Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8.126
- comment 0 komentar

Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati
Pcnupati.or.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sekelompok perempuan mengenakan pakaian drumband yang tengah joget-joget di atas panggung dalam acara Haflah Akhirussanah. Dalam video itu dinarasikan bahwa drumband bermama Mahadewa pentas dalam acara Haflah Akhirussanah di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin Pati Jawa Tengah.
Postingan tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sebab kostum dan gerakan yang ditampilkan dinilai kurang pantas untuk kegiatan keagamaan.
Pcnupati.or.id mencoba menelusuri kebenaran video yang tengah beredar luas di masyarakat tersebut. Ternyata, peristiwa itu tidak terjadi di wilayah Kabupaten Pati sebagaimana narasi yang beredar luas di media sosial.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengatakan, meskipun ada lembaga dengan nama serupa di wilayah Kecamatan Gabus, Pati, namun dipastikan lembaga tersebut tidak menyelenggarakan acara sebagaimana yang ada dalam video. Pihaknya juga telah melakukan penelusuran mendalam terhadap lembaga pendidikan bernama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) I’anatut Tholibin yang tertulis dalam video tersebut.
“Jadi itu sudah kami klarifikasi, dan tidak terjadi di Pati. Kalau di Pati itu MDT Ianatut Thalibin ada di Gabus. Setelah kami cek, di sana tidak pernah melakukan itu, bahkan tidak melaksanakan Haflah Akhirussanah,” kata dia saat memberikan keterangan pada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan hasil pengecekan lebih lanjut, peristiwa tersebut diduga terjadi di luar Kabupaten Pati. Syaiku juga menepis rumor yang sempat menyeret nama Perguruan Islam I’anatut Thalibin (ITB) Cebolek Kidul, Margoyoso.
Ia menjelaskan bahwa lembaga di Cebolek merupakan Madrasah Aliyah, sementara yang ada di video tersebut adalah Madrasah Diniyah. Ia menyebut kesalahan informasi ini murni bersumber dari keterangan yang salah di media sosial.
“Setelah kami cek ada di Bakung Guntur Demak. Kalau di ITB Cebolek itu nggak ada (diniyah),” ucap dia.
Terkait kegaduhan ini, Syaiku mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam berkomentar serta selalu melakukan pengecekan informasi sebelum menyebarkannya.
“Harapan kami untuk betul-betul dicek sebelum komentar. Dicek yang sebenarnya karena itu merugikan lembaga yang ada di Pati,” tegas dia.
Syaiku menambahkan, Kemenag Pati juga memberikan instruksi kepada seluruh madrasah di wilayahnya agar setiap perayaan di lingkungan pendidikan agama tetap menjaga nilai-nilai islami dan edukatif. Harapannya untuk membangun akhlakul karimah para siswa.
Dihubungi terpisah, Kepala Madrasah Aliyah (MA) I’anatut Thalibin Cebolek Kidul, Ahmad Khakim Muthohar, angkat bicara terkait video viral yang sempat dikaitkan dengan institusinya. Ia menegaskan bahwa video tersebut tersebar dengan narasi hoaks. Padahal aksi dalam video tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolahnya.
Ia pun menjelaskan perbedaan mendasar antara madrasah yang dipimpinnya dengan madrasah yang ada dalam video viral tersebut. Selain lokasi, ia menyoroti perbedaan penulisan nama institusi yang berbeda secara redaksional.
“Kalau yang di madrasah kami kan I’anatut Thalibin, pakai T-H-A. Sementara yang beredar itu pakai T-H-O (I’anatuth Tholibin). Jadi dari segi nama sebenarnya sudah berbeda,” ujar dia saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).
Ia juga mengaskan bahwa Perguruan Islam I’anatut Thalibin yang berlokasi di Cebolek Kidul Margoyoso, Pati, hanya menaungi jenjang pendidikan formal mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA.
Menanggapi konten video yang menampilkan jogetan yang dianggap kurang pantas, Khakim menilai aksi tersebut telah mencederai nilai-nilai pendidikan Islam. Ia memastikan bahwa segala bentuk kegiatan kesiswaan di madrasahnya harus melalui proses technical meeting dan pengawasan ketat dari pihak yayasan. Menurutnya, pementasan seperti yang ada di video tersebut sangat “irasional” dilakukan di madrasahnya.
“Kami menghimbau masyarakat dan netizen agar lebih selektif dalam melihat serta merespons berita-berita hoaks yang beredar sebelum ada konfirmasi resmi,” ucap dia.
Sementara itu Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Pati secara resmi juga telah mengeluarkan pernyataan sikap terkait beredarnya video viral pementasan dalam acara Haflah Akhirussanah sebuah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang dinarasikan terjadi di wilayah Pati.
Melalui surat nomor 22/DPC FKDT- PATI/II/2026, FKDT Pati menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayah Kabupaten Pati. Terdapat empat poin yang disampaikan dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketua DPC FKDT Pati, H. Ahmadi, S.Pd.I, dan Sekretaris Ana Sahar, S.Pd.I pada 8 Februari 2026 tersebut.
Pertama, terkait identitas lembaga. Meskipun dalam daftar Kemenag terdapat MDT I’anatut Thalibin di wilayah Kecamatan Gabus, Pati, lembaga tersebut tidak berlokasi di daerah Bakung sebagaimana yang ada dalam video viral tersebut.
Kedua, ketiadaan wilayah bernama “Bakung” di Pati. FKDT menegaskan bahwa di wilayah Kabupaten Pati tidak terdapat nama kecamatan maupun nama desa yang bernama “Bakung”.
Ketiga, terkait pelaksanaan ujian. Pada periode Hijriah 1446/1447 (Februari 2026), tidak ada lembaga bernama MDT I’anatut Tholibin di Pati yang menyelenggarakan ujian. Lembaga yang melaksanakan ujian di periode tersebut adalah MDT Al I’anah. Namun pasca pelaksanaan ujian, MDT Al I’anah tidak mengadakan acara Haflah Akhirussanah.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, FKDT Pati menyimpulkan bahwa tidak ada MDT I’anatut Tholibin di Kabupaten Pati yang mengadakan haflah akhirussanah pada bulan Sya’ban 1447 H atau Februari 2026 dengan pementasan sebagaimana yang viral di media sosial.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar