Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
  • visibility 478
  • comment 0 komentar

Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin.
Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah yg berciri i’tidal (tegak lurus, tidak ada kopromi untuk kejahatan), tawaazun (seimbang antara ritual dan sosial), tasaamuh (toleran dlm interaksi sosial dengan membumikan ukhuwwah islamiyyah, wathaniyyah, dan basyariah), tawaasuth (moderasi antara teks, akal, dan realitas), dan taqaddum (dinamis, tidak statis dan stagnan).
Kedua,mempelajari produk ijtihad ulama NU yang mampu menggabungkan antara dimensi kebangsaan dan keislaman sekaligus. Fatwa resolusi jihad, gelar waliyyul amri al dlaruri bis syaukah, darus salam, hubbul wathan minal iman, trilogi ukhuwwah, dan fiqh sosial (salah satu cirinya adalah menjdikan fiqh sebgai etika sosial, bukan hukum positif negara) adalah produk ijtihad yg menunjukkan kecintaan terhadp agama dan bangsa sekaligus.
“Kita sebagai pengurus Nahdlatul Ulama mempunyai tanggung jawab yang besar terkait kader-kader NU selanjutnya,”tambahnya.
Mempelajari doktrin radikal supaya tidak terjerumus ke dalamnya. Front pembela Islam, HTI, Jamaah Islamiyah, ISIS, ikhwanul muslimin, dan kelompok kelompok lain yang mudah mengkafirkan orang lain meskipun sesama muslim. Mereka setiap saat mengintai kelengahan kader kader muda untuk direkrut dan dijadikan martir bagi agenda politiknya.
“Aktif dalam organisasi kepemudaan, seperti IPNU-IPPNU sebagai wahana aktualisasi diri dan wahana internalisasi ideologi Aswaja Annahdliyyah yg sarat nilai nilai nasionalisme dan patriotisme. Dan  ketika meneruskan studi di perguruan tinggi, jangan sampai masuk dalam organisasi yang berafiliasi kepada kelompok radikal. Lebih baik masuk perguruan tinggi berbasis pesantren atau perguruan tinggi umum, tapi berdomisili di Pesantren NU, pungkas Jamal Makmur.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Filantropi Ramadan

    Filantropi Ramadan

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 746
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan dikenal sebagai bulan penuh berkah, ampunan, dan kesempatan untuk meningkatkan kebaikan. Salah satu julukan yang melekat pada bulan suci ini adalah Syahr al-Judd atau bulan kedermawanan. Julukan ini bukan tanpa alasan. Sepanjang bulan Ramadan, semangat untuk berbagi dan membantu sesama begitu terasa, mencerminkan esensi filantropi yang mendalam. Pada bulan ini, umat […]

  • PCNU-PATI Photo by Yue WU

    Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang […]

  • 234 Mahasiswa Ipmafa Pati Diwisuda

    234 Mahasiswa Ipmafa Pati Diwisuda

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Margoyoso Pati, menggelar wisuda ke-13, Sabtu (26/10/2024) pagi. Sebanyak 234 mahasiswa yang diwisuda, diharapkan bisa menerapkan ilmu serta nilai-nilai pesantren yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan di kampus. Ratusan mahasiswa yang diwisuda itu berasal dari tujuh program studi. Antara lain Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Islam […]

  • LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

    LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

     ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ sedang memamerkan hasil panen padi organik SEMARANG-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengajak Nahdliyin untuk merubah sikap dalam menghadapi ancaman Covid-19. Dari yang semula acuh terhadap keberadaan wabah ini menjadi peduli dan mengembangkan pola hidup sehat. Selain itu, PWNU juga mengajak warganya untuk berperan aktif dalam memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dengan […]

  • Relawan NU Peduli Jawa Tengah Bergerak ke Aceh, Menapak Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat

    Relawan NU Peduli Jawa Tengah Bergerak ke Aceh, Menapak Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.314
    • 0Komentar

      Aceh — Relawan NU Peduli Jawa Tengah diberangkatkan ke Aceh untuk membantu pemulihan masyarakat pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Misi kemanusiaan ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menegaskan kembali ikatan sejarah dan emosional antara Jawa dan Aceh yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu. Sejarah mencatat, pada […]

  • PCNU-PATI

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1] Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan […]

expand_less