Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
  • visibility 424
  • comment 0 komentar

Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin.
Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah yg berciri i’tidal (tegak lurus, tidak ada kopromi untuk kejahatan), tawaazun (seimbang antara ritual dan sosial), tasaamuh (toleran dlm interaksi sosial dengan membumikan ukhuwwah islamiyyah, wathaniyyah, dan basyariah), tawaasuth (moderasi antara teks, akal, dan realitas), dan taqaddum (dinamis, tidak statis dan stagnan).
Kedua,mempelajari produk ijtihad ulama NU yang mampu menggabungkan antara dimensi kebangsaan dan keislaman sekaligus. Fatwa resolusi jihad, gelar waliyyul amri al dlaruri bis syaukah, darus salam, hubbul wathan minal iman, trilogi ukhuwwah, dan fiqh sosial (salah satu cirinya adalah menjdikan fiqh sebgai etika sosial, bukan hukum positif negara) adalah produk ijtihad yg menunjukkan kecintaan terhadp agama dan bangsa sekaligus.
“Kita sebagai pengurus Nahdlatul Ulama mempunyai tanggung jawab yang besar terkait kader-kader NU selanjutnya,”tambahnya.
Mempelajari doktrin radikal supaya tidak terjerumus ke dalamnya. Front pembela Islam, HTI, Jamaah Islamiyah, ISIS, ikhwanul muslimin, dan kelompok kelompok lain yang mudah mengkafirkan orang lain meskipun sesama muslim. Mereka setiap saat mengintai kelengahan kader kader muda untuk direkrut dan dijadikan martir bagi agenda politiknya.
“Aktif dalam organisasi kepemudaan, seperti IPNU-IPPNU sebagai wahana aktualisasi diri dan wahana internalisasi ideologi Aswaja Annahdliyyah yg sarat nilai nilai nasionalisme dan patriotisme. Dan  ketika meneruskan studi di perguruan tinggi, jangan sampai masuk dalam organisasi yang berafiliasi kepada kelompok radikal. Lebih baik masuk perguruan tinggi berbasis pesantren atau perguruan tinggi umum, tapi berdomisili di Pesantren NU, pungkas Jamal Makmur.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

    Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

    • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS: Ash-Shaffat:102).  Idul Adha merupakan momen di mana umat Islam […]

  • Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender - PCNU PATI

    Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam […]

  • Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo. […]

  • Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

    Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.374
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar satu rangkaian kegiatan terpadu yang mencakup Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta (PM KBC) An-Nahdliyyah, Program Pendampingan Bahasa Inggris Berstandar Internasional Pearson, serta penyelesaian Modul Pendidikan Inklusi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, di Hotel Muria, Kota Semarang. […]

  • Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ di Clonning, Pengasuh Beri Klarifikasi

    Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ di Clonning, Pengasuh Beri Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    GEMBONG – Baru-baru ini, jagad santri dihebohkan dengan akun Facebook yang mengatasnamakan Ponpes Shofa Az Zahro’, Gembong, Pati. Padahal, menurut Gus Faiz Aminuddin Shofwan, putra KH. Imam Shofwan, pengasuh pondok, akun Facebook pesantren tersebut telah lama vakum. Oknum yang disinyalir sebagai penipu tersebut, membuat akun yang sama persis dengan akun Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I)

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.573
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Rekan saya kemarin turut membaca tulisan pada Mutiara Ramadan bertajuk Pendidikan Karakter Perspektif Ki Hajar Dewantara. Usai membaca, ia justru request tulisan khusus tentan sarung dan kiai. Dalam hati saya “Wah, dupeh arep bada, bahasane sarung”. Ya, ia adalah Sofyan Bachri (Direktur PT. Suave Health Medika), sahabat saya yang makin rajin ikut […]

expand_less