masyarakat

206 Mahasiswa Akan Dilepas untuk Mengabdi Kepada Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
PATI-Pengabdian merupakan salah satu tugas utama mahasiswa. Sebab, mahasiswa tidak hanya berkecimpung di dunia akademik saja nantinya. Sebagai agen perubahan, skill bersosialisasi wajib dimiliki oleh segenap mahasiswa guna menyerap aspirasi dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

Pembekalan KKN Mahasiswa di Aula lantai 2 IPMAFA 

Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat perlu dilakukan sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa. IPMAFA sebagai salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Pati pun tak luput dari kesadaran akan penanaman nilai bermasyarakat bagi para mahasiswanya. Kuliah Kerja Nyata yang merupakan mata kuliah wajib adalah ajang untuk menjalankan tiga tugas mahasiswa sekaligus, yaitu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian atau riset.

Setelah mendapatkan pembekalan pada tanggal 1 sampai 2 Juli kemarin, sebanyak 206 mahasiswa IPMAFA akan diluncurkan langsung di masyarakat guna memenuhi tugas akademiknya. Program KKN ini akan dilaksanakan selama 45 hari dimulai tanggal 22 Juli 2019 sampai dengan 4 September 2019.

206 agen perubahan itu akan disebar di 20 desa. Diantaranya adalah 7 desa di Kecamatan Dukuhseti dan 13 Desa di Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati. Hal ini bertujuan untuk membiasakan mahasiswa hidup dan menyatu dengan masyarakat secara langsung.

Hal ini senada dengan apa yang disanpaikan oleh Ahmad Nashiruddin, ketua penyelenggara KKN IPMAFA saat ditemu Rabu (17/7) siang.

“Kami cuma menitipkan lima poin kepada mahasiswa KKN kali ini. (Diantaranya) Menjaga nama baik almamater, menambah pengetahuan mahasiswa, memberikan manfaat yang cukup berarti pada masyarakat dan program-program selama KKN dapat berjalan paska KKN dan yang paling penting meningkatkan penanaman nilai-nilai aswaja an nahdliyyaj di tengah-tengah masyarakat” tandasnya.(karim/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Peduli Bikin Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    NU Peduli Dirikan Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    PATI – NU Peduli selenggarakan dapur umum untuk mensuplai makanan korban banjir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (1/1) pagi tadi di halaman PCNU Pati. Ahmad Qosim, ketua NU Peduli menyebut, agenda ini sebagai perwujudan kepedulian NU terhadap para korban bencana. Bantuan berupa nasi bungkus dikirim ke posko Mustokoharjo untuk kemudian disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan. […]

  • Photo by Valentin Lacoste

    Merajut Kerukunan Masyarakat Melalui Solidaritas

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Kemajemukan bangsa di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang berbeda-beda antara agama, ras, suku, etnik, etnis, budaya, dan adat-istiadat. Itu semuanya merupakan gambaran masyarakat Indonesia. Dan tentunya perlu diantisipasi dan diwadahi biar tidak terjadi konflik antar perbedaan agama, ras, dan suku. Karena agama merupakan keyakinan dari masing-masing pemeluknya, sehingga agama sebagai sistem […]

  • PCNU-PATI

    LP3IA Tegaskan Tak Ada Izin Ndalem terkait Penerbitan Buku ‘Bahagia Beragama Bersama Gus Baha’

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- REMBANG – Ponpes Tahfudzul Qur’an LP3iA, Narukan, Kragan, Rembang, baru-baru mengeluarkan maklumat terkait penerbitan buku yang mencatut nama Gus Baha’, pengasuh pesantren tersebut. Hal itu disebarluaskan melalui postingan akun Instagram @ceramahgusbaha pada Rabu (18/1) petang. Adapun isi dari Maklumat tersebut di antaranya: 1. Pihak pesantren dan pihak ndalem tidak pernah menginginkan hal-hal materiil apapun […]

  • PCNU-PATI

    Lagi, Pendekar PN Serbu Waduk Gembong

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id GEMBONG – Waduk Seloromo, Gembong lagi-lagi dijadikan lokasi UKT (Ujian Kenaikan Tingkat) PC Pagar Nusa Pati. Kegiatan yang melibatkan seratusan peserta ini dilangsungkan Kamis (29/12) pagi hingga petang.  Menurut Suwarto, Ketua PC Pagar Nusa Pati, para peserta antusias mengikuti UKT di Gembong karena lokasinya yang luas dan pemandangannya yang indah.  Bahkan, Hidayah, salah satu […]

  • Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan. Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa […]

  • a close up of a clock on a wall

    Muru’ah

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya […]

expand_less