Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim Farmasi UGM Datangi Perkumpulan Emak-Emak, Ada Apa? 

Tim Farmasi UGM Datangi Perkumpulan Emak-Emak, Ada Apa? 

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.od. Rutinan Fatayat NU Kabupaten Pati bulan ini sukses diselenggarakan di Balai Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Ahad (8/10).

Kehadiran 40 delegasi dari 20 PAC Fatayat NU Se-Kabupaten Pati menjadi indikator solidnya kaum pemudi NU ini. Bukan hanya itu, tuan rumah, PAC Jakenan juga mengirimkan 20 pengurusnya untuk hadir dalam agenda itu. 

Jajaran tokoh masyarakat, baik dari pemerintahan maupun non pemerintahan tak luput dari sorotan kamera. Di antaranya, Ketua MWC NU Jakenan, K. Sutopo dan Sekcam Jakenan, Teguh Sulianto. 

Dalam sambutannya, Teguh menyampaikan beragam hal, terkait masalah meteorologi, seperti kemarau dhasyat yang dialami warga dunia, hingga beragam potensi yang ditimbulkan. 

Sementara, berbeda dengan Teguh, K. Sutopo mengambil tema politik dan Hari Santri dalam sambutannya. 

“Meski dalam tahun-tahun politik ini, kita beda-beda pilihan, tapi saya imbau untuk tetap guyub dan kompak, khususnya dalam (agenda paling dekat) Hari Santri, saya minta Banom-Banom saling kerja sama,” tutur dia. 

Tim Farmasi UGM

Tak mau ketinggalan momen, tim Farmasi UGM yang menjalin kerja sama dengan PC Fatayat NU Pati juga menggelar sosialisasi dalam agenda tersebut. 

Tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Apt. Abdur Rahman itu menyelenggarakan sosialisasi terkait pengelolaan penggunaan obat-obatan. 

Mengusung tema Bijak Mengelola Obat Bagi Keluarga, Tim Farmasi UGM memaparkan tentang pengelolaan beragam obat uang biasa dikonsumsi oleh keluarga Indonesia. Di antaranya, dosis dan waktu yeng tepat dalam mengonsumsi antibiotik, anti nyeri dan penggunaan kontrasepsi 

Ditemui di lokasi lain, Prof. Abdur Rahman menegaskan bahwa misinya membidik ibu-ibu dan pemudi adalah sebagai langkah strategis, mengingat peranan mereka dalam rumah tangga dan juga masyarakat. 

“Saya kira ini langkah strategis, sebab kaum hawa-lah pemegang kendali dalam hal-hal semacam ini (pengelolaan penggunaan obat dalam keluarga). Selain itu, mereka juga memiliki keunggulan yaitu, kecepatan dalam menyebarkan informasi,” terang dia. 

Menanggapi hal ini, Asmonah, Ketua PC Fatayat NU Pati memberikan respon positif. Menurutnya, edukasi semacam ini diperlukan bagi masyarakat awam yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. 

“Sangat membantu. Saya setuju kalau ibu-ibu adalah dokter dalam keluarga. Anaknya sakit ya ibu yang ngasih obat, bahkan suaminya sakit pun demikian. Jadi sosialisasi dari Farmasi UGM ini sangat berguna sekali,” tandas dia.(lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Pawan Thapa

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 3

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Akhirnya, setelah insiden itu, Salman menemukan alasan untuk bertahan hidup di pesantren. Apalagi kalau bukan karena Bu Nyai Maryam—perempuan pemilik kecantikan di atas rata-rata. Bahkan mungkin setiap inchi darinya adalah dambaan setiap wanita. Body S-line, wajah V-line, kulit seputih kapas, mata bulat dengan dua lipatan kelopak mata, hidung tinggi tapi kecil, […]

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • PCNU-PATI

    Laki-laki Cadasari Tersesat di Juwana

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di dalam Bus PO Selamet, sewaktu perjalanan mudik ke Pandeglang, saya berkenalan dengan seorang penumpang laki-laki dengan perawakan kurus. Dia bersama istri dan anak laki-lakinya, kira-kira usianya sama dengan usia putriku, 4 tahunan.  “Turun di mana, mas?” tanya dia ke saya. “Di Serang, mas,”jawabku. “Sama atuh, saya juga di Serang. […]

  • KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

    KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Sabtu 10 Januari 2015, bertempat di gedung PCNU Pati. SSR NU Jateng Fatayat 2 berkerjamasa dengan Kader PIKM NU mengadakan Pelatihan HIV&AIDS dengan tema  “KADER&UMAT BERDAYA, HIV&AIDS TIDAK MEMBUDAYA” merupakan sebuah upaya dari SSR NU Jateng Fatayat 2 bersama PC NU Kab. Pati untuk memberikan informasi dan membentuk kader di setiap Kecamatan […]

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Gelar Lakmud, Ada Bazar dan Pertunjukan Musik

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- DUKUHSETI – Bertepatan dengan momentum pergantian tahun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhseti mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud). Kegiatan ini digelar di SMK Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, pada 29 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Ketua PAC IPNU Dukuhseti, Muhammad Lailun Najih […]

  • PCNU-PATI

    Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Minggu, 26/11/2023,-Puisi-puisi karya Nuyang Jaimee  membuat narasi jernih dari silang sengkarutnya peristiwa. Mengangkat kon-teks kedalam teks, dan menjadi percakapan yang bisa didengarkan. “Kata-katanya disuling dengan bertenaga, menjadi kita terjaga,” ujar Budayawan Taufik Rahzen memberikan pendapat karya puisi Nuyang Jaimee dalam buku antologi puisi tunggal Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya yang disampaikan di Jakarta, […]

expand_less