Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., berbagi strategi menulis artikel ilmiah agar diterima atau tembus di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Hal itu terungkap melalui Webinar Nasional bertajuk “Strategi Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal Internasional Bereputasi” yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia Wilayah  VIII Jawa Tengah – DIY pada Senin (26/2/2024) secara daring.

Disampaikan Ibda, bahwa selama ini ia mempraktikkan sejumlah strategi, cara, atau tips agar tulisan yang dikirim di jurnal terindeks Scopus bisa diterima dan diterbitkan. Pertama, naskah harus berkualitas. “Maksud berkualitas adalah dari sisi temuan yaitu artikel harus memiliki novelty, aneh, unik karena belum ada sama sekali, dampak keilmuan, dan berpotensi laku disitasi. Kualitas ini dari sisi konten, bahasa, metode jelas, rinci, dan kontemporer, gunakan tools terkini, referensi minimal 50, 90 persen artikel jurnal dan lengkap dengan URL, dan ingat jangan lupa menyitasi artikel karya editor in chief, reviewer, tulisan yang telah terbit di jurnal sasaran/jurnal jaringannya,” beber pria kelahiran Pati tersebut.

Kedua, sesuaikan naskah dengan AG atau Author Guidelines, kaidah selingkung, template, dan tulislah sesuai kebutuhan/keinginan editor. “Kadang artikel ditolak itu karena tidak sesuai kebutuhan editor,” beber Ibda yang merupakan reviewer pada 16 jurnal internasional terindeks Scopus tersebut.

Ketiga, kolaborasi. “Kolaborasi sangat penting. Karena kita bukan malaikat. Setidaknya kita bisa berkolaborasi dengan penulis asing lintas negara, dengan penulis pakar, penulis yang karyanya banyak, penulis yang h-index Scopus tinggi, dan kita kalau bisa menghindari penulis tunggal. Apalagi ada jurnal yang menyaratkan kolaborasi itu wajib bukan single author,” beber Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah tersebut.

Keempat, gunakan penerjemah profesional, proofreader native/internasional. “Kita bisa berkolaborasi dengan penulis asing juga yang intinya membantu kemasan naskah agar bahasanya bagus. Selain hemat, ini juga membantu bahwa posisi kolaborasinya jelas,” kata dia.

Kelima, lengkapi administrasi di OJS. “Administrasi yang dimaksud adalah kita melengkapi prakata saat mengirim. Kita perlu melengkapi juga metadata di OJS dengan isian lengkap, termasuk URL GS, WoS/Publons, Orcid dan lainnya, termasuk Supplementary File, dan dokumen similarity report di bawah 10 persen,” imbuh dia.

Keenam, revisi cepat dan berkualitas. “Ketika sudah dapat notifikasi berupa editor decision, sebaiknya kita revisi secepatnya. Kalau saya biasanya sehari setelah mendapatkan email langsung saya submit,” lanjut dia.

Ketujuh, pahami indikator penilaian reviewer. “Ini penting. Karena penilaian dan masukan reviewer ini menjadi pertimbangan dan dasar editor menerima atau menolak artikel kita meski sudah proses in review. Bukan berarti yang status papers kita in review itu jaminan accepted, bisa juga ditolak. Maka solusinya kita harus memahami aspek apa saja yang menjadi indikator penilaian reviewer. Jumlah reviewer bergantung jurnalnya, ada yang satu, bahkan saya pernah direview lima sampai tujuh orang lintas negara,” paparnya.

Kedelapan, pilih jurnal yang volume terbitnya banyak. “Semakin banyak edisi dan volume terbitan, semakin potensial artikel kita diterima karena mereka membutuhkan naskah. Tapi harus dipastikan jurnalnya aman, tidak predator, tidak discontinued atau potensi discontinued dari Scopus,” tegas doktor Pendidikan Dasar UNY tersebut.

Kesembilan, istikamah, sabar dan pasrah. “Menulis artikel di jurnal Scopus itu membutuhkan konsisten, sabar dan memasrahkan semua kepada Tuhan setelah kita berusaha maksimal. Kan semua bergantung kehendak Allah to. Kadang agak gaib juga. Tapi ingat, editor dan reviewer jurnal itu juga manusia. Asalkan kita menuruti apa masukan, saran, dan kebutuhan mereka, insyaallah dipermudah untuk accepted,” imbuh dia.

Di sisi lain, Ibda juga membocorkan strategi pasca Editor Decision setelah submit. “Hampir 70 persen lebih, penulis gagal di jurnal Scopus karena malas merevisi. Malas dan lambat merespon hasil keputusan editor. Padahal di sini awal kita membuktikan keseriusan merevisi dan keseriusan agar naskah kita layak diterima dan diterbitkan. Maka ya harus ada strategi setelah ada keputusan editor ketika revision required ataupun resubmit,” papar Ibda.

Pertama, revisi cepat, berkualitas, dan sesuai masukan. Kedua, saat merevisi, beri warna teks yang sudah direvisi. Ketiga, lampirkan Cover Letter / lembar Response to Reviewers. Keempat, jika revisi via email, beri penguatan yang meyakinkan agar diterima oleh reviewer/editor.

“Semua yang saya sampaikan ini hanya strategi saja. Kita harus fokus pada kualitas naskah. Kalau kualitas naskah bagus, mau kita kirim di jurnal mana saja insyaallah diterima jika sesuai ketentuan dan utamanya kebutuhan editor,” imbuh Ibda.

Sebagai akademisi, Ibda sendiri telah memiliki 10 dokumen terindeks Scopus dengan H-Index 4, dan ia aktif menjadi reviewer pada 16 jurnal internasional terindeks Scopus Q1-Q4 lintas negara yaitu Turki, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, Mauritius, London (UK), Serbia, Italia, Pakistan, Nigeria, Spanyol, Brazil, dan Indonesia.

Acara tersebut dibuka oleh Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I., yang mewakili Ketua Umum PD PGMI Indonesia. Pihaknya berharap acara tersebut dimanfaatkan peserta untuk belajar tentang publikasi ilmiah. Pihaknya juga berharap, akan ada jurnal PGMI di Indonesia yang terindeks Scopus. Sementara Ketua PD PGMI Wilayah VIII Jateng-DIY yang diwakili Hj. Zulaikha, M.Ag., M.Pd., juga berharap agar para peserta turut aktif dalam penulisan ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur dosen, mahasiswa, guru, dan akademisi dari berbagai daerah.

Narasumber pertama, dosen PGMI IAINU Kebumen Siti Fatimah, M.Pd., menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah berkualitas. Pertama, topik riset yang solutif di bidang kajian. Kedua, metode riset yang tepat dan kompleks. Ketiga, memiliki novelty. Keempat, terjemahan dan proofread yang berstandar. Kelima, uji similaritas naskah. Keenam, pemilihan jurnal target yang tepat. Ketujuh, analisis jurnal target. Kedelapan, layout sesuai dengan jurnal target. Kesembilan, submit artikel.

“Sedangkan tips publikasi di jurnal internasional bereputasi yaitu rencanakan alur penulisan jurnal, menulis bersama tim, miliki referensi yang cukup, perhatikan tujuan dan ruang lingkup jurnal, dan hindari jurnal predator,”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    GEMBONG – Demi melestarikan tradisi leluhur, warga RT 03 dan 04 RW 03, Dukuh Karangdalem, Desa Gembong, Kecamatan Gembong menggelar aksi parade gunungan 2000 ketupat dan lepet keliling kampung. “Total ada 2000 ketupat dan lepet yang kami arak siang tadi,” ungkap Abdul Jalil, ketua RW sekaligus ketua panitia saat ditemui, Sabtu (7/4) malam. Jalil mengakui, […]

  • Pengurus 17 Lembaga PCNU Pati Resmi Lantik

    Pengurus 17 Lembaga PCNU Pati Resmi Lantik

    • calendar_month Rab, 25 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, melantik para pengurus dari 17 lembaga di bawah naungannya. Pelantikan itu digelar dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 1 di Aula Institut Pesantren Matholi’ul Falah (Ipmafa), Margoyoso, Rabu (25/12/2024). Adapun lembaga-lembaga itu antara lain LDNU, LP Ma’arif NU, Lakpesdam NU, RMI NU, Lesbumi NU, LTN NU, LF […]

  • Gelar Seminar Kesehatan, MA Salafiyah Kajen Ingatkan Bahaya Pergaulan Bebas

    Gelar Seminar Kesehatan, MA Salafiyah Kajen Ingatkan Bahaya Pergaulan Bebas

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Pcnupati or.id – Palang Merah Remaja (PMR) Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen Pati menggelar seminar kesehatan. Kegiatan dengan tema “Masalah Remaja, Seks Bebas dan Penyalahgunaan Obat” itu dilaksanakan pada  Kamis (3/11/2022) di Aula MA Salafiyah mulai jam 09.00 hingga jam 12.00 WIB. Seminar itu diikuti oleh 100 orang peserta didik yang berasal dari perwakilan setiap […]

  • Photo by Mufid Majnun

    NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Seringkali orang berseloroh bahwa politik itu kotor, hanya untuk memperjuangkan perolehan suara. Selain itu juga, politik sering melanggar asa kepatutan dan kebenaran. Sehingga stigma semacam ini menjadikan sebagian warga masyarakat merasa alergi dengan segala sesuatu yang berbau politik. Dalam perspektif Islam, panggung politik telah lama ada dan bahkan Rasul sendiri adalah […]

  • Training of Trainer Pusat Informasi dan Konseling Remaja CAH PATI PC IPNU IPPNU Kabupaten PATI

    Training of Trainer Pusat Informasi dan Konseling Remaja CAH PATI PC IPNU IPPNU Kabupaten PATI

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kegiatan yang berjudul Training of Trainer bagi anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) Cah Pati diselenggarakan oleh PIK Remaja Cah Pati PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati pada tanggal 19-20 September 2015 di Gedung NU Pati. Kegiatan ini didukung oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati dan bekerjasama dengan Aliansi Remaja Independen […]

  • Sidang Komisi IPNU/IPPNU, Peserta : Semoga Berdampak Sampai Bawah

    Sidang Komisi IPNU/IPPNU, Peserta : Semoga Berdampak Sampai Bawah

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

      Ketua IPNU, Moh Salman (kiri) dan Ketua IPPNU, Sulistiani (berkaca mata) saat memantau jalannya sidang komisi PATI-Sidang Komisi yang merupakan rangkaian Konfercab PC IPNU/IPPNU Pati telah dilaksanakan Minggu (18/7) kemarin. Berpusat di aula lantai tiga gedung PCNU Pati, sidang tersebut dilaksanakan secara virtual.  Sidang yang dihadiri oleh seluruh pengurus IPNU dan IPPNU dari berbagai […]

expand_less