Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
  • visibility 761
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Ruang Rapat lt. 2 Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi perdana pada Kamis sore (17/4/2025).

Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa sejak ditetapkan oleh tim formatur pada 26 Juli 2024 lalu, kepengurusan FKPT Jawa Tengah periode 2025-2027 telah dibentuk dan akan dilantik pada 22-24 April 2025 mendatang di Jakarta oleh BNPT RI. “Selain program mandatori dari BNPT, pada rapat koordinasi ini kita akan kaji program mandiri nonmandatori dari lima bidang yang ada,” kata Ibda dalam rapat yang dimoderatori Sekretaris FKPT Jawa Tengah Rahmad Winarto.

Selain itu, Ibda mengatakan pula bahwa program nonmandatori sangat urgen dalam rangka menyukseskan kesiapsiagaan nasional, kontra narasi dan deradikalisasi. “Meski pendanaan agak sedikit terkendala oleh kebijakan nasional yaitu efisiensi, namun justru ini harus melahirkan banyak inovasi dan kreativitas tiap bidang untuk bermitra, bersinergi, berkolaborasi dengan semua elemen sesuai model multihelix atau pentahelix,” jelas doktor lulusan UNY tersebut.

Pihaknya menegaskan, bahwa pencegahan terorisme hakikatnya menjadi tugas bersama. “Jadi harus bersinergi, meski secara struktural BNPT RI membentuk FKPT di tiap provinsi. Tapi tugas mencegah radikalisme dan terorisme itu ya tugas semua elemen dari keluarga, masyarakat, tokoh agama, sampai pejabat,” kata dosen Inisnu Temanggung tersebut.

Pada sesi pembahasan program kerja, disampaikan masing-masing bidang dari Bidang Agama, Sosial-Ekonomi, dan Budaya, Bidang Media Massa, Hukum, dan Humas, Bidang Pemuda dan Pendidikan, Bidang Perempuan dan Anak, Bidang Pengkajian dan Penelitian.

Sementara itu, Ketua Bidang Bidang Agama, Sosial-Ekonomi, dan Budaya FKPT Jateng R. Andi Irawan menyampaikan bahwa pencegahan terorisme merupakan langkah besar dan panjang. “Jadi tidak cukup jika sebatas kegiatan seremonial dan lomba, tapi harus mengakar dalam pendidikan,” tegas dia.

Oleh karena itu, pihaknya menggagas urgensi penguatan kurikulum pendidikan antiterorisme dan antiradikalisme dalam pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Dalam kesempatan itu, disampaikan Ketua FKPT Jateng Dr. Hamidulloh Ibda bahwa jajaran pengurus dan satgas terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara, lima orang Ketua Bidang, dan tiga satgas yaitu satgas administrasi, satgas keuangan dan satgas IT.

“Setelah Rakernas nanti, kita akan tindaklanjuti kegiatan ini dengan langkah strategis untuk menyukseskan program mandatori dan nonmandatori,” katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah, Ketua Bidang Media Massa, Hukum dan Humas Khoirun Niam, Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian Ahmad Rouf, satgas administrasi Yoga Dian Kusuma, satgas keuangan Tri Kusumawati, dan satgas IT Haidar Al-Praditya. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1] Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan […]

  • Masjid Harus Ramah Anak

    Masjid Harus Ramah Anak

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Masjid adalah bangunan pertama Nabi pasca hijrah. Masjid berfungsi sebagai pusat penyucian hati, pendalaman ilmu dan kaderisasi. Jamaah shalat lima waktu, termasuk shalat jumat, pengajian ilmu, dan mendidik kader-kader muda Islam sejak dini tentang akidah, ilmu Al Qur’an, dan syariat Islam adalah sebagian kegiatan masjid. Era Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam, masjid benar-benar tempat yang ramah […]

  • PCNU-PATI

    Mbah Reban

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Barokatus Mbah Reban adalah seorang ulama yang lahir di Desa Tambahmulyo Dukuh Tambak Kapas sekitar tahun 1944 M pada hari Rabu dan meninggal pada hari Rabu pula di rumah beliau Desa Tambahmulyo, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1431 H pada usia 65 tahun. Nama Mbah Reban diambil dari hari lahirnya yaitu Rabu. Mbah […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Haji dan Transformasi Manajemen Kerumunan Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. _Rektor UIN Walisongo Semarang_ Haji merupakan ibadah multidimensional, dan multisektoral. Secara multidimensional, haji merupakan ibadah yang utuh, melibatkan hati dalam menata niat, emosi, dan spiritual; optimalisasi fisik dalam ibadah yang membutuhkan mobilitas seperti tawaf, sai,  mabit dan jumrah. Dalam perkembangannya, dimensi ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan tiga […]

  • Kebijakan Full Day School Membingungkan

    Kebijakan Full Day School Membingungkan

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi. Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara […]

  • MODAL SOSIAL NU DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI

    MODAL SOSIAL NU DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    OLEH: FAIZ AMINUDDIN* Tidak ada orang jahat, yang ada adalah orang ‘Alim yang tidak mau mengingatkan orang jahat (KH. Musthofa Bisri). Infeksi HIV/AIDS hingga kini masih menjadi masalah sekaligus ancaman global, meskipun setiap negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya penanggulangannya tetapi tampaknya belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mengingat data yang ada justru menunjukkan penyebaran […]

expand_less