Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
  • visibility 448
  • comment 0 komentar

Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin.
Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah yg berciri i’tidal (tegak lurus, tidak ada kopromi untuk kejahatan), tawaazun (seimbang antara ritual dan sosial), tasaamuh (toleran dlm interaksi sosial dengan membumikan ukhuwwah islamiyyah, wathaniyyah, dan basyariah), tawaasuth (moderasi antara teks, akal, dan realitas), dan taqaddum (dinamis, tidak statis dan stagnan).
Kedua,mempelajari produk ijtihad ulama NU yang mampu menggabungkan antara dimensi kebangsaan dan keislaman sekaligus. Fatwa resolusi jihad, gelar waliyyul amri al dlaruri bis syaukah, darus salam, hubbul wathan minal iman, trilogi ukhuwwah, dan fiqh sosial (salah satu cirinya adalah menjdikan fiqh sebgai etika sosial, bukan hukum positif negara) adalah produk ijtihad yg menunjukkan kecintaan terhadp agama dan bangsa sekaligus.
“Kita sebagai pengurus Nahdlatul Ulama mempunyai tanggung jawab yang besar terkait kader-kader NU selanjutnya,”tambahnya.
Mempelajari doktrin radikal supaya tidak terjerumus ke dalamnya. Front pembela Islam, HTI, Jamaah Islamiyah, ISIS, ikhwanul muslimin, dan kelompok kelompok lain yang mudah mengkafirkan orang lain meskipun sesama muslim. Mereka setiap saat mengintai kelengahan kader kader muda untuk direkrut dan dijadikan martir bagi agenda politiknya.
“Aktif dalam organisasi kepemudaan, seperti IPNU-IPPNU sebagai wahana aktualisasi diri dan wahana internalisasi ideologi Aswaja Annahdliyyah yg sarat nilai nilai nasionalisme dan patriotisme. Dan  ketika meneruskan studi di perguruan tinggi, jangan sampai masuk dalam organisasi yang berafiliasi kepada kelompok radikal. Lebih baik masuk perguruan tinggi berbasis pesantren atau perguruan tinggi umum, tapi berdomisili di Pesantren NU, pungkas Jamal Makmur.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manajemen Eksekutif Lazisnu Pati Mulai Magang di UPZIS Winong

    Manajemen Eksekutif Lazisnu Pati Mulai Magang di UPZIS Winong

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id, Pati – Manajemen eksekutif baru di LazisNU PCNU Pati mengikuti magang di UPZIS MWCNU Winong. Proses magang ini bagian dari rangkaian masa training selama sebulan kedepan menjadi karyawan di LAZISNU Pati. Ketua LazisNU PCNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan magang ini bertujuan untuk pengenalan dan membekali skil karyawan dalam mengelola dan menjalankan visi, misi […]

  • PCNU-PATI

    Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

     “Mati Spektakuler” memuat kisah dan serpihan refleksi hidup. Efek yang dirasakan ketika membaca buku tersebut adalah merinding, takut dan sedih. Bukan karena takut akan kematian, melainkan takut akan amal ibadah yang belum mencukupi untuk terhindar dari api neraka dan belum pantas menjadi penghuni surga. Buku ini menjelaskan dengan detail, gamblang dan mampu menggetarkan perasaan “membuka” […]

  • Muwadda'ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    Muwadda’ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.082
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti acara Muwadda’ah siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Ahad (10/5). Momentum ini menjadi seremoni perpisahan bagi para siswa setelah menuntaskan masa pendidikan selama tiga tahun di madrasah tersebut. ​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Kepala Kantor Kementerian […]

  • Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Syaikh Ahmad Mutamakkin banyak disalahpahami sebagai tokoh aliran kebatinan dengan ajaran Dewa Ruci. Beliau dianggap menyimpang dari syariat Islam yang mapan karena meneruskan doktrin wahdatul wujud (Manunggaling Kawulo Gusti) ala Al Hallaj, Al Farabi, dan Ibnu Arabi. Ilustrasi: Komplek makam Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen dilihat dari atas Ketib Anom, Sang Pendekar Syariat (Fiqh) mencoba menggiring […]

  • Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Pendidikan entrepreneurship sudah lama digerakkan di berbagai Negara. Mereka paham bahwa kemajuan suatu Negara sangat ditunjang oleh munculnya kelas ekonomi menengah yang tangguh dan kreatif yang dimaksud adalah para pengusaha yang gigih mengembangkan kreatifitas dan produktivitasnya dalam dunia usaha. Menurut Amin Rais dalam bukunya Tauhid Sosial, kelas menengah adalah kelompok yang tetap eksis dalam suatu […]

  • Haul Bib Ja'far al Kaff, Gus Kautsar Jelaskan Beda Ulama Dulu dan Sekarang

    Haul Bib Ja’far al Kaff, Gus Kautsar Jelaskan Beda Ulama Dulu dan Sekarang

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 684
    • 0Komentar

    KUDUS – Haul ke dua Habib Ja’far al Kaff Kudus dibanjiri ribuan jama’ah. Meski diguyur hujan, mereka tetap semangat mengikuti acara puncak haul yang digelar pada Rabu (28/12) malam. Berlokasi di halaman Ponpes Darul Qur’an Nurul Abidin, Demaan, Kudus, acara haul tersebut dihadiri oleh para ulama besar. Di antaranya, Gus Baha’, Gus Kautsar, Habib Ali […]

expand_less