Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
  • visibility 276
  • comment 0 komentar



pcnupati.or.id. – Faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) punya peran penting baik bagi pribadi maupun sosial. Kalimat ini diungkapkan oleh Kiai Sholikhin dalam sambutannya sebagai Ketua MWC NU Gembong dalam acara Triwulan GP Ansor Gembong, Sabtu (5/8) malam.

“Sebagai pribadi, Aswaja penting untuk kelangsungan hidup di akhirat. Dalam lingkup sosial, Aswaja yang berprinsip moderasi dan toleransi tidak mudah menyalah-nyalahkan sehingga bisa meredam konflik,” tandasnya.

Agenda bertajuk ‘Dialog Aswaja: Penguatan Akidah Ahlussunnah wal Jama’ah’ yang digawangi oleh Imam Shomali CS tersebut memang dirasa sangat penting.

“Kami (GP Ansor) mengundang Banom lain untuk terlibat dalam agenda ini. Selain itu kami juga menghadirkan nara sumber yang berkompeten, Ketua LBM NU Gembong. Tujuannya agar semangat berorganisasi diimbangi dengan pengetahuan Aswaja an Nahdliyyah,” terang Imam Shomali, Ketua PAC GP Ansor Gembong.

Sementara, Gus Nanal Ainal Fauz, Ketua LBM NU Gembong yang didapuk sebagai pemateri menyampaikan pentingnya mengikuti langkah ulama’ nusantara.

“Membahas Aswaja an Nahdliyyah membutuhkan waktu yang lama, sebagai mukaddimah, kita ikuti dulu ulama’ di Nusantara,” tuturnya.

Bahkan, untuk mendongkrak semangat para peserta diskusi, kiai muda asal Bermi ini juga membeberkan sejumlah prestasi ulama’ Nusantara di kancah internasional.

“Kitabnya Mbah Hasyim Asy’ari, sampai hari ini masih dikaji di majlisnya Habib Umar bin Hafidh, Yaman. Ada juga ulama’ sekaliber Syaikh Nawawi al Bantani yang karya-karyanya banyak dikaji di luar negeri,” imbuhnya.

Sontak antusiasme peserta meningkat. Para ulama yang selama ini dianggap sebagai kiai domestik, ternyata memiliki andil di jagad islam internasional.

“Banyak wawasan baru tentunya dan saya menagih kepada Gus Nanal dan Kang Imam dan juga pengurus MWC-NU, kalau bisa diskusi begini sering dilakukan,” kata Sulikan, salah satu peserta dari Desa Gembong.

Rencananya, Imam CS akan mengagendakan kegiatan serupa pada Oktober mendatang. Sementara, Gus Nanal dalam kapasitasnya sebagai Ketua LBM NU Gembong juga berinisiatif untuk menggelar diskusi semacam ini dengan lingkup yang lebih luas.(lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat NU Jateng Gelar Diklat di Brimob Simangon

    Fatayat NU Jateng Gelar Diklat di Brimob Simangon

    • calendar_month Jum, 19 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Puluhan kader Fatayat NU dari masing-masing kabupaten di Jawa tengah mengikuti Diklat Terpadu I Garfa di Semarang, 19 sampai 21 Nopember 2021 SEMARANG –  Sayap Pemudi NU, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah kembali membuat gebrakan. Diawali Jumat (19/11) pagi tadi, para pemudi tangguh tersebut telah memadati halaman Brimob Simangon Semarang.  Mereka berasal dari utusan […]

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

  • PCNU Tegas Dukung Pembongkaran Warung Remang-remang

    PCNU Tegas Dukung Pembongkaran Warung Remang-remang

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id.- Bisnis prostitusi menjadi ladang basah yang sangat menggiurkan. Hal ini disampaikan salah satu mantan pelaku bisnis esek-esek tersebut kepada pcnupati.or.id.  Maka tak heran, usai diratakannya komplek prostitusi oleh Pemda Pati beberapa waktu lalu, kini, bisnis terlarang tersebut kembali menjamur dengan warung remang-remang.  Menyadari hal tersebut, PCNU Pati yang selalu aktif terlibat dalam pemberantasan prostitusi di […]

  • Porsema NU Jateng Berbasis Aplikasi untuk Jaga Mutu dan Sportiviatas

    Porsema NU Jateng Berbasis Aplikasi untuk Jaga Mutu dan Sportiviatas

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di aula Monumen PKK Jawa Tengah, Jl. Letjend Suprapto, Ungaran, Genuk, Unggaran, Kabupaten Semarang, Panitia Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi yang mengundang semua koordinator juri seni dan olahraga, Kamis sore (9/2/2023). Ketua Panitia Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Abdullah Muchib mengatakan […]

  • Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Salah satu tokoh NU kembali menghadap Ilahi. Kabar duka ini datang dari Wedarijaksa. KH. Ali Mahmudan, salah satu Mustasyar PCNU Pati tutup usia Sabtu (31/8) pukul 15.30 WIB. KH. Ali Mahmudan Jenazah rencananya akan dimakamkan Sabtu (31/8) pukul 20.00 WIB malam nanti. Dikonfirmasi dari Pengurus Cabang NU Pati, jenazah akan dikebumikan di Makam Ngrames, Sukoharjo, […]

  • PCNU-PATI

    Biografi KH. M. Aniq Muhammadun, Rois Syuriah NU Kab Pati

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    KELAHIRAN KH. Aniq Muhammadun atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Aniq lahir pada 30 Desember 1952 di Pondohan, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudar, dari pasangan KH. Muhammadun dengan Nyai Nafisatun. KELUARGA KH. Aniq Muhammadun melepas masa lajangya dengan menikahi Nyai Hj. Salamah (Sarang) pada sekitar tahun 1982. PENDIDIKAN KH. Aniq […]

expand_less